Senin, 30 Januari 2012

Ibu pengaman pejalan kaki

Seorang ibu sedang mencoba mengamankan trotoar bagi pejan kaki dari pengendara2 sepeda motor nakal, pada menit ke 4 malah salah seorang dari orang yang sedang berada di istu menganggap ibu ini gila ...hemmmm .......  simak videonya gan ....

video

Alasan bajak laut memakai penutup mata

Dari dulu saya selalu bertanya-tanya, kenapa Bajak laut identik dengan yang namanya penutup mata, Hampir semua film bajak laut yang pernah saya lihat, sang bajak lautnya pasti menggunakan penutup mata. Dulu saya pernah beranggapan bahwa bajak laut memakai penutup mata karena sebelah matanya ditusuk oleh lawanya, tapi setelah dewasa, anggapan itu saya buang jauh-jauh, kenapa? masak iya, Semua bajak laut ditusuk sebelah matanya oleh musuhnya.



Dan baru-baru ini, saya menemukan jawaban dari pertanyaan sulit tersebut. Jawaban ini saya dapat dari majalah Bobo. Alasanya sangat simpel namun logis dan bisa dicerna dengan mudah menurut ilmu pengetahuan.



Lalu apa lasanya bajak laut menggunakan penutup mata ? Alasanya adalah karena pengaruh cahaya. Lho? Benar, kok bisa?. tentu saja bisa, pada jaman dahulu, kapal bajak laut belum dilengkapi dengan sistem cahaya seperti sekarang, sehingga kapal-kapal bajak laut tersebut tidak memiliki lampu. Hasilnya bagian geladak kapal dalam sangat gelap. Namun sebaliknya, geladak kapal bagian atas justru sangat terang, hal ini karena pantulan sinar matahari langsung mengenai bagian geladak atas.



Lalu apa hubunganya dengan penutup mata ? Para Bajak laut menggunakan penutup mata agar matanya bisa langsung beradaptasi dengan keadaan tersebut. Bayangkan saja, setelah melihat cahaya yang terang (geladak atas), tiba-tiba mata harus langsung melihat ruangan gelap gulita yang minim cahaya (geladak bawah). Maka dari itu para bajak laut memerlukan penutup mata agar bisa cepat beradaptasi dengan keadaan tersebut.

KAKEK – NENEK; DULU



 
"Pa'batte Jangang" (adu ayam). Dari sumber foto-foto tentang Selayar, terdapat juga beberapa foto tentang daerah lain. Jadi tidak bisa dipastikan apa ini dokumentasi foto dari Selayar atau dari "suku Makassar" lain.
 
"Foto model" dengan "Baju Bodo"

 
Anak-anak yang pergi mengambil air. Anak laki-laki membawa timba sekaligus tempat air yang terbuat dari daun lontar


 
Anak-anak tempoe doeloe. Kakek buyut kitakah mereka itu?Anak laki-laki yang sudah dianggap besar – ditandai dengan "burung" yang juga sudah membesar, harus memiliki "penutup" yang juga berfungsi sebagai jimat 


 
Penjual jus jeruk di Makassar pada tahun 1915. Karena jeruk manis (lemocina) mulai dikembangkan secara luas di Selayar pada saat itu, besar kemungkinan jeruk masnis dan penjualnya asal Selayar (to hakle)  


 
Masyarakat dengan "jabatan tertentu" bersama keluarganya. Mereka adalah "pegawai syara", tapi tidak bisa dipastikan apakah mereka Qadhi (Kali), Imam, Khatib (Katte'), Bidal (Bidala) atau Doja. 


 
ABG dengan pakaian adat 


 
Foto model sexi tempo doeloe.  
(Sumber: KILTV – Netherland)

Kakek dan seekor burung

Alkisah, seorang kakek di Baghdad pergi ke berbagai negeri mencari
kebahagiaan. Di sebuah oase, dia melihat seekor burung pipit yang
sangat indah. Dia berhasil menangkapnya. Burung ini ternyata bissa
bicara. "Kakek, help lepaskan saya, nanti permintaan kakek akan
saya penuhi," kata si burung.

"Baik, kalau bissa menjawab pertanyaan saya, kamu saya lepaskan,"
kata si kakek. "Di mana, kapan, & bagaimana memperoleh kebahagian?"
"Pertama", menjawab si burung, "jangan percaya siapa pun kecuali Tuhan.
Kedua, jangan berharap sesuatu yang kamu tak akan sanggup mendapatkannya.
Ketiga, jangan sesali waktu lalumu".

Merasa puas, si kakek melepaskan burung itu. Tapi, begitu dilepas, si
burung meledek kakek tua itu. "Dasar kakek bodoh," kata binatang itu.
"Sebetulnya, kalau kakek tidak melepaskan saya, saya akan memberikan
telur emas."

Si kakek sangat menyesal & mengejar burung itu. binatang ini lampau hinggap di
ranting pohon cemara. Kakek yang penasaran ini lantas berusaha meraihnya
&… dia terjatuh lampau pingsan.


Ketika kakek ini siuman, burung tersebut mendekatinya. "Dasar manusia,
baru beberapa menit saya beri petunjuk meraih kebahagiaan, kamu sudah lupa
lagi. Ingat Kek, apa yang saya katakan tadi. Kakek jangan percaya pada siapa
pun kecuali Tuhan! Saya ini burung, mengapa Kakek percaya saya?"

"Kedua, tadi saya katakan jangan berharap pada sesuatu yang kamu tidak
bissa meraihnya. Lihat akibatnya Kakek jatuh & pingsan."

"Ketiga," lanjut si burung, "jangan sesali waktu lampau. Mengapa Kakek
menyesal? Bukankah apa yang kakek kerjakan, yakni melepaskan saya, sudah
terjadi?"

Sambil terbang mengangkasa, burung ini mengaku malaikat utusan Tuhan
untuk memberikan pelajaran kepada umat manusia. Semoga, kita bukanlah
kakek bodoh yang menyesali waktu lampau kita.

Benih ( cerita sarat makna )

Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua
orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama
anaknya yang berteduh disana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis
berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka
dibawah pohon yang besar itu. 


Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian
dengan anaknya yang masih sangatmuda. "Ayah, aku hendak bertanya…" terdengar
suara yang mengusik ambang sadar si pedagang. "Kapan aku besar, Ayah?
Kapan aku bissa kuat seperti Ayah, & bissa membawa dagangan kita ke kota?
"Sepertinya", lanjut sang bocah, "aku tak akan bissa besar. Tubuhku
ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap & berbadan besar.
Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita bila aku tetap
seperti ini." Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah.
lampau, ia kembali melanjutkan, "Bilakah aku bissa punya tubuh besar
sepertimu, Ayah?

Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga. Diambilnya sebuah
benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais dari anaknya.

Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat
seperti kacang yang mungil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan
tangan pedagang yang besar-besar. Kemudian, ia pun mulai berbicara.
"Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang mungil. Pandanglah pohon
besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini,
dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting & daunnya,
juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak
menonjol, juga dari benih ini. & kalau kamu menggali tanah ini,
ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari
tempat yang sama. 

Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. "Ketahuilah Nak,
benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh,
dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. & untuk
menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, & sinar
matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus
bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah
melatihnya menjadi mahluk yang sabar.

"Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk
berharap menjadi besar, karena bissa jadi, itu hanya butuh ketekunan &
kesabaran."

Terlihat senyuman di wajah mereka. lampau keduanya merebahkan diri,
meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan &
impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam
tidur, melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja. 

~~~ 

Jangan pernah merasa malu dengan segala keterbatasan. Jangan merasa
sedih dengan ketidaksempurnaan. Karena Allah, menciptakan kita penuh
dengan keistimewaan. & karena Allah, memang menyiapkan kita menjadi
mahluk dengan berbagai kelebihan. 

Mungkin suatu ketika, kita pernah merasa mungil, tak mampu, tak berdaya
dengan segala persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan
kita menjadi besar, & mampu menggapai semua impian, harapan &
keinginan yang ada dalam dada. Kita juga bissa jadi sering membayangkan,
bilakah saatnya berhasil? Kapankah saat itu akan datang?

Teman, kita adalah layaknya benih mungil itu. Benih yang menyimpan semua
kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang
lebar. Dalam benih itu pula akar-akar yang keras & menghujam itu
berasal. Namun, akankah Allah membiarkan benih itu tumbuh besar, tanpa
alpa dengan bantuan tiupan angin, derasnya air hujan, & teriknya sinar
matahari?

Begitupun kita, akankah Allah membiarkan kita besar, berhasil, &
sukses, tanpa pernah merasakan ujian & cobaan? Akankah Allah lupa
mengingatkan kita dengan hembusan angin "persoalan", derasnya air "ujian"
serta teriknya matahari "persoalan"? Tidak Teman. Karena Allah Maha Tahu,
bahwa setiap hamba-Nya akan menemukan jalan keberhasilan, maka Allah
akan tak pernah lupa dengan itu semua. 

Jangan pernah berkecil hati. Semua keberhasilan & kesuksesan itu telah
ada dalam dirimu.

Polisi juga manusia




hiks ..hiks... no coment ...


hhahahha .....lagi alay poll


Busyeeettt ......kasih tempat duduk dong 


Sayang anak kecil ....mantap


 Aiiihhh cakeepp brooo....


lumayan hehehehhe......


 Lagi pose berebut camera neehh ........


Coba mau pilih yang mana gan....????


Ngrcengin cewek dulu ahh ......


Cakep gak eke booo ......


Bibir ane sexi kan gaaann ......????

Pantai Grajagan Banyuwangi Jawa Timur

Pantai Grajagan terletak kurang lebih52 km ke arah selatan dari Kota Banyuwangi, Jawa Timur. Posisi pantainya yang strategis membuatnya menjadi pintu gerbang menuju ke Plengkung. Disekitar pantai grajagan banyak terdapat goa buatan yang terletak pada ketinggian sehingga kita dapat mengawasi seluruh kawasan.


Sepanjang pantai selatan Banyuwangi memang menjanjikan keindahan alamnya yang tiada tara terutama deretan gunung-gunung, perkebunan, pantai, dan lautan yang terbentang luas dari hamparan Samudera Hindia. Diantaranya  pantai grajagan, Plengkung dan pantai lainnya yang ada di Taman Nasional Alas Purwo.

Grajagan sangat ideal sebagai tempat transit atau sebagai pintu gerbang untuk menuju ke pantai plengkung. Disamping lokasinya tidak terlalu jauh untuk menuju ke alas purwo, grajagan juga sangat indah dan jauh dari kebisingan kota.

Dari grajagan untuk menuju ke plengkung dibutuhkan waktu sekitar dua jam dengan menyusuri pantai menggunakan perahu sewa, perjalanan itu ternyata hampir sama bila kita menggunakan mobil dengan melewati jalan darat. Hal itu disebabkan jalan makadam menuju ke alas purwo, kondisinya sangat buruk sekali.

grajagan dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melancong ke alas purwo dengan menggunakan perahu. Kawasan seluas 314 hektar ini berada di hutan KPH banyuwangi Selatan, tepatnya di petak 111 BKPH Curahjati atau secara administratif pemerintahan terletak di desa  grajagan, Kecamatan Purwoharjo, kabupaten banyuwangi.

Wanawisata ini dikelola oleh Kesatuan Bisnis Mandiri – Wisata, Benih dan Usaha lainnya (KBM-WBU) Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Di Wanawisata grajagan, juga tersedia fasilitas berupa penginapan. Pengunjung yang ingin bermalam untuk menikmati keheningan alam dengan paduan deburan ombak yang menggebu tidak perlu khawatir, dilokasi wisata ini terdapat 10 kamar dan 2 rumah berbentuk bungalow yang menghadap kearah laut.

Tarifnyapun sangat variartif dan terjangkau antara 100 ribu – 150 ribu. Pelayanan di Wanawisata ini juga non stop selama 24 jam. Tetapi wisatawan yang datang di tempat ini kebanyakan hanya wisatawan lokal, jarang sekali turis bermalam disini, Namun demikian tempat ini tetap layak untuk dijadikan sebagai tempat transit bagi turis yang ingin ke alas purwo, imbuhnya.Wanawisata Grajagan ini umumnya hanya rame dikunjungi pada hari libur saja, selain bisa menikmati keindahan pantai dengan paduan hutan ini,

pengunjung dapat menyaksikan langsung aktifitas nelayan pada pagi hari saat berangkat mencari ikan dan menurunkan ikan hasil tangkapannya. Pemandangan lain yang bisa dinikmati disini melihat deburan ombak laut lepas dari atas shelter dan tiga gua Jepang yang menghadap kearah laut selatan, yang merupakan peninggalan tentara Jepang pada masa perang dunia kedua. Untuk menuju lokasi ini sangat mudah, jalannya sudah beraspal dan dapat ditempuh menggunakan mobil pribadi atau kendaraan umum hingga ke lokasi. Jika naik kendaraan umum dari arah Kota banyuwangi bisa naik bus jurusan jember atau sebaliknya, dan turun di Benculuk, dari Benculuk perjalanan dilanjutkan naik angkutan pedesaan sekitar 12 Km menuju pantai grajagan.

Perjalanan yang menarik dari grajagan  ke alas purwo adalah menggunakan perahu sewa, utamanya menuju ke pantai Ngagelan yang merupakan tempat penangkaran penyu belimbing, abu-abu dan hijau. Tiap malam petugas disini selalu mencari telur penyu untuk ditetaskan, wisatawan yang sudah sampai di Ngagelan ini bisa melepas langsung penyu yang sudah siap dan waktunya dilepas ke laut lepas setiap saat.

Surat Permohonan Maaf Afriyani ( Tragedi Tugu Tani )

Melalui surat yang disampaikan kepada kuasa hukum dan diteruskan kepada keluarganya, Afriyani Susanti menyampaikan pernyataan maaf atas peristiwa kecelakaan yang menewaskan sembilan pejalan kaki di Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Minggu, 22 Januari 2012.

Ini adalah isi lengkap surat permohonan maaf Afriyani yang diterima VIVAnews.com dari keluarganya dan disalin ulang: 




ASSALLAM MUALAIKUM WRH. WBR

Dengan ini saya Afriyani Susanti, melampirkan surat permohonan maaf atas kecelakaan yang terjadi pada hari Minggu tanggal 22 Januari 2012, lewat keluarga saya dan kuasa hukum saya.

Sesungguhnya saya telah merasakan penyesalan yang sangat terdalam kepada semua korban dari saat kejadian tersebut hingga akhir dari perjalanan hidup saya. Terkhusus untuk seluruh keluarga korban... Saya tak lagi bisa berkata-kata untuk mengungkapan rasa penyesalan yang teramat dalam. Maafkan saya atas kehilangan Anda. Maafkan saya atas kehilangan cinta Anda, maafkan saya atas kehilangan pengharapan Anda, maafkan saya...

Demi Allah saya memohon maaf atas semua... Saya mungkin tak patut mendapatkan maaf dr Anda semua... tapi izinkan saya, untuk mengatakan maaf.. maaf.. maaf !

Dikesempatan ini saya juga ingin meminta maaf kepada kakak saya, om, tante, saudara saya, sahabat dan seluruh teman2 saya... maafkan saya... dan terima kasih untuk doa dan dukungannya.

Untuk ibu saya... Maafkan saya bu... anak ibu yang tak sedikit pun sempat membahagiakan ibu... Doa ibu cukup untuk membuat saya merasa lebih berarti dr apaun... maaf bu.. maaf.

Akhir kata... Saya Afriyani Susanti memohon ampun dari Allah Swt, atas keikhlafan yang saya perbuat, ya Allah, semoga Kau terima tobatan nasuha Hamba. Dan hamba memohon bukakan pintu kebaikan dan kemudahan untuk para korban, untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kemudahan.

Sekali lagi saya mohon maaf... maafkan saya atas semuanya... maafkan.. maafkan saya... maafkan saya...

Wassalmualaikum Wrh. Wbr.

Jakarta, 25 Januari 2012.

Afriyani

sumber : viva news