Tampilkan postingan dengan label Love story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love story. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012

Jelang Kematian, Wanita Ini Tunjukkan Cinta Kepada Anaknya Lewat Blog

img 
Setiap tahun, ratusan ribu wanita meninggal karena kanker payudara. Penyakit itu pula yang menyerang salah satu wanita asal New Jersey, Meredith Israel Thomas. Dokter mengatakan kalau hidupnya tinggal tiga bulan lagi.

Awalnya, Meredith didiagnosa kanker payudara stadium 2. Baru berjalan dua minggu, kankernya bertambah ganas hingga memasuki stadium 4 pada 26 Juni 2009. Penyakit mematikan itu telah menjalar ke hati, kelenjar getah bening, tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang lainnya.

Setelah tiga tahun dia bisa melewati masa-masa senang bersama anaknya, dokter memvonis hidup Meredith hanya bertahan selama 3 bulan dari sekarang. Wanita berumur 39 tahun ini sangat sedih karena harus meninggalkan Niomi, putri tunggalnya yang baru berumur 5 tahun.

Meredith kemudian menulis blog agar suatu saat Niomi tahu bahwa ibunya sangat mencintainya. "Blog ini untuk Niomi, mungkin dia tidak ingat segalanya, tapi dengan ini dia akan ingat. Orang-orang akan bercerita padanya tentang ibunya yang sangat mencintai dia," tutur Meredith yang dirangkum dari Daily Mail.

Blog tersebut ditulis bukan karena takut akan kematian, tapi takut meninggalkan putrinya tanpa seorang ibu. Meredith takut buah hatinya tumbuh menjadi wanita yang tidak terurus. "Siapa nanti yang akan memberitahunya tentang menstruasi, membeli bra pertama, mengajarkan tari, menghindari perkelahian antar gadis, mengajarinya tentang laki-laki, dan menggunakan make up," ungkap wanita kelahiran 25 Juni 1973 itu.

Meredith dan suaminya, Gary memutuskan untuk tidak memberitahukan kondisi saat ini kepada Niomi. Dia pun selalu menyembunyikan efek dari kanker tersebut sehingga membuat Niomi bingung karena fisik sang ibu kian memburuk. Mulai dari sering kelelahan, rambut rontok, hingga perut yang membengkak.

Jelang kematiannya, Meredith sudah mempersiapkan psikolog anak yang dapat menenangkan Niomi saat dia meninggal. Dia pun membantu sang suami untuk menjadi orang tua tunggal. Kini, Meredith berharap masih bisa mengajak Niomi bermain ski, berjalan menyusuri pantai, memetik apel, dan menghirup udara bersama-sama sebelum dia pergi untuk selama-lamanya.

Senin, 27 Februari 2012

Perempuan Hermafrodit Hidup Sebagai Laki-laki Selama 41 Tahun

img  
Caroline Kinsey terlahir dengan dua jenis kelamin, perempuan dan laki-laki. Hingga usia 41 tahun ia adalah seorang laki-laki bahkan telah menikah dengan seorang wanita, karena orangtuanya tak memberitahu bahwa ia hermafrodit. Namun kini Caroline memutuskan untuk menjadi seorang perempuan.

Caroline Kinsey (42 tahun) tak mengetahui bahwa dirinya mengalami Disorder of Sex Development saat lahir. Orangtuanya tak pernah jujur hingga ia berusia 19 tahun. Karena rahasia itu, ia pun harus hidup sebagai pria hingga lebih dari 40 tahun.

Ia terlahir sebagai hermafrodit dengan memiliki dua organ kelamin. Namun saat masih bayi, orangtua mengoperasi vaginanya dan membuatnya menjadi seorang laki-laki bernama Carl John Baker.

Tapi dalam perkembangannya, Caroline merasakan ada yang berbeda dengan tubuhnya. Meski memiliki organ kelamin laki-laki, ia merasa tak sama dengan teman laki-laki sebayanya. Hingga akhirnya saat berusia 19 tahun ia baru tahu kebenarannya, bahwa ia terlahir dengan dua organ kelamin.

Ia sempat menikah dengan seorang wanita tapi pernikahannya gagal di tengah jalan. Setelah mengalami kegagalan pernikahan dan depresi, Caroline akhirnya memutuskan untuk mengenakan pakaian layaknya seorang perempuan 2 tahun lalu. Ia pun ingin menjalani operasi kelamin untuk bisa menjadi perempuan tulen.

Caroline lahir pada tahun 1968 di Bull Hill Hospital, Darwen, Lancashire, dari pasangan Monica dan Rudolph Baker. Tetapi saat melahirkan, orangtuanya sangat terkejut ketika perawat mengatakan bahwa bayi perempuannya juga memiliki organ kelamin laki-laki.

Setelah mengoperasi organ vaginanya, dokter pun menyarankan untuk tidak memberitahunya rahasia tersebut. Keluarga pun memperlakukan Caroline sebagai seorang laki-laki sejak saat itu.

Tapi saat masuk sekolah, Caroline baru menyadari bahwa ia benar-benar berbeda. Teman laki-laki memanggilnya dengan nama yang mengerikan dan teman perempuan mengatakan bahwa ia aneh. Masa sekolah merupakan masa terberat untuknya dan ia pun tidak pernah memiliki pacar (perempuan).



Kondisi hermafrodit atau interseks memiliki beberapa abnormalitas sehingga menyebabkan sexual ambiguity (ambigu seksual). Kondisi ini juga sering disebut dengan XX male syndrome.

Orang dengan kondisi ini bisa merupakan laki-laki, tetapi faktanya juga memiliki genetik perempuan, atau sebaliknya. Terkadang, beberapa orang interseks juga memproduksi sperma dan sel telur.

Banyak orangtua yang memutuskan untuk memilih salah satu jenis kelamin setelah sang anak lahir, beberapa sukses hingga dewasa namun tak jarang ada yang gagal, salah satunya adalah Caroline.

Minggu, 12 Februari 2012

Marilyn Monroe

Marilyn Monroe (1 Juni 1926 - 5 Agustus 1962) yang terlahir dengan nama Norma Jeane Mortenson adalah seorang aktris, penyanyi dan juga model terkenal asal Amerika Serikat. Hingga saat ini, dia merupakan bintang film dan simbol seks paling terkenal pada abad ke-20. Sosoknya adalah inspirasi bagi banyak bintang-bintang baru pada masa kini seperti yang terlihat jelas pada diri Madonna di awal kariernya.





Setelah beberapa tahun memainkan peran-peran kecil, Marilyn Monroe menjadi semakin terkenal atas keahliannya bermain komedi, kecantikannya serta penampilannya di layar lebar, sehingga dia menjadi salah satu bintang film yang sangat populer pada tahun 1950an. Belakangan dalam kariernya, Marilyn Monroe melakoni beberapa peran serius yang cukup sukses. Namun begitu ia tidak sempat memperoleh Academy Award sebagai pengakuan dirinya sebagai aktris "serius", hanya Golden Globe yang pernah diraihnya lewat film "The Misfits" pada tahun 1961 yang ternyata merupakan film terakhir yang ia selesaikan.




Namun demikian, permasalahan yang menyangkut karier maupun kehidupan pribadinya menjadi semakin buruk dan rumit. Kehidupan Marilyn Monroe berakhir mengenaskan, dia ditemukan tewas di rumahnya yang dipercaya sebagai akibat tindakan bunuh diri karena overdosis meminum obat tidur. Hingga saat ini, berbagai teori konspirasi menyangkut kematian Marilyn masih menjadi pokok pembahasan khususnya bagi para penggemarnya mulai dari keterlibatan keluarga Kennedy untuk membunuh Marilyn sampai teori bahwa Marilyn Monroe dibunuh oleh Mafia.




Marilyn Monroe sendiri menjadi inspirasi bagi banyak musisi dalam berkarya misalnya Elton John yang menciptakan lagu "Candle in the Wind (1974)" maupun grup rock Def Leppard yang mendedikasikan lagu mereka "Photograph" dari album mereka "HYSTERIA" (1981) untuk sang legenda.




Sampai saat ini salah satu ikon pop yang paling dikenal dunia adalah sosok Marilyn yang berdiri di atas saluran udara subway dengan rok yang terkembang.

Sabtu, 11 Februari 2012

Bung Karno, Marilyn Monroe, Imelda Marcos, dan The Beatles

Pernah mendengar kisah Bung Karno yang belum banyak diketahui orang? Atau, hubungannya dengan Marilyn Monroe, Imelda Marcos, dan The Beatles?



Saya menemukan artikel menarik yang jujur saya sendiri baru mengetahuinya saat ini. Berikut saya petikan kisah lengkapnya oleh Walentina Waluyant , seorang WNI yang tinggal di Belanda. Dia menulisnya di blog komunitas citizen jurnalism milik kolomkita.detik.com. Berikut saya bagikan tanpa perubahan. Silahkan dinikmati.

***
Kejadian “benci segi tiga” itu terjadi di era 1960-an. Ketika Bung Karno mengunjungi Filipina tahun 1964, suami Imelda,Ferdinand Marcos belum menjadi presiden. Ketika setahun sesudahnya, tahun 1965 suami Imelda diangkat menjadi presiden, Bung Karno memasuki ambang keruntuhannya.

Sukarno memang belum pernah bertatap muka dengan Imelda Marcos, mantan ibu negara Filipina. Walau kedua tokoh flamboyan tadi, Sukarno dan Imelda tak pernah bertemu, tapi keduanya mempunyai obyek yang sama untuk dimusuhi. Siapa musuh bersama mereka berdua? Siapa lagi kalau bukan The Beatles


Grup band asal Liverpool itu memang pernah bikin Bung Karno “alergi” dan bikin murka Ibu Negara Filipina, Imelda Marcos. Keduanya memang dikenal anti The Beatles, walau dengan alasan berbeda. Yang menarik, walau alasan anti The Beatles itu didasari latar belakang berbeda, tapi kisah tercecer di balik itu sama konyolnya. Inilah kisahnya!

Sudah banyak kita dengar kisah bagaimana Bung Karno melarang musik barat. Saya tidak ingin bercerita tentang Koes Plus yang dicekal karena musiknya yang “ke-beatles-beatles-an”. Itu sudah banyak kita dengar.

Dan bagaimana kisah perseteruan Imelda dengan The Beatles? Kenapa sampai John Lennon kapok dibuatnya? Kata John Lennon, “Saya tidak akan pernah mau lagi terbang ke Filipina. Bahkan cuma terbang lewat di atasnya juga ogah ah”, katanya.

Gara-garanya pengalaman pahit The Beatles ketika harus hengkang secara tidak menyenangkan dari Manila tahun 1966. Bagaimana kisahnya hingga Imelda yang tadinya kesengsem pada The Beatles, tiba-tiba jadi sangat murka pada anak-anak band itu?

***

Sebelum menengok insiden Imelda dengan The Beatles, sejenak kita tengok dulu situasi di tanah air tahun 1960-an. Anda tahu kan, bagaimana Sukarno memberantas musik ngak ngik ngok, termasuk musik Beatles dan Beatlemania di Indonesia.

Bukan cuma musiknya, tapi gaya rambutnya pun dilarang. Tukang cukur dilarang melayani pelanggan yang ingin memotong rambut ala The Beatles.

Razia rambut gondrong dilakukan di mana-mana. Bung Karno menyinggung dalam pidatonya tahun 1964, dia memerintahkan polisi untuk membawa anak-anak muda berambut model Beatles ke tukang cukur. Itu pidato resmi. Tapi di luar pidato, Bung Karno dengan tegas memerintahkan agar yang berambut gondrong dibikin plontos.

Kenyataannya, polisi memang tidak perlu membawa ”pasukan gondrong” ke tukang cukur. Karena polisinya sendirilah yang jadi tukang cukurnya. Inilah mungkin razia paling konyol dalam sejarah Indonesia. Karena orang yang kena razia, terpaksa manut saja model kepalanya dibikin kayak kelapa….langsung di tengah jalan! Jadi tontonan orang-orang.

Lha, polisi kok disuruh jadi hair-stylist dadakan. Hasilnya, tentu saja kepala anak-anak muda itu jadi pitak tidak karuan. Dan orang yang menonton tertawa-tawa. Apes anak-anak muda itu. Kètèrlaluan bah! Musiknya tak boleh, rambutnya haram……dan itu pun masih belum cukup!

Ternyata razia musik, razia rambut masih pula diikuti razia lain. Yaitu razia celana jengki, celana bray-cut, celana ketat ala The Beatles. Dilarang pakai celana ketat! Untuk menentukan seberapa ketatnya celana, polisi tidak perlu pusing-pusing. Cukup pakai botol bir. Jika di ujung celana di pergelangan kaki itu botol bir tidak bisa lagi dimasukkan, ini artinya celana itu terlalu ketat. Sebagai hukuman, celana itu harus digunting sampai paha. Gampang kan?

Senjata polisi cukup botol bir dan gunting. Jadi si korban razia tadi, sudah kepala pitak, celananya dibikin model kolor pula! Walaaah…..mau ikut mode, malah jadi salah model. Tidak heran penonton di jalanan jadi terpingkal-pingkal bersorak-sorai melihat dagelan gratisan itu.

***

Sebetulnya yang jadi soal bukan ngak ngik ngok-nya. Bukan soal gondrong dan celana jengki.Bukan soal “Amerika kita setrika, Inggris kita linggis” (jargon Bung Karno). Juga bukan soal dikipasi kelompok kiri. Sukarno bukan type plintat-plintut yang mudah dikipasi.

Masalahnya budaya ngak ngik ngok dan gaya anak-anak band itu, di mata Bung Karno, disuntikkan oleh imperialisme kapitalis. Buat Bung Karno, para imperialis itu hanya ingin merangsek Indonesia dengan segala cara. Termasuk melalui budaya. Itu yang jadi kutil dan bikin alergi Sukarno. Kebetulan saja yang terdengar dilarang adalah Beatles. Karena waktu itu band ini sedang digandrungi. Tapi sebetulnya yang juga ikut dilarang adalah musik barat produk kapitalisme lainnya, plus dansa-dansinya, termasuk musik Elvis Presley. Untung saja model jambul Elvis tidak ikut-ikutan dilarang.

Larangan musik tadi ikut bikin putra Bung Karno, Guntur Sukarnoputra yang waktu itu masih remaja jadi mangkel juga. Padahal Guntur itu hobinya musik. Sejak kelas 5 SD sudah main gitar dan punya kelompok band. Ketika SMP Guntur membentuk band Ria Remaja. Sebagai anak muda Guntur juga ingin mencoba memainkan musik yang sedang trend. Termasuk musik The Beatles yang dikatakan bapaknya ngak ngik ngok.


Guntur bercerita dalam wawancaranya, “Kalau ketahuan oleh Bung Karno saya ikut main musik, ya dipelototin atau ditegur. Hey, kamu main ngak ngik ngok, ya? Awas, jangan main lagi!”. Lalu dilanjutkannya, “Tapi kalau nggak ketahuan ya saya main lagi….ha…ha…ha…”

Di luar larangan musik barat, Bung Karno kadang “kena sentil” juga oleh joke orang-orang terdekatnya. “Kalau cewek western pasti Bung ndak bisa nolak kan?”. Menolak Marylin Monroe? Mana tahan. Rasanya tak akan ada yang percaya Bung Karno bisa bilang “NO” buat cewek, tidak perduli dia dari barat, utara maupun selatan. Memang susah cari presiden tanpa cela. Seperti kata Sukarno, “manusia mana yang tidak punya kekurangan?”.


Bung Karno sejak semula menolak The Beatles karena alasan ideologi. Lain dengan Imelda. Tadinya ibu negara ini memang sengaja mengundang The Beatles ke istana Malacanang karena memang demen plus demam The Beatles. Maklum, The Beatles lagi jaya-jayanya. Jadi idola di seantero dunia.


Ketika itu The Beatles diundang oleh penyelenggara showbiz untuk konser di Manila. Lalu berangkatlah mereka ke Manila. Saat mereka sedang beristirahat di hotel, tiba-tiba ada permintaan mendadak dari ibu negara, agar mereka segera datang ke istana. Rupanya Imelda ingin pertunjukan khusus untuknya di istana. Undangan Imelda ini tak terduga, dan itu di luar jadwal show. Karena itu dengan enteng The Beatles menolak undangan itu.Akibat penolakan tadi, Imelda Marcos sang ibu negara menjadi menjadi sangat murka! Ini penghinaan terhadap ibu negara! Pasangan suami istri Marcos yang bertangan besi itu ditakuti di seluruh Filipina. Lha anak-anak gondrong slebor dari Inggris itu kok berani-beraninya bilang “NO” pada istri diktator. Kira-kira yang ada di pikiran Imelda, “buseeet….mereka belum kenal siapa saya!!!”.


Tapi sebetulnya penolakan The Beatles itu juga karena sejak pertama kali tiba di bandara, perasaan mereka sudah tidak nyaman. Ringo Starr bilang, di setiap sudut terlihat orang-orang bawa senjata. Selain itu, menurut George begitu tiba mereka tidak menerima respek yang pantas. Petugas membentak-bentak memberi instruksi. Padahal mereka sudah keliling dunia, dan di mana-mana mereka selalu dihormati. Jadi memang sejak awal kesan tentang Filipina sudah begitu menakutkan.

Kesan menakutkan itu semakin bertambah, ketika baru saja beristirahat di hotel. Sambil berbaring setelah perjalanan melelahkan, mereka sangat kaget ketika pintu kamar terdengar digedor keras sekali. Terdengar keributan di luar pintu. Begitu pintu dibuka, sejumlah petugas bersenjata membentak, “Cepat! Kalian harus segera ke istana sekarang juga! Kalian sudah ditunggu ibu negara!”. Padahal sebelumnya tidak ada perjanjian tentang itu. Permintaan mendadak yang memaksa-maksa dan dirasa tidak sopan itu, membuat mereka tak berpikir panjang, dan berkata “No, no, no!!!”.

Sesudah penolakan itu, The Beatles merasakan sangat jelas ada skenario yang diatur untuk mengintimidasi kehadiran mereka di Filipina.

Segalanya pun menjadi mimpi buruk. Setiap menit yang mereka lalui di Manila rasanya seperti seabad. Konser mereka dihadiri penonton yang jumlahnya seperti jumlah penonton festival nyanyi tingkat kecamatan. Padahal rencananya itu adalah pertunjukan akbar dengan massa bejibun.

Pelayanan di hotel tiba-tba menjadi sangat tidak ramah. Makanan dari hotel kelihatan sangat buruk sehingga mereka jadi tak berselera menyantapnya.

Perlakuan lebih buruk lagi mereka terima ketika tiba saatnya meninggalkan Filipina. Untuk mencapai bandara, terpaksa mereka harus menumpang motor orang yang kebetulan lewat. Soalnya tidak seorang pun mau memberi mereka tumpangan mobil. Belum lagi caci maki yang mereka terima di sepanjang jalan. Orang-orang tak segan-segan meludah kasar di depan mereka. Bahkan mereka harus membawa segala peralatan sendirian karena tak seorang pun kuli pengangkut yang bersedia membantu.

Eskalator di bandara tiba-tiba berhenti pas ketika mereka hendak menapak kaki ke tangga berjalan itu. Padahal mereka membawa kopor dan peralatan berat. Terpaksa dengan ngos-ngosan mereka harus melalui tangga biasa. Beberapa orang kelihatan seperti ingin memukul dan menyerang mereka sambil memaki kasar, “Keparat! Kalian minggat sana sekarang juga!!!”.

Paul McCartney bilang, di ruang tunggu bandara mereka memilih duduk di belakang serombongan biarawati yang kebetulan ada di sana. Perhitungannya, orang-orang di negara Katolik tidak akan berani menyerang orang yang berada di dekat biarawati. Paul menggambarkan, mungkin itu jadi pemandangan unik jika ada yang memotret adegan tadi. Maksudnya kombinasi kontras antara “the bad boys” dan biarawati yang alim santun

Setelah bersusah payah, akhirnya mereka berhasil tiba di pesawat. Kontan mereka mencium kursi pesawat, karena kelegaan yang luar biasa. Rasanya seperti baru lolos dari maut.


Paul menuduh Marcos dan Imelda telah dengan sengaja menggunakan kediktatorannya mengatur orang-orangnya untuk meneror mereka selama di Manila. Saking geramnya, Paul berkata, “Seandainya saya punya bom, saya sudah menjatuhkan bom di sana!”. Sejak itu mereka bersumpah tidak akan pernah mau lagi menginjakkan kaki di Filipina.

Belakangan, Imelda Marcos memberi komentar dalam wawancaranya ketika ditanya apa pendapatnya tentang musik The Beatles. “The Beatles? Saya tidak pernah suka musik mereka. Musik mereka mengerikan!”, kata Imelda.

***
Siapa sangka seorang ibu negara terhormat, anggun dan cantik jelita bisa mengeluarkan pernyataan konyol semacam itu, hanya karena ngambek gara-gara maunya ditolak?

Ukuran suka atau tidak sukanya Imelda memang “suka-suka”. Sentral Imelda adalah “AKU”. Begitu “AKU”-nya tidak dituruti, maka Beatles yang tadinya dinantinya di istana dengan suka cita, kini dibencinya dengan suka-suka. Kalau maunya dituruti bilang “nice”, kalau tidak dituruti bilang “ horrible”. Wah, rupanya orang terhormat bisa juga bereaksi kekanak-kanakan kalau maunya ditolak.Dan bagaimana ukuran suka atau tidak suka dari Bung Karno? Buat Bung Karno, urusan suka atau tidak suka itu urusan nomor dua. Ini bukan soal “AKU”. Nomor satu itu ideologi. Yang penting jangan coba ganggu gugat ideologi anti imperialisme. Sentral Bung Karno adalah “ISME”. Begitu isme-nya dan isme Beatles tidak se-harmoni, maka gunting dan botol bir yang bicara. Jangan membandingkan Bung Karno dan Imelda dong! Jauh amat! Begitu kata anda.

Membandingkan Imelda Marcos dan Bung Karno? Yang satu penghamba imperialisme kapitalis kalau perlu mengorbankan karakter bangsa. Dan yang satu arsitek karakter bangsa, karena itu menolak menghamba pada imperialisme kapitalis. Jelas beda jauh kan?

Jumat, 10 Februari 2012

Perempuan desa..[dalam satu cerita]

Perempuan itu sedang menyeka air matanya dengan selendang yang sudah lusuh. Tidak bisa mengeluarkan suara sekadar untuk gumamkan gumpalan sedih di dadanya.


Tangannya sedang mengaduk kopi saat itu. Beberapa bulir air yang jatuh dari sela matanya yang tidak seindah saat ia masih sebagai perawan desa dulu, jatuh. Teraduk serta dalam kopi yang akan disajikan ke hadapan suaminya. Bukan karena ia ingin agar lelaki yang sudah menjadi suaminya itu bisa merasakan seperti apa air mata itu. Tidak, ia tidak terpikir untuk itu.

Ada jengah di kedalaman perasaannya sebagai seorang perempuan. Saat ia ingin membawa dua gelas kopi itu. Sebab, dengan begitu ia harus melihat perempuan muda yang baru dinikahi suaminya. Perempuan muda yang membuatnya tidak pernah bisa mengerti. Sudah tahu lelaki itu sudah beristri, namun masih juga menerimanya menjadi suaminya juga. Padahal perempuan yang ditaksirnya masih berusia sekitar 27 tahun itu, bukan dijadikan istri kedua. Tetapi, menjadi istri kelima.

Apalet. Suaminya itu dikenal sebagai lelaki yang senang main perempuan. Ia sudah berkali-kali menikah. Biasanya, setiap ia merasa sudah tidak memiliki kecocokan, pasti langsung ditalaknya. Tidak berapa lama ia akan menikahi perempuan lain.
Hanya Buleuen, perempuan yang menjadi istri pertama itu saja yang tidak akan pernah dicerai. Bukan karena Buleuen masih sangat cantik. Tidak, kecantikan hanya sisa-sisa yang sebagiannya sudah luntur oleh matahari. Sebab sehari-hari ia harus mengupah sebagai buruh tani untuk hidupi kelima anaknya yang masih kecil-kecil. Apalet tidak pernah mencerainya karena cuma ia saja yang sudah berikan anak untuk lelaki itu. Selain, Buleuen tidak pernah banyak menuntut pada lelaki yang lebih banyak menghabiskan waktu di meja judi itu.

Jika beras habis, daripada meminta pada suaminya, Buleuen lebih memilih untuk mengutang pada tetangganya dan kemudian membayar kalau ia sudah menemukan pekerjaan di sawah atau ladang siapa saja nantinya. Begitu terus. Apalet juga, setiap modalnya berjudi tandas, seringkali dengan leluasa bisa mengambil uang simpanan Buleuen yang biasanya disimpan di balik bantal. Buleuen tidak akan mengatakan apa-apa.

Hari itu, suaminya datang kembali ke rumah itu. Buleuen sangat hafal tabiat lelaki yang sudah menikahinya hampir 20 tahun itu. Ia pulang kalau sedang sakit, kehabisan uang atau sedang dalam kejaran polisi. Sebab, ia juga sering terlibat penjualan ganja lintas provinsi. Cuma, kali ini sedikit berbeda. Buleuen dibawa pulang oleh-oleh dari Medan. Beberapa baju bagus yang pertama dulu hanya diberikan saat baru-baru menikah. Sekarang ia mendapatkannya lagi. Lengkap dengan uang beberapa ratus ribu rupiah. Karena dagangan lelaki itu berupa tanaman haram bernama ganja itu berhasil diloloskan ke Batam. Dari sana ia mendapat uang banyak yang dipuaskan untuk berjudi. Juga untuk kawin lagi.

Uang itu tidak membuatnya merasa lega. Sebab, saat membawakan kopi ke hadapannya, Apalet meminta Buleuen untuk tidur di ruang depan nanti malam. Kamar satu-satunya yang biasa mereka tempati sejak dari pertama menikah, malam ini dipakai untuk lelaki itu dengan perempuan yang cantik dan bermake up tebal yang ia bawa juga bersamanya.

Buleuen tidak bisa bicara apa-apa. Ia kehilangan suara. Hanya mengangguk dan mencoba menahan air matanya untuk tidak jatuh di depan lelaki itu.

Kamis, 16 Juni 2011

Fase Pernikahan dan Tantangannya


Inilah lima fase penting perkawinan dan apa saja yang perlu Anda ketahui:


Fase 1: Bulan madu


Tahun-tahun pertama hingga sebelum kedatangan anak-anak adalah masa penuh gairah dan cinta. Semua selalu tentang Anda berdua. Berlibur berduaan ke tempat terpencil, bercinta di waktu-waktu tak terduga, semuanya membuat hubungan terasa begitu romantis bak di film-film.

Namun, sebaiknya Anda juga perlu berusaha membangun fondasi rumah tangga dari hal-hal yang berada di luar urusan kamar tidur. Ini saatnya bicara, apa yang akan Anda berdua rencanakan untuk masa depan keluarga. Kapan akan punya anak, lalu bagaimana karier Anda dan suami. Siapa yang akan mengasuh anak nanti, dan apa harapan suami untuk anak-anak dan juga Anda. Bicarakan ini, maka selanjutnya Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk perdebatan yang tidak perlu.

Fase 2: Memantapkan fondasi


Anak-anak mungkin belum lahir, tapi Anda mulai mengetahui kekurangan, kelebihan, serta kebiasaan buruk pasangan--begitu pula dengan dirinya terhadap Anda. Di tahap ini, Anda perlu belajar pentingnya kerjasama tim di dalam keluarga. Samakan kembali visi dan misi ke depan dan jalin kedekatan dengan orang-orang yang berpengaruh terhadap Anda berdua, seperti keluarga besar misalnya.


"Salah satu penyebab pasangan suami-istri mengalami perceraian pada fase ini adalah karena mereka tidak berusaha untuk mempertemukan dua pikiran, dan malah menghindari perbedaan pendapat," kata Beverly Hyman, PhD, salah satu penulis buku How to Know If It's Time to Go: A 10-Step Reality Test for Your Marriage.

Fase 3: Keluarga adalah segalanya


Ini adalah fase terpenting dari kehidupan berkeluarga. Pada saat ini, Anda sudah membangun keluarga utuh dengan beberapa orang anak, membeli mobil dan rumah, dan mulai mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan masa depan. Hidup jadi semakin sibuk, dan menurut Dr Hyman, inilah saat yang rawan. Sebab, Anda jadi kurang memiliki waktu untuk berpikir tentang pasangan, bagaimana caranya agar bisa punya banyak waktu berdua, dan bagaimana menikmati keintiman dengan pasangan. Yang lebih banyak Anda pikirkan adalah anak-anak, pekerjaan, dan utang-utang yang harus dibayar.


"Sempatkan untuk berbicara dari hati ke hati dengan pasangan. Atur rencana untuk bisa berduaan saja. Tidak perlu sampai meninggalkan anak, tapi mungkin dengan menunggu mereka tidur di malam hari, lalu Anda bisa nonton berduaan dengan pasangan dan bercakap-cakap. Lebih baik lagi, bila setelahnya 'percakapan' ini berlanjut di atas ranjang," saran Dr Hyman.

Fase 4: Kembali berdua


Ketika anak-anak sudah besar, menuntut ilmu atau bekerja di kota lain dan lebih sibuk dengan urusan pribadinya, Anda akan mendapati bahwa inilah saat ketika Anda kembali berduaan dengan pasangan. Berbeda dengan dulu pada waktu baru menikah, Anda mungkin bisa dibilang tidak punya banyak beban. Segala yang bersifat material sudah tercapai dan secara emosional Anda dan pasangan juga sudah jauh lebih matang.
Dr Hyman menyarankan Anda berdua untuk memanfaatkan fase ini dengan mencoba berbagai pengalaman baru. Seperti menekuni olahraga, berkebun, atau memelihara binatang. Anda bisa melakukannya bersama pasangan atau sendiri-sendiri.

Fase 5: Lengkaplah sudah!


Anak-anak sudah menikah dan membina rumah tangganya sendiri. Anda juga sudah pensiun dari pekerjaan dan punya banyak waktu bersama pasangan. Pada fase ini, Anda perlu menikmati segala yang telah Anda dapat selama perjalanan waktu. Tidak banyak yang perlu Anda hadapi lagi di fase ini, selain menyongsong hari tua bersama pasangan, sambil selalu menjalin kedekatan dengan anak dan cucu.

Kamis, 14 April 2011

Kisah cinta sepasang burung

Kisah cinta mengharukan sepasang burung barn swallow...

(Foto ini dilaporkan diambil di wilayah Ukraina, negeri yang dulu pernah menjadi bagian Uni Sovyet. Dimana seekor burung sedang mencoba untuk menyelamatkan pasangannya. Jutaan orang menangis setelah melihat gambar ini di Amerika dan Eropa. )



Burung betina ini terluka parah
(Here his mate is injured and the condition is appalling)




Pasangannya membawakan makanan dan mencoba menyuapi si betina
(Here he brings her food and attend her with love and compassion)





Namun si betina akhirnya mati. Si jantan masih mencoba menggerakkan tubuh tak bernyawa itu
(Brings her food but shocked with her death and try to move her)




Si jantan mulai sadar kalau si betina sudah mati. Si burung jantan ini pun menjerit penuh duka
(He is aware that his sweetheart is dead and will not come to him again he cries with adoring love)




Si jantan tak mau menerima begitu saja kematian pasangannya. Ia terus menjerit pilu di sisi jasad si betina
(Stand beside her and scream saddened of her death)




Sadar bahwa si betina tak mungkin hidup lagi, si burung jantan tetap bertahan di sisi jasad beku itu dengan segala kesedihan
(Finally aware that she would not return to him and she has departed, stands beside her body, sad and sorrow)