Tampilkan postingan dengan label liga inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liga inggris. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Mei 2012

The Blues Chelsea Juara Liga Champions


Klub asal Inggris akhirnya meraih impian mereka menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya, setelah mengalahkan Bayern Muenchen, di laga final yang digelar di Allianz Arena, Minggu (20/5/2012) dinihari Wib. Kepastian Chelsea juara didapat setelah mereka menang adu penalti 5-4 (1-1). 

Bermain di Allianz Arena yang notabene merupakan markas mereka sendiri, Bayern Muenchen sebenarnya tampil mendominasi sepanjang pertandingan. Trio Mario Gomez, Arjen Robben, dan Frank Ribery, berkali-kali malancarkan serangan ke lini pertahanan Chelsea, yang di pertandingan final ini tampil tanpa kapten mereka John Terry.

Namun disiplinnya permainan lini belakang Chelsea, ditambah kurang tenangnya pemain depan Muenchen dalam penyelesaian akhir, membuat tak satupun peluang Muenchen berbuah gol. Mario Gomez, Robben, Ribery, hingga Thomas Müller, sempat memperoleh peluang bagus. Sayangnya tak satupun yang berhasil menembus gawang Chelsea.

Sebaliknya tim asuhan Roberto Di Matteo, hanya sesekali melakukan serangan. Namun seperti halnya Muenchen, kurang tenangnya pemain Chelsea, membuat semua serangan yang dibangun bisa dipatahkan lini belakang Muenchen. Alhasil hingga akhir babak pertama, skor imbang 0-0 untuk kedua tim tetap tak berubah.

Di babak kedua permainan tak jauh berubah. Muenchen lebih banyak menyerang, sementara Chelsea hanya sekali-sekali melakukan serangan balik.

Chelsea Juara Setelah Abramovich Pecat Tujuh Pelatih

Telah lama Roman Abramovich memimpikan klub miliknya Chelsea meraih gelar juara Liga Champions. Sejak awal membeli klub London itu, Abramovich telah mengeluarkan “berkarung-karung” uang demi menggapai impian menjadi juara eropa.

Sudah banyak pemain bintang yang dibeli. Demikian pula pelatih ternama yang direkrut. Namun justru di tangan Roberto Di Matteo yang hanya berstatus pelatih sementara, mimpi Abramovich tercapai.

Saat dibeli Abramovich di tahun 2003, Chelsea masih ditangani oleh Claudio Ranieri. Karena tak puas dengan pelatih asal Italia itu, Abramovich mendepak Ranieri, dan merekrut Jose Mourinho yang baru saja membawa Porto menjadi juara Liga Champions 2004.

Mourinho kemudian dipecat tahun 2007, karena tak kunjung membawa Chelsea juara Liga Champions. Saat Mou didepak, Avram Grant datang menggantikan. Namun ia hanya bertahan setahun, karena pada musim 2008 pelatih asal Israel itu ikut dipecat. Ia pelatih asal Brasil, Luis Felipe Scolari, yang pernah membawa Seleccao juara Piala Dunia 2002.

Scolari rupanya juga tak bertahan lama. Pada pertengahan musim 2008, ia ‘diusir’ dari Stanford Bridge, dan digantikan Guus Hiddink, yang saat itu juga berstatus pelatih Timnas Rusia.

Hiddink hanya menjadi pelatih sementara. Awal musim 2009, Abramovic merektur Carlo Ancelotti dari AC Milan. Namun Don Carlo juga dipecat pada musim 2011, dan digantikan Andre Villas-Boas di awal musim 2011/2012.

Prestasi Chelsea yang menurun di tangan Villas-Boas, membuat Abramovich kembali kecewa. Villas-Boas pun hanya bertahan setengah musim, dan digantikan oleh Roberto Di Matteo.

Rupanya di tangan Di Matteo Chelsea menemukan keberuntungannya. Buktinya mereka berhasil mengalahkan Bayern Muenchen di final Liga Champions, sekaligus memastikan diri meraih gelar juara untuk pertama kalinya.

SPURS MERANA

Kegagalan Bayern Muenchen menghentikan laju Chelsea dalam final Liga Champions di Allianz Arena, Ahad (20/5) dini hari, membuat Tottenham Hotspurs merana.  
 
Apa pasal? Itu lantaran nasib the Lilywhites--julukan Hotspurs--melaju ke Liga Champions musim depan sangat bergantung pencapaian Chelsea.

Hotspur pun kini harus rela menyerahkan jatah slot terakhir Liga Primer Inggris untuk tampil di Liga Champions musim depan ke kubu the Blues. 

Padahal mereka hampir dipastikan lolos setelah mampu menduduki peringkat keempat klasemen akhir, sementara Chelsea hanya mampu nongkrong di urutan keenam.

Dari empat jatah tiket Liga Champions untuk klub Inggris, tiga lainnya direbut Manchester City, Manchester United, dan Arsenal. Akibat penggusuran itu Hotspur harus puas bermain di Liga Eropa musim 2012/2013.

Pelatih Hotspurs Harry Redknapp mengaku sewot timnya gagal lolos ke Liga Champions gara gara Chelsea. Redknapp pun seolah tak peduli kalau keponakannya Frank Lampard, sedang merayakan kemenangan bersama "Si Biru".

Menurut Redknapp, klub tidak menginginkan tampil di Liga Eropa, melainkan lebih penting ambil bagian di Liga Champions. 

"Itu lah kesulitan di sepakbola. Kami profesional, dan Frank tahu saya ingin Tottenham main di Liga Champions," ujar Redknapp dikutip AFP.

Bayern kalah 3-4 dalam adu tendangan penalti setelah sempat unggul di menit ke-83 melalui tembakan Thomas Mueller. Didier Drogba kemudian berhasil menyamakan kedudukan pada sisa waktu dua menit babak kedua, sebelum Robben gagal mencetak gol melalui peluang penalti di babak pertambahan waktu.

 


Minggu, 13 Mei 2012

Klasemen Akhir Liga Inggris 2011-2012



Berakhir sudah gemerlap Liga Inggris musim kompetisi 2011-2012. Drama kemenangan Manchester City atas Queens Park Rangers seakan menjadi penutup yang sempurna di musim ini. Bagaimana tidak, disaat Manchester United sudah siap merayakan gelar juara, Sergio Aguero datang sebagai penyelamat untuk tetap membawa City berada di puncak klasemen akhir musim ini.

Ya, City memang sukses memastikan gelar juara di menit terakhir mereka di musim ini. Gol Aguero di menit 95, setelah sebelumnya Pablo Zabaleta dan Edin Dzeko mencetak gol di menit 39 dan 92 sudah cukup untuk membuat United gigit jari meski mereka mampu menang atas Sunderland lewat gol semata wayang Wayne Rooney.

Beralih ke perburuan tiket Liga Champions, Arsenal sukses mengamankan posisi di peringkat ketiga sekaligus lolos ke fase grup Liga Champions 2012-2013 setelah menumbangkan tuan rumah West Bromwich Albion 2-3.

Sementara Tottenham Hotspur, meski mampu meraih posisi keempat, masih harus menunggu kepastian final Liga Champions musim ini. Andai Chelsea mampu menjadi juara, maka pupuslah mimpi Gareth Bale dkk untuk berlaga di kompetisi terelite antar klub Eropa tersebut.

Dari papan bawah, Bolton Wanderers harus rela bermain di Divisi Championship musim depan setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Stoke City. Bolton akan menemani Blackburn Rovers dan Wolverhampton Wanderers yang telah lebih dulu turun kasta.

Berikut adalah klasemen akhir Liga Inggris 2011-2012:

Rayakan Ultah, Notts County Ingin Ujicoba Dengan Juve

Klub asal Nottingham itu dengan Juventus telah terhubung selama 108 tahun sejak klub Italia tersebut mengganti seragam merah jambu mereka dan mengadopsi garis-garis hitam-putih milik Notts County.

 

UNTUK merayakan ulang tahun ke-150, klub sepakbola tertua asal Inggris, Notts County, berkeinginan untuk memainkan sebuah pertandingan ekshibisi menghadapi juara Italia, Juventus, di stadion Meadow Lane.

Klub asal Nottingham, yang finis di peringkat ketujuh League One (level ketiga), dengan Juventus telah terhubung selama 108 tahun sejak klub Italia tersebut menukar seragam merah jambu mereka dan mengadopsi garis-garis hitam-putih Notts County pada kostum yang mereka kenakan sampai hari ini.

Juventus mengundang County pada peresmian stadion baru mereka dengan pertandingan persahabatan pada September silam, dan kini klub Inggris tersebut menginginkan Juventus untuk membantu mereka merayakan kiprahnya sebagai klub liga pertama yang mencapai usia 150 tahun.

"Bukan rahasia besar bahwa kami ingin bermain dengan Juventus di sini, dan kami telah berbicara dengan satu atau dua orang-orang besar di Liga Utama juga," ungkap ketua eksekutif, Jim Rodwell, kepada Nottingham Post, Rabu (9/5).

"Namun itu sangat sulit, karena kami menunggu mereka semua menyelesaikan musim-musim kompetisinya."

"Dalam banyak rasa hormat terhadap perayaan ke-150 tidak dapat berada di waktu yang lebih buruk lagi, sebab kejuaraan Eropa dan Olimpiade telah memperumit rencana-rencana kami, namun saya rasa menduga bahwa orang-orang yang mendirikan klub ini pada 1862, bahwa mereka tidak berpikir sejauh ini."

Notts County, salah satu klub yang mendirikan Liga Sepak bola pada 1888, menghabiskan sebagian besar sejarah mereka di luar kompetisi papan atas dengan hanya satu kali meraih gelar besar, yakni Piala FA 1894.

Galery Foto Mancester City Juara Liga Inggris





















Manchester City juara liga Inggris

Titel juara Liga Primer Inggris akhirnya berhasil direngkuh Manchester City. Didapat dengan cara yang dramatis, hasil itu pun disebut sebagai penutup yang amat sempurna.

City memulai laga penutupnya di Liga Primer sebagai pemuncak klasemen, meski hanya unggul selisih gol saja dari juara bertahan Manchester United. Dengan skenario itu, drama menegangkan pun lantas tersaji di stadion Etihad.

Dengan MU bermain di waktu bersamaan, dan sudah unggul atas Sunderland lewat Wayne Rooney di menit ke-19, City pun berada di bawah tekanan untuk menjebol gawang QPR.

Baru di menit ke-38 City memberikan jawaban lewat gol Pablo Zabaleta. Namun, jantung fans City niscaya berdegup kencang ketika QPR membalas lewat Djibril Cisse dua menit memasuki paruh kedua laga.

City mendapat angin ketika Joey Barton dikartu merah pada menit 54, membuat QPR mesti bermain dengan 10 pemain. Sial untuk City, keunggulan pemain gagal dimanfaatkan dan gawang Joe Hart justru kembali jebol, kali ini lewat Jamie Mackie pada menit 66.

Dalam keadaan City tertinggal 1-2, pertandingan memasuki waktu injuty time sebanyak lima menit. Di periode inilah kemudian The Citizens memastikan gelar juara lewat gol Edin Dzeko dan Sergio Aguero.

Akhir Penantian 44 Tahun City

Sudah sedemikian panjang penantian Manchester City guna kembali menjuarai liga teratas di Inggris. Butuh lebih dari empat dekade untuk gelar jawara Inggris kembali disandang City.

City tampil sebagai kampiun Liga Primer Inggris dalam salah satu hari terakhir paling dramatis di kompetisi tersebut. Di menit injury time, dua gol dilesakkan City untuk menjuarai liga setelah 44 tahun berlalu.

Sampai dengan menit injury time, City yang tertinggal 1-2 dari QPR tampak harus bersiap kehilangan gelar juara dari Manchester United, rival sekota yang juga tim tersukses di era Liga Primer.

Akan tetapi, gol dari Edin Dzeko dan Sergio Aguero di waktu tersisa membuat City menang 3-2 atas QPR dan finis di posisi teratas klasemen atas keunggulan selisih gol dari MU.

Untuk City, itu menjadi gelar juara liga ketiga dengan dua sebelumnya diraih pada 193637 dan 196768. Ini juga menjadi gelar juara pertama City sejak era Liga Primer.

Kemenangan di kandang atas QPR itu sekaligus mengukuhkan predikat City sebagai "jago kandang" musim ini.

Dengan 55 poin di kandang, hasil dari 18 kemenangan dan satu hasil imbang tanpa pernah kalah, City bukan saja memiliki rekor kandang terbaik musim ini. Infostradalive juga menyebut bahwa hasil itu menyamai rekor Liga Primer dalam hal jumlah poin kandang terbanyak dalam semusim, yang sebelumnya dipegang oleh Chelsea musim 2005/06 dan MU musim lalu.

Dengan membuat 93 gol dan kemasukan 29 gol saja, City juga menjadi tim terproduktif sekaligus paling sedikit kebobolan musim ini. Sebelum ini kali terakhir sebuah tim memenangi Liga Primer dengan catatan tersebut adalah MU pada musim 2007/08.

The Citizens Kini Ingin Taklukkan Eropa

 

Trofi Premier League yang didapat pada musim ini sangat berarti bagi Manchester City. Namun, mereka tak mau lekas puas dengan capaian tersebut. Target selanjutnya adalah kompetisi antarklub Eropa.

Setelah melewati musim yang panjang, melelahkan, sekaligus mendebarkan, City akhirnya tampil sebagai kampiun Premier League musim ini. The Citizens mengalahkan rival sekotanya, Manchester United, lewat keunggulan selisih gol.

City harus benar-benar berjuang hingga menit-menit akhir untuk bisa berpesta. Mereka butuh gol Kun Aguero di masa injury time untuk mengalahkan Queens Park Rangers 3-2

Sepanjang sejarah City, ini adalah titel liga ketiga mereka dan yang pertama sejak tahun 1968. Titel liga musim ini juga jadi yang pertama di era Premier League.

Dengan kesuksesan musim ini, investasi besar-besaran yang dilakukan oleh pemilik City, Sheikh Mansour, pun mulai membuahkan hasil. Setidaknya, dalam dua musim terakhir, klub miliknya sudah bisa memenangi dua gelar paling top di daratan Inggris. Kalau musim ini City berjaya di Premier League, di musim sebelumnya mereka merajai Piala FA.

Setelah merebut gelar, tantangan selanjutnya untuk tim besutan Roberto ini adalah mempertahankannya pada musim depan. Bisakah mereka melakukannya?
sekaligus membuat 'Setan Merah' yang sempat sumringah gigit jari.

Selain di level domestik, musim depan City juga akan berlaga di Liga Champions. Mereka bertekad untuk sukses di ajang tersebut setelah di edisi musim ini tersingkir di babak grup.