Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Juli 2014

Palestina, Jangan Menangis Gaza

TEMPO.CO, Gaza - Konflik antara Israel dan Palestina semakin memanas di Jalur Gaza. Pada Rabu, 9 Juli 2014, pemerintah Pakistan menyatakan serangan udara yang dilakukan Israel sebagai aksi balasan terhadap serangan roket Hamas telah menewaskan puluhan orang.

Mengutip laporan Reuters, ledakan yang bergema sepanjang siang dan malam itu telah menewaskan 23 orang, 17 di antaranya warga sipil, termasuk 5 anak-anak. Sedangkan dari pihak Israel sedikitnya dua orang terluka. (Baca: Abbas Minta Israel Hentikan Serangan Udara)

Hamas mengaku telah meluncurkan roket ke sejumlah kota, termasuk Tel Aviv, Yerusalem, Haifa, dan Hadera. Serangan roket ini kemudian dibalas dengan serangan udara oleh Israel. Negara dengan mayoritas warga Yahudi ini mengancam akan terus menyerang Gaza jika serangan roket Hamas tak berhenti. (Baca: Abbas Temui Keluarga Remaja Palestina yang Dibakar)

Serangan yang tercatat sebagai serangan paling parah di Gaza sejak November 2012 lalu ini dimulai dari tewasnya seorang remaja Palestina di sebuah hutan di Yerusalem. Kematian remaja berusia 16 tahun ini diduga disebabkan oleh aksi balas dendam setelah tiga remaja Israel, yakni Natfali Frenkel, Gilad Shaar, dan Eyal Yifrach, ditemukan tewas di Halhul di utara Hebron, Palestina.
 
Berikut adalah foto-foto saudara kita yang ada di Gaza yang ane temukan di sosial media sosial.


























 

Sabtu, 20 Juli 2013

Kisah pelacur orangutan di rimba Borneo

Sebuah berita lama terangkat kembali lantaran ramai di jejaring sosial Twitter. Orangutan asal wilayah Kerengpangi, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah dijadikan pelacur melayani nafsu bejat banyak lelaki di tempat itu.
Situs vice.com melaporkan peristiwa ini terjadi lima tahun lalu (2007). Pony nama orangutan itu hidup di tengah-tengah lokalisasi di Kerengpangi. Dia dipelihara oleh seorang gundik tidak disebutkan namanya. Sekitar umur lima tahun Pony mulai diajarkan melayani para pencari kenikmatan.
Berdasarkan wawancara vice.com dengan direktur Organisasi Penyelamatan Orangutan Borneo Michelle Desilets, keadaan Pony sangat mengenaskan saat diselamatkan dari tempat prostitusi itu. Dia dirantai, tiduran di atas matras, dan semua bulunya dicukur.
Pony seolah telah dilatih menjadi pelacur. Jika ada lelaki berjalan mendekatinya dia langsung bergaya seperti menjajakan diri. Gundiknya mengatakan Pony menjadi bintang di rumah bordilnya. Pendapatan gundik itu jadi berlipat-lipat dan dia pun dianggap sebagai keberuntungan sebab si gundik selalu menang judi togel jika ada Pony.
Para tamu pun menyukai Pony. Mereka bisa saja memilih pelacur manusia namun banyak juga bercinta dengan orangutan itu. Agar nyaman seluruh bulu Pony digunduli. Pony jadi sering digigit nyamuk dan kulitnya iritasi bahkan berjerawat.
Butuh tahunan menyelamatkan Pony dari tempat itu. Polisi hutan dan aparat lokal tidak menyerahkan Pony begitu saja pada Organisasi Penyelamatan Orangutan Borneo. Mereka menghadang dengan senjata, pisau, bahkan melengkapi diri dengan senapan serbu AK-47.
Saat Pony direbut dari gundiknya, sang gundik histeris dan menyebut para pegiat sebagai binatang tidak berperikemanusiaan sebab telah memisahkan seolah ibu dan anak. "Paling membuat saya miris, tidak ada hukum di Indonesia mengatur hal ini. Mereka masih bebas berkeliaran tanpa dihukum atas apa yang mereka lakukan," ujar Desilets.
Meski berita lama namun penggemar Twitter banyak baru mengetahuinya. Banyak orang mengatakan manusia memang sudah sakit di segala tingkatan.

Minggu, 17 Juni 2012

Kok bisa Malaysia main klaim Tor-tor dan Gordang Sambilan?


Kok bisa Malaysia main klaim Tor-tor?
Tarian tor-tor. merdeka.com/tanobatak.files.wordpress.com

Pemerintah Malaysia menyatakan tarian Tor-tor dan Gordang Sambilan (sembilan gendang) akan diiktiraf sebagai satu cabang warisan negara jiran itu. Apakah benar dua kesenian yang selama ini dikenal berasal dari Batak itu punya keterkaitan dengan Malaysia?

Tari Tor-tor terkait dengan berbagai kegiatan ritual maupun upacara keagamaan, dan sering dipertunjukkan dalam konteks adat di masyarakat Batak. Penari Tor-tor (panortor) menari sesuai dengan kedudukan masing-masing warga masyarakat di dalam kehidupan adat masyarakat Toba, yaitu sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu. Tarian, musik dan adat istiadat di dalamnya adalah satu kesatuan.

"Telah banyak kajian ilmiah mengenai hal ini, seperti penelitian Lumban Tobing tahun 1968," kata Koordinator Humas Gerakan Sejuta Data Budaya, Vande Leonardo, kepada merdeka.com, Senin (18/6)

Sementara itu, alat musik Gordang Sambilan berkembang di masyarakat Batak Mandailing, yang dominan berada di kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal.

"Dua Kabupaten ini berada di pesisir barat daya Sumatera Utara, dan relatif tidak begitu berinteraksi dengan Malaysia, dibandingkan dengan daerah di pesisir Timur," ujar Vande.

Alat musik Gordang Sambilan telah berkembang sejak lama di masyarakat Mandailing. Hal ini telah dikaji lebih jauh dalam tesis Mauly Purba tahun 1988 di Wesleyan University. Melihat dua kesenian yang khas nusantara itu, kok bisa Malaysia main klaim budaya kita?

Tari Tor-tor Batak Diklaim Malaysia

Tarian Tor-tor merupakan hasil budaya masyarakat Batak, Sumatera Utara
Malaysia kembali mengklaim hasil kebudayaan asli Indonesia menjadi miliknya. Kali ini, negeri jiran itu akan memasukkan tari Tor-tor dan Gordang Sambilan sebagai peninggalan nasional mereka.

Di Indonesia, dua kesenian itu dikenal sebagai kebudayaan masyarakat Batak, Sumatera Utara. Bahkan, tari Tor-tor selalu ditarikan dalam upacara adat masyarakat Batak.

Namun kini, Malaysia dengan berani akan meregistrasi kebudayaan itu berdasarkan Bab 67 Undang-undang Peninggalan Nasional 2005.

"Pertunjukan periodik harus diadakan. Artinya, tarian harus disajikan sementara irama gendang harus dimainkan di depan publik," kata Menteri Informasi, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Rais Yatim sebagaimana dikutip laman Bernama.

Menurut Rais, mempromosikan kebudayaan dan seni Mandailing sangat penting, sebab bisa mengungkap asal-usulnya. Selain itu bisa mempererat persatuan dan kesatuan dengan masyarakat lainnya.

Sejalan dengan konsep Malaysia, upaya masyarakat Mandailing untuk mengangkat seni dan budaya mereka telah didukung oleh kementerian untuk diakui dan dikenalkan ke publik Malaysia.
Sebelumnya, Malaysia pernah mengklaim sejumlah kesenian asal Indonesia sebagai milik mereka. Malaysia pernah menampilkan tari Pendet asal Bali dalam video iklan 'Enigmatic Malaysia' di Discovery Channel.
Aksi ini memancing reaksi keras dari masyarakat Indonesia. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu sempat marah atas klaim itu. Budayawan Malaysia juga menyesalkan klaim ini. Namun, Malaysia berkilah iklan pariwisata itu yang membuat bukan negaranya, melainkan pihak Discovery Channel.
Selain tari Pendet, Malaysia juga pernah mengklaim tari Reog asal Ponorogo, Jawa Timur dan sejumlah kebudayaan Indonesia lainnya.

Minggu, 10 Juni 2012

Suster Ngesot vs Satpam, Berawal Iseng, Berlanjut ke Meja Hijau

suster-satpam
Rekaman video stapam tendang "suster ngesot." (dok.ist.)
SUSTER Ngesot adalah salah satu legenda urban terkenal di Tanah Air.
 
Pada Sabtu (10/12) dini hari Suster Ngesot muncul di apartemen Galeri Ciumbuleuit, Bandung, Jawa Barat. Namun suster ini bukan sahabat hantu pocong, kuntilanak, jelangkung, genderuwo, dan sundel bolong yang beberapa tahun ini mendominasi bioskop Tanah Air.

Mega Tri Pratiwi (20) menjelma jadi Suster Ngesot untuk memberi kejutan kepada temannya, Fitra Mahaly, yang sedang berulang tahun ke-18. Skenarionya, Mega berpenampilan bak Suster Ngesot di depan pintu lift lantai 17.

Sesuai skenario, Fitra digiring beberapa temannya naik lift. Sebelum “tampil”, Mega lebih dulu memencet tombol lift agar berhenti di lantai 17. Skenario meleset, karena di dalam lift, tidak hanya ada beberapa teman Mega, tapi juga Sunarya, Satpam (petugas keamanan) dan karyawan apartemen.

Akting Mega yang natural sukses membuat temannya takut. Tapi Sunarya tidak. Ia malah menendang sosok yang mirip Suster Ngesot tersebut. Prakkk, sepatu lars Sunarya mengenai wajah Suster Ngesot alias Mega. Hal itu menyebabkan pelipis Mega memar dan gigi bawahnya copot. Seketika penyamaran Mega terbongkar. Kejadian ini rupanya berbuntut panjang dan masuk ke ranah hukum.

suster-ngersot-ist
Mega menunjukkan memar di keningnya. (dok.ist.)
Berniat Memberi Kejutan, Malah Terkena Tendangan

Orangtua Mega tidak terima dengan perlakuan yang diterima anaknya dan melaporkan  kejadian itu ke Polrestabes Bandung pada Sabtu (10/12), dengan delik pengaduan penganiyaan bernomor LP/3340/XII/2011/Polrestabes.
 
Sejak itu pro dan kontra menghiasi insiden yang berawal iseng ini. Ada yang menilai keluarga Mega terlalu arogan, tak sedikit juga yang menyalahkan tindakan Sunarya. Peristiwa ini telah mengundang simpati masyarakat yang memberi dukungan pada Sunarya lewat jejaring sosial Facebook. Kamis (15/12), dukungan masyarakat pada Sunarya menembus angka 12 ribu. “Saya bisa menerima maaf Pak Satpam, tetapi proses hukum harus terus berlanjut,” ucap Mega yang menggelar jumpa pers pada Rabu (14/12) malam di sebuah restoran di Bandung. Mahasiswi Raffles Design Institute Jakarta ini menulis kronologis kejadian yang menimpanya di blog, www.megavandjabir.blogspot.com.

Versi lain diajukan pihak apartemen Galeri Ciumbuleuit. “Tugas Satpam itu melindungi. Tiba-tiba ada Suster Ngesot pada pukul 2 pagi, dia refleks. Maksudnya untuk melindungi orang-orang yang ketakutan di dalam lift,” ujar Ossie Himawan, Director of Public Relations and Communications Bird Management, pengelola  apartemen Galeri Ciumbuleuit.
Jika Mega sudah memberi penjelasan, tidak begitu dengan Sunarya. Satpam yang baru beberapa minggu lalu dianugerahi anak kedua itu masih menghindar dari media. “Tidak disembunyikan. Pak Sunarya sejak Selasa (13/12) sudah bekerja seperti biasa. Hanya dia tidak terbiasa diliput. Sesungguhnya, dia syok dengan peristiwa ini,” jelas Ossie ramah.

Sunarya adalah satpam outsourcing yang bekerja di perusahaan penyedia sekuriti, Wira Garda. Setiap hari ia bolak-balik Malangbong (Garut)-Bandung untuk menafkahi keluarganya. Perjalanan ditempuh selama 2 jam dengan sepeda motor. “Kasihan Kang Sunarya, dia orang kecil yang harus menghadapi  orang yang memiliki kekuasaan dan uang banyak,” ucap salah seorang satpam yang tidak mau disebut namanya.

Sunarya boleh lega karena manajemen apartemen Galeri Ciumbuleuit memberi bantuan hukum kepadanya. “Kami memberi bantuan hukum kepada Pak Sunarya. Insiden ini terjadi saat dia bertugas,” lanjut Ossie ramah.

Kamis, 07 Juni 2012

Korupsi Rp 3 juta Dibui 4 Tahun, Mengapa Korupsi Kakap Dihukum Ringan?

Herlina Koibur mengaku bersalah telah menerima tips Rp 3 juta dari pembuatan speedboat di Kabupaten Supiori, Papua. Namun sebagai PNS pemda, dia tidak terima mendapat hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta atas perbuatannya tersebut.

Herlina berdalih, masih banyak koruptor miliaran rupiah yang cuma dihukum dalam hitungan bulan. Mengapa ini bisa terjadi?

"Sebab hakim juga memperhatikan putusan-putusan yang dihasilkan para sejawatnya dalam kasus-kasus serupa. Artinya, hakim menjatuhkan hukuman ringan, karena memang itulah tren yang hakim perhatikan di ruang-ruang sidang lainnya," kata psikolog forensik, Reza Indragiri Amriel, kepada detikcom, Jumat (8/6/2012).

Tren yang terjadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memang tidak ada yang menghukum berat para koruptor dengan kerugian miliaran rupiah.

Seperti kasus Mindo Rosalina Manullang yang dibui 2,5 tahun karena kasus korupsi lebih dari Rp 9 miliar. Pengadilan yang sama memberikan hukuman yang sama besar bagi mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Hari Sabarno, dalam kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) tahun 2003-2004 sebesar Rp 97,026 miliar.

"Kecenderungan untuk menyeragamkan perilaku dengan sesama anggota kelompok adalah perwujudan sisi insani hakim, bukan hasil persekongkolan. Sebab keseragaman sikap dan perilaku merupakan salah satu ciri kelompok. Kelompok (korps hakim) akan terus eksis manakala para hakim masih terus mengikat diri mereka dalam ekspektasi keseragaman tersebut," ujar staf pengajar Universitas Bina Nusantara (Ubinus) Jakarta ini.

Hukuman 2,5 tahun juga diberikan Pengadilan Tipikor Jakarta bagi Nunun Nurbaeti. Belum lagi vonis 2 tahun 3 bulan bagi mantan Menteri Kesehatan Sujudi yang terseret kasus pengadaan alat kesehatan bernilai puluhan miliar rupiah.

"Membuat keputusan yang berbeda akan memunculkan perasaan tidak 'klik' dengan para sejawat, sehingga dapat berisiko buruk bagi perjalanan karier si hakim. Konsekuensinya, kemiripan dalam menentukan berat-ringannya hukuman perlu dilakukan oleh hakim, karena itulah yang membuatnya merasa tetap menjadi bagian dari korpsnya," tandas Reza

Jumat, 09 Maret 2012

Kisah Tentara Jadi Kelinci Percobaan di AS

"Kadang tubuh saya disuntikkan bahan kimia, kadang diberi pil" kata Tim Josephs


 

Awalnya, Tim Josephs hanya diberitahu akan menjalani tugas impian: mengetes jaket tentara baru, seragam dan senjata saat dibawa ke gudang senjata Edgewood pada 1 Januari 1968.
Tergiur dengan kedekatan jarak antara Edgewood dengan rumahnya di negara bagian Maryland serta janji libur akhir pekan selama tiga hari, dia mendaftarkan diri untuk menjalankan tugas selama dua bulan.

Namun, bayangan Josephs langsung sirna saat tiba di lokasi yang menurutnya lebih mirip rumah sakit ketimbang kamp militer. Para pekerja di tempat itu mengenakan jas dokter, bukannya seragam militer. Josephs yang kala itu masih berusia 18 tahun, ternyata dijadikan bahan percobaan uji kimia tanpa sepengetahuannya selama Perang Dingin.

"Kadang tubuh saya disuntikkan bahan kimia, kadang diberi pil. Banyak bahan kimia yang kadang disebut agen satu atau agen dua," kata Josephs seperti dimuat stasiun berita CNN pekan ini. Dia mengaku tidak tahu apa saja bahan kimia yang dimasukkan ke dalam tubuhnya, namun meyakini bahwa bahan-bahan tersebut membahayakan kesehatannya.

Selain diuji untuk obat kimia, Josephs juga menjadi sasaran untuk ujicoba gas air mata, penurun depresi, penyetrum, narkotika dan halusinogen. Josephs tidak bisa mundur dari keputusannya tersebut.

"Seorang perwira mengatakan 'kau telah bersedia, kau akan melakukannya. Jika tidak, kau akan masuk penjara, atau dikirim ke Vietnam'," kenangnya.

Beberapa hari sebelum tugasnya di Edgewood selesai, Josephs dirawat di rumah sakit selama beberapa hari karena memiliki gejala Parkinson. Siapa sangka, dia benar-benar terserang Parkinson saat usianya menginjak 50an sehingga harus pensiun dini dari militer.

Josephs pun mendaftarkan diri untuk mendapat tunjangan veteran berdasar yang dialaminya di Edgewood. Dia memang mendapatkan sebagian tunjangan karena paparan Agen Oranye saat bertugas di Thailand. Penderitaannya pasca eksperimen Edgewood seolah diabaikan.

Obat Mahal

Di usia senja, Josephs juga harus mengkonsumsi puluhan pil untuk meringankan gejala Parkinsonnya yang bervariasi. Tidak main-main, harga obatnya per bulan mencapai US$2.000 (Rp18 juta) sehingga dia harus merogoh kocek dalam-dalam.

Pria inipun bergabung dengan beberapa rekan veteran yang senasib untuk berjuang mendapatkan tunjangan dari Departemen Urusan Veteran. Dia mengaku keputusannya menjadi sukarelawan adalah hal yang salah. "Bahkan kapanpun saya berbicara mengenai Edgewood, dada saya terasa sesak," katanya.

Ilmuwan militer AS menggunakan binatang dan manusia sebagai kelinci percobaan obat-obatan dan bahan kimia dari tahun 1955 hingga 1975. Presiden Richard Nixon mengakhiri penggunaan manusia sebagai kelinci percobaan bahan kimia berbahaya pada 1969.

sumber : vivanews.com

Kamis, 08 Maret 2012

Balada ‘Rumah Hantu’ di Pejaten Jakarta Selatan


Rumah bernomor ganjil itu

Rumah bernomor ganjil di Jalan Rusli Hakim, Pejaten, Pasar Minggu itu terlihat kumuh dan tidak terawat. Di dinding pagar penuh dengan grafiti. Sementara di sampingnya berdiri sebuah mini market modern sekaligus cafe. Di belakangnya, rumah tetangga bertingkat dua terlihat lebih apik. Hanya rumah ini saja yang seperti rumah hantu.

Jika saja rumah ini terawat, tentunya tidak akan kalah dengan rumah-rumah di sekitarnya. Selain halamannya luas, arsitektur rumah tinggal ini termasuk elegan. Sesuai dengan tatanan lingkungan elit di Pejaten itu. Di depan dan sampingnya terbentang Jalan Raya Rusli Hakim dan Jl Siaga yang dipenuhi kendaraan lalu-lalang.

Siapa sangka rumah yang kosong itu ada penghuni. Menurut masyarakat setempat, kalau malam lampunya padam dan kalau siang rumah tua ini tergembok rapi, seperti rumah yang lama ditinggal empunya. Akan tetapi kenyataannya, di dalamnya tinggal seorang wanita paruh baya dengan seorang anak berusia 5 tahun.

Sehari-hari wanita yang berinisial P, 41 th, berprofesi sebagai pemulung, dan Ia sebenarnya adalah salahsatu pewaris dari rumah itu, dan ibu anak yang dirawat P adalah pewaris lainnya. Ibu angkatnya yang merupakan keturunan Jepang meninggal 2 tahun yang lalu, ia tidak meninggalkan harta apa-apa selain rumah, kata Pak Z tokoh masyarakat setempat, harta ibu angkatnya dikuras habis oleh mantan suaminya berinisial Mh, yang menikahinya secara sirri.

Ibu angkat dari P ( sebut saja Izah) adalah isteri ke-4 dari Mh. Puas menguras harta Izah, Mh pun meninggalkan ibu angkat P itu. Dan tidak lama ibu Izah juga meninggal dunia.

Menurut cerita Pak Z, Mh awalnya adalah pemborong rumah itu. Karena Izah seorang janda yang baru ditinggal oleh RH, pemborong rumah yang saat itu sudah punya isteri 3, berusaha memikat sang empunya rumah. Entah ‘pelet’ apa yang Ia pakai, si empunya rumah pun jatuh ‘ke pelukan’ si pemborong, kejadian itu berlangsung 1978.

Meski dinikahi sirri, Izah dan Mh tetap berharap punya anak. Menunggu beberapa tahun, namun harapan tak terkabul juga, akhirnya mereka mengadopsi anak terlantar dari sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari tempat mereka tinggal. Itulah dia Ma,37 th, si ibu dari anak yang diasuh oleh P.

Sementara Ma sendiri kini sedang direhabilitasi di sebuah panti, ia mengalami gangguan jiwa karena diperkosa sebanyak 5 kali sejak ia SMP. Bahkan Si Pemerkosa ke-5, seorang penjual Mie Ayam keliling berhasil membuahkan seorang anak, sebut saja Planet, 5 tahun. P-lah yang sehari-hari merawat Planet sejak ibunya dipantikan.

Sedangkan P, adalah anak yang diadopsi di zaman suami sebelum Mh yaitunya Pak RH yang juga punya isteri di tempat lain. Pak RH-lah sebenarnya mengupahkan membangun rumah itu ke Mh, ketika itu pasangan RH dan Izah mengontrak tidak jauh dari situ. Setelah RH meninggal sementara rumah itu baru pondasi, selanjutnya bukan saja memperbaiki rumah yang menjadi tanggungan Mh tapi juga sekalian jandanya.

Di sini pulalah kisah dimulai, ketika semuanya meninggal; RH, Mh dan terakhir Izah. Rumah itu menjadi tanggungjawab P dan Ma yang nota bene adalah anak angkat resmi Izah semuanya didukung surat adopsi. Ia menjadi pewaris terkait juga surat wasiat dari Izah sebelum meninggal.

Tapi dalam perjalanan waktu, P dan Ma tidak bisa memberlakukan rumah itu seperti miliknya, meski ia bisa menempati rumah itu. Ujug-ujug datang anak RH dari isteri lain (bukan Izah) berinisial Az, yang seorang angkatan (sekarang sudah mantan) dan beristeri seorang wakil rakyat (sekarang sudah mantan). Dengan alasan rumah itu dibangun saat bapaknya (RH) ada, jadi ia juga berhak mewarisi sebagian dari rumah itu.

Sengketa itu berlanjut ke pengadilan dan dimenangkan oleh P dan Ma, karena didukung oleh surat wasiat dari Izah tentang warisan rumahnya. Meskipun di atas kertas P dan Ma adalah pewaris, tapi penguasaan berada di tangan Az. Surat keputusan pengadilan dan sertifikat rumah ada pada Az yang berdomisili di Jakarta Timur.

“Jadi P dan Ma tidak bisa menjual rumah itu karena surat dikuasai oleh Az yang kerap mengintimidasinya. Padahal P yang sehat akal dan pisiknya pengen rumah itu dijual dan membeli rumah kecil untuk mereka bertiga dan sisanya buat modal hidup,” jelas Pak Z.

Akan tetapi karena tidak bisa, tutur Pak Z, untuk bertahan hidup ia harus memulung. P seperti ayam di lumbung, tapi mati kelaparan. Sementara saudara angkatnya meninggalkan anak bersama karena ia harus pula mendapat perawatan karena sakit jiwanya.

Karena itu pulalah Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) bersentuhan dengan masalah ini. Anak yang dirawat P, Planet mengalami gizi buruk dan busung lapar. Meski sudah 5 tahun ia hanya bisa tertidur dan kerap ditinggal pergi oleh P di rumah kosong bernomor ganjil itu karena ia harus memulung.

Anak ini sebenarnya sudah diobati oleh Puskesmas di kawasan itu, beberapa pekan lalu. Kebetulan jam 2 malam (dinihari) P tertangkap tangan oleh Pak RW ketika memulung mengendong anak malam-malam. Pak RW memberikan teguran dan mendesak P untuk menceritakan tentang keadaan mereka. Setelah mendengar kisah P, esok harinya Pak RW mendatangi Pak RT dan terus ke kelurahan dan Puskesmas.

Karena merasa kecolongan akhirnya pihak Puskesmas dan Kelurahan bertindak cepat untuk mengobati Planet. Tim medis langsung turun menimbang dan memberikan makan tambahan untuk perbaikan gizi Planet. Namun ternyata hal itu tidak cukup, Planet ternyata harus dirawat itensif di rumah sakit, dari Puskesmas sudah diberikan rujukan dan harus segera dirawat.

Hal itu pula alasannya Pak RW meminta bantuan LKC Dompet Dhuafa yang langsung segera dengan ambulan untuk mengevakuasi Planet. Hanya saja setelah sampai di sana, Rabu (11/1/2012) sore, LKC tidak menemukan Planet, karena ia pergi dibawa oleh P entah kemana.

Sementara itu LKC Dompet Dhuafa sudah berkoordinasi dengan Sekjend KPAI (M. Ihsan), SOS Children (Ilma), Anak Emas dan Dongeng Ceria (Kak Iman Surahman) dan aktivis perlindungan anak lainnya untuk bersama-sama membantu si anak setelah kesehatannya dibantu LKC. Sayang planet beredar dan belum ditemukan sampai saat ini. Pak RW dan jajarannya sedang melakukan pencarian untuk segera memberikan solusi bagi kehidupan Planet. Semoga segera ditemukan.

*Nama dan sumber sengaja disamarkan

Jasa Pembunuh Bayaran Wilayah Bandung 'Jualan' di Internet





Kini secara terang-terangan ada 'produk' yang 'menjual diri' melawan hukum. Jasa pembunuh bayaran melayani klien dari Bandung terpampang di internet.

Menyeramkan. Jagat dunia maya menjadi ajang promosi beraroma nyawa dan darah. Penelusuran wartawan, Rabu (7/3/2012), sejumlah jasa pembunuh bayaran marak dipromosikan di berbagai situs .


Salah satunya tersaji di laman: hitmanindonesia.wordpress.com. Judulnya tegas yakni Menyewakan Jasa Pembunuh Bayaran. Berikut penggalan isi tulisan itu.


"Metode eksekusi dapat direncanakan bersama atau anda langsung serahkan semuanya pada kami. Harga berbeda-beda tergantung sasaran dan tingkat kesulitan penghapusan jejak. Harga walikota tentu berbeda dengan harga pedagang alat elektronik tionghoa. Pembayaran dilakukan dengan uang tunai. Untuk sementara, kami hanya melayani sasaran di daerah kota Bandung," tulisnya.


Di akhir tulisan, si penulis meminta calon peminat yang serius untuk mengirimkan email ke alamat: shinig4mi444@yahoo.com. "Kami tidak akan menerima permintaan yang main-main,"


Selain itu, jasa pembunuh bayaran muncul di sebuah blog. Ini dia blognya: pembunuh-bayaran.blogspot.com. Pada 22 September 2011, penulis blog menyampaikan testimoni soal pengalamannya. Ia mengklaim sebagai pembunuh bayaran. Penggalan kalimatnya seperti ini.


"Dia adalah seorang suami yg di khianati istrinya dan meminta saya mengeliminasi laki2 selingkuhan istrinya. Lengkap dengan foto, alamat, dan uang 5 jt rupiah yg menurut saya waktu itu adalah jumlah yg banyak. Dengan gemetar terlintas dipikiran saya untuk menipu. Uang saya ambil dan saya menghilang selesai kan? tp takdir berkata lain. Saya termasuk orang yg selalu menepati janji dan bapak itu pun menjanjikan sejumlah uang bila saya berhasil melakukan tugas target saya seorang karyawan bank swasta di bandung yg saya selesaikan tgl 23 mei 2009. Itulah target pertama saya," tulisnya.


Dua tulisan berbeda itu belum pasti dibuat oleh orang berdomisili di Kota Bandung. Apakah ini fiktif atau bohong belaka, bisa saja begitu. Justru lebih bahaya jika jasa pembunuh bayaran itu berwujud asli. Percaya atau tidak? Aparat penegak hukum yang wajib mengungkapnya.

Rabu, 07 Maret 2012

Taylor Kitsch Sebut Petugas Indonesia Korup!

Aktor Hollywood Taylor Kitsch menyatakan bahwa dia sempat mendapat perlakuan kasar dari petugas imigran saat berada di bandara. Ujung-ujungnya, Taylor Kitsch pun menyimpulkan bahwa petugas Indonesia memang korup! Ada apa?

Dilansir dari laman Inquirer, saat itu Taylor sedang berada di Indonesia untuk keperluan syuting film SAVAGES. Namun karena halaman buku paspornya penuh, petugas tidak bersedia memberikan ijin masuk untuk Taylor. Tak ayal, Taylor pun kelabakan dibuatnya.

Taylor pun berusaha menjelaskan bahwa dirinya adalah aktor Hollywood yang sedang dalam tugas syuting di Indonesia. Taylor tak kehabisan akal dan menunjukkan trailer filmnya, JOHN CARTER, yang saat itu terekam di iPhone miliknya.

"Bisa kasih iPhone itu padaku?" demikian ungkap Taylor yang menirukan ucapan si petugas.

Setelah menyerahkan iPhone miliknya, petugas pun membiarkan Taylor lewat. Keseluruhan cerita itu diungkapkan Taylor saat menjalani sesi wawancara untuk CBS.com. 

Saat memaparkan cerita itu, Taylor sendiri sebenarnya salah menyebut Indonesia dengan sebutan Filipina. Tak ayal, Filipina pun langsung geger karena merasa nama baiknya tercoreng oleh pernyataan Taylor.

Foto Taylor Kitsch @ theentertainmentlifestyle.com

Karenanya, pihak Filipina langsung memberikan konfirmasi bahwa aktor tersebut telah salah menyebut negara. Selain menunjukkan bahwa Taylor tidak masuk dalam daftar turis yang masuk negara tersebut, beberapa foto Taylor bersama John Travolta dan Uma Thurman yang diambil di Indonesia juga membuktikan bahwa yang dimaksud Taylor Kitsch bukanlah Filipina. 
 
sumber: yahoo.com

Selasa, 06 Maret 2012

Pelukis kartun Nabi mati dijilat api



 
Dalam laporan salah satu TV Arab Saudi ,akhbar arab yang di terbitkan dari arab saudi melaporkan bahwa Kurt Westergaard seorang kartunis denmark yang melukis gambar nabi muhammad tewas dalam sebuah kebakaran yang menimpa kartunis tersebut,

Pemerintah Denmark berusaha sekeras mungkin untuk menutupi kejadian tersebut yang menyebabkan tewasnya kartunis Denmark tersebut.



Kurt Westergaard adalah seorang kartunis Denmark yang telah lancang dan berani membuat gambar Nabi Muhammad SAW, yang membuat umat islam murka dan turun kejalan jalan untuk mengecam tindakan kartunis denmark tersebut, Kurt Westergaard lelaki yang melukis kartun nabi Muhammad SAW dengan niat menghina islam dengan kuasa Allah kartunis Denmark tersebut telah
dikabarkan mati secara mengenaskan dengan tubuh terbakar tetapi media Denmark masih bungkam tentang apa penyebab yang menyebabkan terbakarnya kartunis Denmark tersebut.

Kematian Kurt westergaard adalah pelajaran bagi mereka yang suka menghina nabi Muhammad SAW, ini adalah kuasa Allah dan Azab bagi para pengingkar...Subhanallah

Senin, 05 Maret 2012

17 Siswi Jadi Korban Transfer dari Facebook ke Situs Porno



Minggu, 04 Maret 2012

Inggris terancam kehilangan koleksi Picasso

Child With A Dove 

Lukisan Anak kecil dan Merpati merupakan karya awal Pablo Picasso.

Lukisan Pablo Picasso berjudul Anak kecil dan Merpati yang sudah sejak tahun 1970 berada di Inggris akan segera dijual dan kemungkinan akan berpindah ke negara lain.

Saat ini lukisan tersebut memang menjadi barang koleksi pribadi milik keluarga Aberconway di Wales.

Lukisan itu diperkirakan saat ini bernilai US$79 juta atau sekitar Rp720 miliar lebih.

Rumah lelang Christie membenarkan mereka telah diminta untuk mencari pembeli lukisan tersebut.

Bagi pencinta karya Picasso, lukisan ini dinilai mempunyai nilai tersendiri karena meruapakan salah satu karya awal pelukis asal Spanyol itu.

Lukisan berjudul Anak kecil dan Merpati ini dikerjakan oleh Picasso saat dia berusia sekitar 19 tahun dantengah berada di Paris.

Saat ini lukisan itu tengah dipamerkan di Museum Tate Britain.

Pada tahun 1970-an lukisan itu sempat ditepatkan pada Galeri Nasional di London dan baru tahun lalu Courtauld Galerry meminjam lukisan itu untuk dipamerkan kepada pencinta seni Inggris.

Keputusan keluarga Aberconway yang ingin menjual lukisan tersebut membuat kemungkinan pencinta seni Inggris tidak akan lagi bisa menikmati karya Picasso tersebut.

Hampir semua galeri di Inggris tampaknya kesulitan untuk bisa membeli lukisan itu jika harga yang ditawarkan memang Rp720 miliar rupiah.

Galeri Nasional yang diharapkan mampu membeli lukisan itu tampaknya juga tidak mampu memenuhi permintaan harga yang ditawarkan.

Mereka mengatakan baru saja mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan lukisan karya Titian berjudul Diana dan Callisto yang sebelumnya juga terancam meninggalkan Inggris karena dijual pemiliknya, Duke of Sutherland.

Sabtu, 03 Maret 2012

Koruptor Harus Dimiskinkan!

Pemiskinan bagi koruptor dinilai terobosan efektif untuk memberikan efek jera. Penegak hukum pun harus berani menggunakan kewenangannya. Hukuman keras bagi koruptor akan membuat mereka berpikir dua kali untuk korupsi.

Harta hasil korupsi, lanjut Tama, bisa dirampas berdasarkan aturan yang berlaku. Jadi bila terbukti harta yang dimilikinya diperoleh dari uang korupsi, negara bisa melakukan penyitaan.

Kemauan penegak hukum menjadi kunci. Langkah awal, dimulai dengan menggunakan UU Pencucian uang. Misalnya, ada ketentuan pembalikan beban pembuktian oleh tersangka atau terdakwa, terhadap harta-harta kekayaan yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi (predicate crime).

Hukuman yang tegas dipadu dengan memiskinkan koruptor akan sukses membuat seseorang berpikir ulang melakukan korupsi. Memiskinkan koruptor bisa diterapkan oleh penegak hukum.


5 Modus Kongkalikong Oknum di Ditjen Pajak


 
Direktorat Jenderal Pajak kembali menjadi sorotan. Setelah kasus Gayus Tambunan, kini muncul kasus Dhana Widyatmika. Ada apa dengan Ditjen Pajak?

Reformasi di Ditjen Pajak terus dilakukan. Namun hal itu tentu tidak mudah karena celah untuk penyimpangan selalu terbuka.

"Dan setan selalu menggoda," kata mantan anggota Satgas Anti Mafia Yunus Husein saat berbincang dengan detikcom, Minggu (4/3/2012).

Yunus bercerita, selama di Satgas dia pernah ikut mengawal kasus Gayus. Dia pun bergaul dengan para pegawai pajak. Tidak sedikit diantara abdi negara itu yang jujur dan benar-benar amanah dalam tugasnya.

Dari pegawai Pajak yang jujur itulah Yunus mendapatkan sejumlah informasi soal modus kongkalikong di Pajak. Ada 5 cara yang umumnya dilakukan oknum-oknum di pajak. Berikut modus yang dilakukan:

1. Restitusi fiktif dengan cara melakukan transaksi fiktif yang melahirkan faktur fiktif.

2. Mengurangi atau menghapuskan tagihan Wajib Pajak.

3. Memanfaatkan fasilitas sunset policy bagi yang belum memenuhi syarat

4. Melalui permainan dengan oknum pengadilan pajak yang memutuskan wajib Pajak, di mana pajak yang dibayar lebih kecil dari pajak yang harus dibayar.

5. Mereka berdamai dengan petugas pajak tentang kewajiban yang harus dibayar.

Sebenarnya bukan hanya terbatas pada 5 ini saja, masih ada modus lainnya. Namun 5 modus itu yang umumnya dilakukan.
 
sumber : detik.com

Gayus Sudah Miskin?


 
 
Pengadilan Tipikor memerintahkan harta berupa rumah, uang Rp 74 miliar, mobil dan emas milik Gayus Tambunan disita untuk negara. Dengan keputusan ini, apakah Gayus sudah benar-benar miskin?

Kamis (1/3) lalu Gayus divonis enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Ini bukan vonis pertama, sebelumnya juga Gayus sudah dinyatakan bersalah dalam kasus pemalsuan paspor dan divonis dua tahun penjara.

Dua perkara lain yang sudah berkekuatan hukum tetap juga sedang dijalani hukumannya oleh Gayus. Pertama, kasus penggelapan pajak selama 8 tahun penjara, lalu kasus mafia pajak dan suap selama 12 tahun bui.

Dengan hukuman penjara dan penyitaan harta, bagaimana kondisi keluarga Gayus sekarang? Masihkah mereka hidup mewah seperti sebelum kasus ini bergulir?

"Kehidupannya sudah berbeda. Gayus nggak kerja lagi, otomatis penghasilan nggak ada," kata pengacara Gayus, Gloria Tamba.

Sempat beredar kabar bahwa Gayus masih memiliki banyak aset di Singapura, termasuk uang tunai yang tersimpan di beberapa bank. Dikonfirmasi perihal kabar ini, Gloria membantahnya.

Gloria pun menyayangkan putusan hakim yang menyita seluruh harta Gayus. Karena itu, dia akan berusaha mengajukan banding untuk memperjuangkan nasib kliennya.

"Bahwa menurut hukum dan undang-undang, hakim wajib mempertimbangkan hidup dan kehidupan terdakwa dan keluarganya, namun majelis hakim ternyata tidak mempertimbangkan hal tersebut di dalam putusannya," ungkapnya.