
Kita tidak pernah menyadari betapa seorang " maaf " banci itu penuh dengan keberanian terlebih jika mereka sedang mangkal "upss ...... maksudnya mencari nafkah untuk menyambung hidup, berangkat malam - malam di kala yang lainnya pada tidur dan mengistirahatkan raga dan fikiran sejenak dengan berdiam diri di rumah bersama keluarga.
Dandanan super jreng dan terkesan menor ( baca : berlebihan), pakaian super sexy dengan sepatu high hils .." bener yha tulisanya begini ?? " .... belom lagi mereka bisa menekan sekuat tenaga rasa malu yang bagi kita - kita yang menyebut kaum normal " laki - laki / perempuan tulen"
Berbekal asesoris dan modal keberanian mereka mulai menawarkan dagangan di pinggir jalan belom lagi kalau ada razia dari petugas trantib ..... hufff ... bisa bayangkan capeknya lari bila di kejar bukan ...!!!, dan bila ketangkap ...auuu ..... tau sendiri kan akibatnya...
Jika terjadi pelanggan melarikan diri sebelum membayar jasa servis ... wow .... tega banget ..... rebutan lahan dengan sesama "kadang-kadang" .....bertengkar ujung - ujungnya.
Masih pantaskah kita identikan banci itu sebagai seorang pengecut ...??
Salut buat para mereka yang berusaha mempertahankan hidup dengan cara mereka meski terkadang di bilang sampah masyarakat. Goodluck...!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar