Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Cinta Tanpa Syarat


Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek, Nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara Kakek dan Nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."

Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, Nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. 
Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi.... kosong. kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."

Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apa pun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."
Pembaca yang budiman.

Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.

Sebuah Artikel Luar Biasa dari Sang Master Andri Wongso

Rabu, 07 Maret 2012

Indonesia ke Final Piala Sultan Hassanal Bolkiah

Timnas Indonesia U-21 berhasil menjejakkan kaki di babak final Piala Sultan Hassanal Bolkiah. Di semifinal, Andik Vermansyah dkk. mengalahkan Vietnam dengan skor 2-0.

Gol dibuat oleh Miko Ardiyanto pada menit ke-38, gol ke 2 di ciptakan oleh Andik Vermansyah tepatnya menit ke-70.

 Di final, Jumat (9/3/2012) mendatang, Indonesia akan bertemu Brunei Darussalam. setelah Brunei mengalahkan Myanmar 3-2 di laga semifinal.

Minggu, 26 Februari 2012

Hercules sang preman Jakarta yang tobat

 
 
Hercules dikenal sebagi preman dan 'penguasa' Jakarta dari balik layar. Di balik cerita-cerita seram mengenai dirinya, jarang yang mengetahui bahwa ternyata Hercules adalah penerima penghargaan Bintang Seroja dari pemerintah, saat bergerilya di Timor Timur.

Banyak cerita dari pria yang bernama lengkap Hercules Rozario Marshal ini. Mulai sepak terjangnya ketika memulai menjadi preman di Jakarta, isu kedekatannya dengan Prabowo Subianto, hingga pengakuannya yang kini belum pernah membunuh orang dan soal mitos yang menyebut dirinya kebal peluru.

Menurut pengakuan Hercules, dirinya masuk ke Jakarta pada sekitar tahun 1987. Awalnya Hercules masuk di Hankam Seroja penyandang cacat saat dirinya mendapatkan luka di bagian tangan dalam Operasi Seroja dan mendapatkan pelatihan keterampilan di sana.

Bersama teman-temannya dari Timor Timur, Hercules mulai membangun daerah kekuasannya di Tanah Abang. Dari kelompok kecil, kini Hercules membawahi sekitar 17.000 orang 'pasukannya' yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Hingga saat ini, Hercules beberapa kali berurusan dengan kepolisian. Meski pernah dipenjara beberapa waktu, Hercules mengakui hingga saat ini dirinya belum pernah sekali pun melakukan tindakan pembunuhan dan pemerasan. Dalam kasus penyerangan ke kamar Jenazah RSCM, Hercules menyebutkan saat itu ditahan selama 60 hari dan pada kasus Indopos, dirinya ditahan selama 40 hari.

Dalam kasus premanisme, lanjut Hercules, preman berasal dari kata free-man yang berarti orang bebas. Banyaknya preman yang muncul dikarenakan masalah pendidikan dan tidak dimilikinya keterampilan untuk berkembang. Namun jika preman itu melakukan tindakan kekerasan maka adalah tanggung jawab kepolisian untuk menindaknya.

Biasanya preman ini berakhir bekerja sebagai debt collector. Hercules pun juga mengakui dirinya pernah bekerja debt collector."Ya kalau tidak dibayar ya saya tagih," katanya.

Pada kesempatan itu, detikcom mencoba menanyakan Salah satu mitos yang beredar di kalangan masyarakat adalah apakah Hercules kebal peluru? Dengan tersenyum Hercules, membantah hal itu.

"Kita tidak kebal peluru. Kita selalu selamat karena berbuat amal, membantu anak yatim piatu. Doa mereka yang selalu membuat saya selamat," kilahnya.

Pertobatan Hercules & Kedekatan dengan Prabowo

Sejak tahun 2006 lalu, Hercules memutuskan memulai pertobatannya. Kini Hercules mengaku memasuki dunia bisnis seperti kapal, dan perikanan. "Manusia hidup sementara. Mati akan dipanggil satu-satu, tinggal menunggu kematian. Sekarang, saya sadar, saya bertobat, masuk dunia bisnis dan membantu manusia yang membutuhkan," kata Hercules yang menyebut pertobatan Hercules ini dimulai sejak 10 tahun yang lalu.

Hercules pun membuat ormas yang disebutnya sebagai Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB). Dengan ormas ini Hercules berharap dapat membantu masyarakat lainya yang terkena musibah.

Pada kesempatan itu, ditanyakan juga soal kedekatan Hercules dengan Prabowo. Hercules menegaskan bahwa dirinya dengan Prabowo Subianto mempunyai kedekatan emosional. Hal itu dikarenakan dirinya bersama Prabowo adalah alumni dari Timor Timur. Namun, tidak hanya kepada Prabowo saja Hercules dekat secara emosional, pria ini juga mengaku dekat dengan orang-orang yang sama-sama berjuang di Timor Timur.

sumber : detiknews.com

Sabtu, 11 Februari 2012

Polwan Lepas Seragam Demi Kontes Kecantikan

Polwan berwajah cantik dan bertubuh seksi bernama Alice Nicholas rela melepas seragamnya dan menggantinya dengan pakaian menawan saat akan mengikuti kontes ratu sejagad Miss Cornwall, Inggris. 

Perempuan berambut brunette berusia 22 tahun ini ikut kontes kecantikan karena atas saran sang teman dan sangat terkejut ketika menerima surat pemberitahuan jika ia masuk nominasi dan akan diaudisi.

Alice, yang tinggal di St Blazey, Cornwall, mengatakan pekerjaannya sebagai polisi di kapolsek Devon and Cornwall hampir sama dengan kontes kecantikan.

"Saat di lokasi kerja, saya harus mengikat rambut, sedikit make up, dan mengenakan celana panjang aneh sementara di kontes Miss Cornwall adalah tentang menjadi cantik dan glamour," jelasnya.

"Namun kedua pekerjaan ini sama-sama berbasis komunitas. Bagian terpenting dari Miss Cornwall adalah lembaga pendanaan. Saya rasa bisa menjadi contoh yang baik bagi remaja dan kalangan muda," ujarnya.

"Saya tidak spesial dan hanya gadis biasa. Di sekolah, saya tak pernah menjadi anak yang paling keren karena saya tak minum dan juga tidak merokok," kata Alice, sembari menambahkan sangat sulit menerima tekanan dari lingkungan sekitar agar menjadi populer.

Selasa, 07 Februari 2012

Mall Rongsok

 

Mal biasanya identik dengan gedung besar dan diisi dengan barang-barang mewah. Tapi apa yang terpikirkan begitu mendengar nama “Mall Rongsok”? Ini dia mal paling unik se-Indonesia, hanya ada di Depok, Jawa Barat yang khusus menjual aneka barang bekas layak pakai.


 



Mal unik ini berada di Jl Bungur Raya No 1, Kukusan, Depok, Jawa Barat, belakang kampus UI Depok. Jalan ini diapit dua perempatan yaitu perempatan Kukusan Kelurahan dan perempatan Tugu Tanah Baru. Letak Mall Rongsok ini berseberangan dengan jalur pipa gas alam yang membelah kota Depok.

 
Mall Rongsok sudah berdiri sejak 7 tahun lalu dengan nama awal Adi Elektronik. Melihat perkembangannya yang semakin pesat, toko yang dikelola oleh Nurcholis Agi ini pun berganti nama menjadi Mall Rongsok sejak 1,5 tahun lalu. Bentuknya yang mirip sebuah gudang besar memanjang ke belakang, jauh dari tampilan mal pada umumnya. Istilah Mall rupanya memang klaim sepihak dari Nurcholis.

“Kenapa namanya Mall Rongsok, karena saya suka nongkrong di Mall dan tempat barang rongsok. Jadi, terlintas di pikiran saya untuk kasih nama Mall Rongsok,” kata Nurcholis sambil tertawa, saat diwawancarai detiktravel, Kamis (26/1/2011) di Mall Rongsok.

Jangan kaget begitu pertama kali tiba di tempat ini, karena hampir seluruh ruangan dipenuhi oleh barang. Mulai dari barang elektronik, onderdil motor, komputer, pakaian, mainan anak, perlengkapan salon, hingga furniture memenuhi lantai dan langit-langit toko seluas 800 meter persegi ini.
Barang-barang yang ada di Mall Rongsok ini berasal dari banyak tempat, ada yang dari pabrik, sekolah, atau pun orang yang sengaja ingin menjualnya ke tempat ini. Ketenaran Mall Rongsok ternyata tidak hanya di seputaran Jakarta-Depok saja, tetapi juga ke luar jawa.

“Pembeli yang paling jauh berasal dari Sulawesi, biasanya mereka beli barang di sini untuk dijual lagi di daerahnya,” jelas Nurcholis.

Harga barang yang ditawarkan bervariasi, berkisar Rp 500 – Rp 2 juta. Jadi, Anda tidak perlu kuatir kantong jebol jika berbelanja di sini. Barang yang paling laris diburu pembeli adalah alat kantor seperti meja, kursi, dan komputer. Khusus komputer, Anda bisa merakitnya sendiri sesuai dengan yang diinginkan.

Untuk sebuah furniture dengan kondisi yang masih baik, pembeli hanya perlu mengeluarkan uang Rp 2.000.000. Salah satu barang elektronik yang banyak diburu adalah televisi. Harga yang diberikan untuk sebuah televisi berukuran 14 inchi adalah Rp 150.000-200.000. Sedangkan yang berukuran 21 inchi, Anda cukup menyiapkan uang sebesar Rp 250.000-300.000. Tak heran banyak yang tertarik.

 
Toko ini memang serba ada karena tidak hanya menjual barang untuk keperluan kantor dan rumah, tetapi juga mainan anak. Harga yang ditawarkan untuk mainan anak juga cukup murah, mulai dari Rp 2.000-5.000. Tetapi perlu diingat, jika membeli di sini, Anda harus memastikan kondisi barang sebelum membelinya, untuk barang elektronik Anda harus mengecek kondisinya sebelum dibeli.

Barang yang dijual di Mall Rongsok tidak semuanya barang bekas, ada juga barang baru seperti pakaian. Biasanya, pakaian yang dijual di sini langsung didapat dari perusahaan konveksi.

 
Jika tertarik, Anda bisa datang ke Mall Rongsok ini setiap hari mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Mall Rongsok ini juga buka pada hari Sabtu dan Minggu, sehingga tempat ini pun cocok untuk agenda akhir pekan Anda. Mall Rongsok bisa dihubungi di nomer telepon 021-99674806 atau 021-32558549. Selamat berburu!





Sabtu, 04 Februari 2012

Batu Kecil membuat kita menengadah kepada-Nya

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.
Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak dapat mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan orang tsb. Orang itu berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu kecil itu tepat mengenai kepala orang itu, dan karena merasa sakit, orang itu menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesan pentingnya.

Allah kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya.
Seringkali Allah melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya, Allah sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.

Seandainya ...
Orang yang dilempari uang logam itu "menyadari" bahwa uang tersebut "jatuh dari atas", tentunya dia akan menengadah ke atas sehingga pekerja tadi dapat menjatuhkan catatan pesan pentingnya dan "tidak perlu" menjatuhkan "batu kecil" tsb.

Demikian juga dengan kita.
Seandainya setiap rahmat yang diberikan Allah kepada kita, cukup mampu membuat kita menengadah kepadaNya. Tentunya Allah tidak perlu menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.

Tubuh kita, kesehatan kita, pengetahuan dan ilmu yang ada di pikiran dan hati kita, harta kita, dan semua yang kita anggap milik kita sesungguhnya adalah milik Allah, titipan Allah kepada kita.

Semua itu adalah rahmat yang diberikan Allah kepada kita. Seyogyanya kita (kami dan Anda) cukup mampu untuk "menengadah kepada-Nya" .... senantiasa bersyukur dan selalu ingat kepada "catatan penting" dari Allah, yaitu berkewajiban mengamalkannya sehingga "rahmat" tadi dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Kesadaran untuk Men-SYUKUR-i Musibah

Di sebuah kerajaan, sang raja memiliki kegemaran berburu.
Suatu hari, ditemani penasehat dan pengawalnya raja pergi berburu ke hutan.
Karena kurang hati-hati, terjadilah kecelakaan, jari kelingking raja terpotong oleh pisau yang sangat tajam.

Raja bersedih dan meminta pendapat dari seorang penasihatnya. Sang penasehat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tapi raja tetap sedih.

Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasehat itu berkata: "Baginda, apa pun yang terjadi patut disyukuri".

Mendengar ucapan penasehatnya itu sang raja langsung marah besar : "Kurang ajar ! Kena musibah bukan dihibur tapi malah disuruh bersyukur...!"
Lalu raja memerintahkan pengawalnya untuk menghukum penasehat tadi dengan hukuman tiga tahun penjara.

Hari terus berganti. Hilangnya jari kelingking ternyata tidak membuat raja menghentikannya berburu. Suatu hari, raja bersama penasehatnya yang baru dan rombongan, berburu ke hutan yang jauh dari istana. Tidak terduga, saat berada di tengah hutan, raja dan penasehat barunya tersesat dan terpisah dari rombongan. Tiba-tiba, mereka dihadang oleh orang-orang suku primitif. Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk dijadikan korban persembahan kepada para dewa.

Sebelum dijadikan persembahan kepada para dewa, raja dan penasehat barunya dimandikan. Saat giliran raja yang dimandikan, ketahuan kalau salah satu jari kelingkingnya terpotong, yang diartikan sebagai tubuh yang cacat sehingga dianggap tidak layak untuk dijadikan persembahan kepada para dewa.

Akhirnya, raja ditendang dan dibebaskan begitu saja oleh orang-orang primitif itu. Dan penasehat barunya yang dijadikan persembahan kepada para dewa.

Dengan susah payah, akhirnya raja berhasil keluar dari hutan dan kembali keistana. Setibanya di istana, raja langsung memerintahkan supaya penasehat yang dulu dijatuhinya hukuman penjara segera dibebaskan.

"Penasehatku, aku berterimakasih kepadamu. Nasehatmu ternyata benar, apa pun yang terjadi kita patut bersyukur. Karena jari kelingkingku yang terpotong waktu itu, hari ini aku bisa pulang dengan selamat. . . . "
Kemudian, raja menceritakan kisah perburuannya waktu itu secara lengkap.

Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru sipenasehat berlutut sambil berkata:
"Terima kasih baginda. Saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya waktu itu. Karena jika saya tidak dipenjara, maka bukan penasehat yang baru itu yang akan jadi korban, melainkan saya yang bakal diajak baginda ikut berburu dan sayalah yang akan menjadi korban dipersembahkan kepada dewa oleh orang-orang primitif. Sekali lagi terima kasih baginda telah memenjarakan saya, sehingga saya tetap selamat saat ini."

----------------

Cerita ini mengajarkan suatu nilai yang sangat mendasar, yaitu apa pun yang terjadi, selalu bersyukur, saat kita dalam kondisi maju dan sukses, kita patut bersyukur, saat musibah datang pun kita tetap bersyukur.

Dalam proses kehidupan ini, memang tidak selalu bisa berjalan mulus seperti yang kita harapkan. Kadang kita di hadapkan pada kenyataan hidup berupa kekhilafan, kegagalan, penipuan, fitnahan, penyakit, musibah, kebakaran, bencana alam, dan lain sebagainya.

Manusia dengan segala kemajuan berpikir, teknologi, dan kemampuan antisipasinya, senantiasa berusaha mengantisipasi adanya potensi-potensi kegagalan, bahaya, atau musibah. Namun kenyataannya, tidak semua aspek bisa kita kuasai. Ada wilayah 'X' yang keberadaan dan keberlangsungannya sama sekali di luar kendali manusia. Inilah wilayah Tuhan Yang Maha Kuasa dengan segala misterinya.

Sebagai makhluk berakal budi, wajar kita berusaha menghindarkan segala bentuk marabahaya.
Tetapi jika marabahaya datang dan kita tidak mampu untuk mengubahnya, maka kita harus belajar dengan rasa syukur dan jiwa yang besar untuk menerimanya. Dengan demikian beban penderitaan mental akan jauh terasa lebih ringan, kalau tidak, kita akan mengalami penderitaan mental yang berkepanjangan.

Sungguh, bisa bersyukur dalam keadaan apapun merupakan kekayaan jiwa.

Maka saya sangat setuju dengan kata bijak yang mengatakan
KEBAHAGIAAN DAN KEKAYAAN SEJATI ADA DI RASA BERSYUKUR.

Sudah Bersyukur dan Sudah Bekerja Keras, kok Tidak Kaya ?

Dalam banyak seminar/acara motivasi, terdapat hal yang sering ditanyakan sbb :
Saya sudah menjalankan apa yang dinamakan bekerja keras.
Seperti yang dinasehatkan para motivator, saya pun sudah ikhlas & bersyukur pada pekerjaan saya ini, juga pada kondisi saya. Tetapi kenapa sampai saat ini sepertinya tidak banyak hasilnya, keuangan saya tetap begitu2 saja (tidak kaya). Ini saya sampaikan BUKAN sebagai keluhan, karena saya BERSYUKUR terhadap hidup saya ini, dan saya juga ikhlas.
Dengan keadaan seperti saya yang bersyukur, ikhlas, dan sudah bekerja keras, namun kok tetap tidak kaya ?

Berikut ini adalah jawaban2 dari berbagai motivator (salah satunya Mario Teguh), yg kami anggap cukup menjawab pertanyaan tsb.
Mohon jawaban2 ini dibaca pelan2, karena setiap jawabannya mempunyai makna yang sangat dalam, sehingga perlu dicerna pelan2, terima kasih.


JAWABAN ke 1 :
"Kalau anda sudah bekerja keras, tetapi masih juga merasa tidak menghasilkan, coba anda tanyakan pada diri anda sendiri, apakah kerja keras yang anda lakukan itu sudah sesuai dengan rencana yang akan anda hasilkan ?"


JAWABAN ke 2 :
Coba kita introspeksi diri, sebenarnya kerja keras kita ini tergolong yang bagaimana ?
Di lingkungan kerja memang kita sibuk bekerja keras, tapi bisa jadi bahwa sebenarnya kerja keras yang kita lakukan itu termasuk salah satu di bawah ini.

kerja keras "ngomongin orang",
kerja keras "yang tidak sistematis",
kerja keras "yang mikirin kepentingan sendiri",
kerja keras "mencari kegiatan2 yang mubazir",
kerja keras "mencari-cari kesalahan orang"
kerja keras "agar dianggap orang lain kita telah bekerja keras" …  dsb.

Bisa jadi sebenarnya tanpa kita sadari, kitapun termasuk diantara pekerja keras yg di atas itu.
Jadi coba meng-evaluasi diri kita sendiri, benarkah kita telah bekerja keras ?


JAWABAN ke 3 :
Jangan2 kerja keras yang anda lakukan adalah :
"KERJA KERAS untuk Tidak Melakukan Apa pun" ...
yang otomatis menjadi "BERHASIL tidak melakukan apa pun"

Yang dimaksud "tidak melakukan apa pun" adalah tidak berusaha melakukan pengembangan diri terhadap yang dikerjakannya, sehingga nilai tambah ke diri kita relatif tidak ada.
Nilai tambah itu bisa berupa kebiasaan yang lebih baik, syukur2 target2 menjadi lebih baik, dsb.

Yang lebih berbahaya adalah bisa jadi anda sebenarnya tidak melakukan apa2 tapi sudah merasa kerja keras.
Ada baiknya menggunakan terapi diri dengan menghadap cermin, sebagaimana disarankan Pak Mario Teguh, tanyakan pada diri anda melalui cermin : "Sebenarnya apa sih yang sudah anda lakukan ?!"


JAWABAN ke 4 :
Kalau ada orang yang secara fisik (plus pikiran sadar) bekerja sangat keras, tetapi secara finansial tidak mendapat banyak, maka itu menunjukkan bahwa MINDSET-nya memang tidak ingin kaya.
Untuk jelasnya ada tiga kondisi di bawah ini yg membuatnya menjadi tidak kaya.

Kondisi  A :
Memang mindsetnya sudah demikian (tidak kaya), dan memang tidak mau untuk mengubah (mengembangkan) mindsetnya.
Yang sangat dominan pada mindset seseorang adalah "PERASAAN"-nya (HATI-nya).
Jadi walau pun pikirannya ingin kaya, namun kalau hatinya tidak ingin kaya, tapi HANYA ingin bahagia dan sehat lahir bathin. Maka kerja keras yg dilakukannya cenderung menghasilkan hidup yang tidak kaya, namun bahagia dan sehat lahir bathin, tidak masalah dan tetap wajib disyukuri hidup yg demikian.

Kondisi B :
Cita-cita sesungguhnya ingin kaya “saja”, bukan ingin bermanfaat bagi orang banyak. Jadi hanya ingin kaya untuk dirinya sendiri.

Cita-cita seperti ini sangat sulit terwujud, walau pun sudah bekerja keras. Karena "KEKAYAAN (HARTA) itu hanya SEBUAH ALAT" untuk mencapai TUJUAN MULIA yaitu "BERMANFAAT bagi orang lain (orang banyak)".
Seandainya cita2 anda seperti ini, yaitu ingin kaya "saja". Maka segera diubah cita2 tsb, yaitu menjadi "INGIN BERMANFAAT BAGI ORANG BANYAK".

Dan selanjutnya setiap anda bekerja keras, orientasi dan sasarannya selalu ke arah berusaha agar yang anda kerjakan itu bermanfaat (membantu) orang lain (orang banyak). Maka otomatis anda akan diberi "alat" oleh  Yang Maha Memberi Kekayaan (Al-Mughnii), sedemikian rupa sehingga anda dapat mencapai tujuannya. Alat tersebut pada umumnya adalah "HARTA yang BERLEBIH". Karena praktis dengan harta yg berlebih, akan semakin banyak yg dapat dilakukan untuk membantu banyak orang (bermanfaat bagi banyak orang).

Kondisi C :
Cita-citanya ingin kaya, namun dalam praktek sehari-harinya tidak sesuai dengan keinginan tersebut.
Misalkan kurang dermawan (alias pelit). Hal ini sama saja dengan “pikirannya” ingin kaya, namun "MINDSET-nya" ingin miskin.

Membiasakan diri tidak dermawan (pelit), akan membentuk perasaan bahwa "HARTA KITA SEDIKIT", artinya kita "TIDAK KELEBIHAN HARTA". Otomatis ini akan membentuk "MINDSET tidak kelebihan harta (Mindset tidak kaya)". Yang tentu saja mindset tidak kaya inilah yang akan membawa diri anda untuk menjadi tidak kaya, bahkan miskin.  Walau pun telah bekerja keras, namun setiap kerja keras itu akan diarahkan oleh mindset kita untuk tidak menghasilkan harta yg berlebih.

Membiasakan diri untuk dermawan (suka memberi dng ikhlas), akan mendorong kita untuk merasakan bahwa kita "seolah-olah kelebihan" harta. Dan ini akan membentuk "MINDSET kelebihan harta (Mindset Kaya)". Yang tentu saja mindset kaya inilah yang akan membawa diri anda untuk menjadi kaya. Jadi disadari atau pun tidak, otomatis kerja keras anda akan "digiring" oleh mindset anda sedemikian rupa sehingga anda menjadi kelebihan harta (kaya).

Semoga bermanfaat.