Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juni 2012

Sekoteng dingin dari Kota Hujan Bogor


Sekoteng dingin dari Kota Hujan

Mungkin kebanyakan orang tahu sekoteng adalah minuman hangat rasa jahe bercampur rempah seperti kacang, roti dan juga pacar cina. Namun sekoteng ini adalah minuman dingin karena ada tambahan 'es' di depannya.

Es sekoteng ini salah satunya seperti yang dijual di Jalan Sawo Jajar, Kota Bogor, Jawa Barat atau tepatnya Bogor Permai. Es sekoteng Boper, begitu sebutan orang-orang untuk minuman berisi buah alpukat, kelapa kopyor dan juga pacar cina ditambah dengan es.

Disajikan dingin, ternyata sekoteng mempunyai rasa tersendiri di lidah. Berbeda dengan nama aslinya, es sekoteng di Bogor ini tidak berasa jahe, namun es tersebut berasa susu dicampur dengan paduan kelapa kopyor yang legit dan lembut terasa menantang di lidah. Tidak hanya itu, rasa khas buah alpukat kian memberi warna rasa es tersebut.

Apalagi rasa pacar cinanya yang kenyal di lidah, disajikan dingin mebuat sempurna rasa dalam satu mangkok. Kisaran harganya pun tidak begitu mahal, satu porsi es sekoteng dipatok dengan harga Rp 8500.

Es Sekoteng di Kota Hujan ini tidak hanya menyajikan jajanan minuman. Siomay Bandung, sate Madura, soto mi Bogor, nasi timbel juga disediakan di sini. Harganya pun tidak begitu mahal. Untuk satu porsi sate dengan nasi hanya dihargai Rp 15.000. Sedangkan untuk soto mi Bogor hanya dipatok dengan harga Rp 12.000. Itu pun juga sudah plus dengan nasi.

Karena harganya yang murah, untuk mengunjungi tempat ini sepertinya pengunjung juga harus datang tepat waktu. Pasalnya, kalau sampai telat pengunjung bakal gigit jari karena kehabisan menu. Seperti pengalaman merdeka.com ketika menyambangi tempat ini Minggu (17/6) kemarin, untuk mendapat kursi saja harus antre sekitar 15 menit.

Salah seorang pengunjung saat berbincang-bincang dengan merdeka.com mengatakan tempat tersebut kerap ia kunjungi bersama keluarganya setiap libur akhir pekan. Menurutnya, makanan di tempat tersebut memang enak di lidah dan juga recommended untuk para penggila kuliner.

"Wah mas, di sini orang Bogor sudah kenal tempat ini karena jual makanan enak, apalagi siomay dan es sekotengnya," Kata Susi warga Villa Bogor Indah.

Tidak berbeda dengan Susi, salah seorang pengunjung lain juga mengatakan hal yang sama. Bahwa es sekoteng Bogor permai memang enak rasanya. "Makan di sini selain enak, juga murah meriah paling habis sama keluarga lima orang Rp 90 ribu," kata Faisal.

Sebagai patokan jika ingin ke tempat ini, lumayan gampang. Dari arah air mancur atau arah Istana Bogor tepatnya di pertigaan Jl Sudirman, Anda akan menemui pertigaan Jalan Sawo Jajar. Letaknya tepat di sebelah kanan jalan, buka sejak pukul 08.00 WIB hingga waktu yang tidak ditentukan.

Senin, 21 Mei 2012

Asal Usul Bakso

Pada akhir Dinasti Ming (awal abad ke-17) di Fuzhou, ada seorang pria bernama Meng Bo, tinggal di sebuah desa kecil. Dia berkepribadian baik dan berbakti kepada orang tuanya. Bakti Meng Bo pada ibunya sangat diketahui oleh para tetangga. 

Suatu hari, ibunya yang sudah mulai tua sudah tidak dapat makan daging lagi, karena giginya sudah mulai tidak bisa makan sesuatu yang agak keras. Ini sedikit mengecewakan karena dia suka sekali makan daging.

Meng Bo ingin membantu ibunya agar bisa mengonsumsi daging lezat lagi. Sepanjang malam duduk, memikirkan bagaimana mengolah daging yang bisa dimakan oleh ibunya. Hingga suatu hari, ia melihat tetangganya menumbuk beras ketan untuk dijadikan kue mochi. Melihat hal itu, timbul idenya. Meng Bo langsung pergi ke dapur dan mengolah daging dengan cara yang digunakan tetangganya dalam membuat kue mochi. 
 
Setelah daging empuk, Meng Bo membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil sehingga ibunya dapat memakannya dengan mudah. Kemudian ia merebus adonan itu, tercium aroma daging yang lezat.
 
Meng Bo menyajikan bakso itu kepada ibunya. Sang ibu merasa gembira karena tidak hanya baksonya yang lezat, tapi juga mudah untuk dimakan. Meng Bo sangat senang melihat ibunya dapat makan daging lagi.
 
Kisah berbaktinya Meng Bo pada ibunya beserta resep baksonya, cepat menyebar ke seluruh kota Fuzhou. Penduduk berdatangan untuk belajar membuat bakso lezat pada Meng Bo.

Rabu, 15 Juni 2011

Sup Kikil Jawa Timuran


Saat udara agak dingin, sup kikil gaya Jawa Timur ini enak dimakan hangat-hangat. Bisa pakai nasi atau lontong yang pulen. Kenyal-kenyal slruup..enak!

Bahan:
500 g kikil sapi
1 liter air
1 lembar daun salam
2 cm jahe, memarkan
Bumbu:
2 sdm minyak sayur
1 lembar daun jeruk
1 batang serai, memarkan
10 buah cabai rawit merah
Haluskan:
4 siung bawang putih
3 butir kemiri
2 cm kunyit
1/2 cm jahe
1/2 cm lengkuas
1/2 sdt merica butiran
2 sdt garam

Cara membuat:
* Didihkan air bersama daun salam dan jahe, rebus kikil hingga empuk, jika perlu tambahkan air.
* Angkat kikil, potong-potong kecil.
* Tumis Bumbu halus bersama daun jeruk dan serai hingga wangi.
* Masukkan ke dalam kaldu kikil.
* Tambahkan air hingga menjadi 750 ml. Masak dengan api kecil hingga mendidih.
* Masukkan cabai rawit merah, didihkan kembali.
* Angkat, sajikan hangat.

Untuk 6 orang

Senin, 18 April 2011

Sekoteng makanan khas Jawa Tengah

Ini nih, salah satu minuman asli indonesia...
yang juga jadi salah satu dari kekayaan bangsa kita...

SEKOTENG

minuman asli Jawa Tengah Sekoteng ini minuman yang terbuat dari Jahe, dan didalamnya terdapat campuran kacang hijau, kacang tanah, pacar cina dan potongan roti...
Dihidangkan Panas dan enaknya siy malem2......



Sekoteng biasanya dijual keliling dengan menggunakan gerobak pikul atau gerobak dorong. Satu sisi untuk panci air jahe beserta kompornya sedangkan sisi lain adalah tempat bahan campuran dan tempat mempersiapkan sekoteng itu sendiri.