Tampilkan postingan dengan label Pencerahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencerahan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2012

Jangan Panggil Aku Dukun Part 1 (kisahku)

Tak terasa waktu sudah semakin lama berlalu, di mana aku akhirnya menerjuni dunia supranatural yang benar - benar jauh dari apa yang selama ini aku khayalkan dan yang selalu ada dalam benakku. 

Awalnya aku hanya coba - coba ketika aku duduk di bangku kuliah untuk meneruskan program magisterku di salah satu kampus swasta di kota Surabaya. Dari sinilah akhirnya dunia baru terbentang di depanku, di hindari ataupun tidak inilah dunia baruku.

Selang berapa bulan karena aksi coba - coba ku ini akhirnya keterusan, yha supranatural atau bentuk kasarnya dukun .....hahhahaha ....ohh tidak aku tidak mau jadi dukun itu yang selalu terlintas dalam fikiranku sampai saat ini. 

Di terima ataupun tidak tidak sedikit orang yang meminta pertolonganku, akhirnya aki tasbihkan diriku menjadi parapsikolog bukan seorang dukun.

Kini aku baru sadar bahwa mungkin dengan jalan ini aku mengabdikan diriku untuk sesama, tak sedikit orang yang mencibirku atau menertawakanku. huffff .....kerikil kecil itu ternyata lebih sakit bila ku injak dari pada sebongkah batu.

Saya masih ingat ketika salah seorang yang menyebutku "dukun palsu", saya hanya tersenyum mendengarnya. Karena memang sedari awal saya tidak mau di sebut dukun. 

Sampai tiba masanya ternyata ini juga membantu diriku agar tak tersesat di gelapnya dunia, ini sebagai penuntunku untuk menemukan dunia yang hakiki. 

Banyak kepalsuan manusia yang akhirnya kutemui, inilah dasar inspirasiku untuk memulainya dan bukan coba-coba lagi. Meskipun saya menekuni dunia supranatural tapi cita-cita tetap tersemat di dada hingga akhirnya ku putuskan kembali untuk menyelesaikan program magisterku. semoga bisa selesai. amien !!!

Kamis, 20 September 2012

6 Tahun Menjanda, Wanita Ini Baru Tahu Menikahi Ayahnya Sendiri

img  
Setelah enam tahun hidup menjanda, seorang wanita asal Ohio mendapat kabar yang benar-benar membuatnya shock. Wanita tersebut baru tahu kalau ternyata pria yang selama ini menjadi suaminya ternyata adalah ayahnya sendiri.

Valerie Spruill itulah nama wanita berusia 60 tahun asal Doylestown, Ohio itu. Valerie baru tahu kalau suaminya, Percy, yang meninggal pada 1998 lalu ternyata adalah ayahnya setelah ia menjalani tes DNA.

Meski malu, Valerie kini mengungkap kisah sedihnya itu ke publik dengan harapan bisa menemukan saudara kandungnya yang lain dari sang ayah. Wanita yang sudah memiliki tiga anak dan delapan cucu tersebut juga berharap ceritanya bisa jadi inspirasi untuk banyak orang yang sedang melalui masa-masa sulit.

"Ini harus diceritakan karena anak-anak harus tahu dari mana mereka berasal. Dan aku tahu itu menyakitkan karena aku juga kecewa dengan ini," ujarnya pada Akron Beacon Journal, seperti dikutip Daily Mail.

Valerie mengisahkan, ayah dan ibunya pertama kali berhubungan saat sang ayah berusia 15 tahun. Tidak diketahui berapa anak yang dimiliki keduanya dari hubungan tersebut. Yang diketahuinya adalah dia memiliki enam kakak laki-laki.

Sejak berusia tiga bulan, Valerie diurus oleh neneknya. Pada usia sembilan tahun, untuk pertamakalinya dia mengetahui rahasia keluarga yang selama ini disembunyikan darinya. Rahasa itu adalah pria yang selama ini dia anggap ayah ternyata adalah kakeknya. Dia juga baru tahu bahwa wanita yang selama ini disebut sebagai teman dari keluarga ternyata adalah ibunya. Ketika itu Valerie pun mengetahui kalau ibunya seorang wanita malam yang meninggal pada 1984.

Valerie tidak pernah diberitahu siapa ayah kandungnya. Sampai akhrinya dia bertemu Percy dan menikahinya. Percy yang lahir di Mississippi bekerja di Akron sebagai seorang supir truk. Dia meninggal pada 1998 setelah sebelumnya menderita sakit.

Selama menikah dengan Percy, Valerie sering mendengar gosip-gosip aneh tentang pernikahannya. Dia baru tahu kebenaran semuanya dari pamannya setelah Percy meninggal. Sang paman memberitahu kalau Percy adalah ayahnya. Dia pun menjalani tes DNA dan hasilnya sama dengan perkataan sang paman.

Valerie tak tahu apakah Percy menyadari atau tidak kalau dia menikahi putrinya sendiri. Namun dia sangat yakin Percy sebenarnya tahu, tapi takut untuk mengatakan padanya.

Sejak Percy meninggal, Valerie berkonsultasi dengan terapis untuk membantu mengatasi perasaan shocknya setelah hubungan dirinya dan sang suami yang ternyata ayahnya sendiri terungkap. Kini dia sangat berharap bisa menemukan saudara-saudara kandungnya. "Tujuan terbesarku adalah menemukan mereka," katanya.

Minggu, 17 Juni 2012

Patung Budha Tidur di Indonesia

Patung Buddha tidur menunjukkan tingkat kesempuranaan sang Buddha yang mencapai nirwana. Karena keistimewaan ini, tidak semua negara di dunia memilikinya. Tapi tahukah Anda ada 3 patung Buddha tidur di Indonesia?

Patung Buddha tidur merupakan patung yang menggambarkan Buddha telah berada pada tingkatan tertinggi, yaitu mencapai nirwana. Pada patung, terlihat Buddha menopang kepalanya dengan tangan tangan yang menandakan peristirahatan. Tangan kanan disamping tubuh juga menggambarkan Buddha telah mencapai nirwana.

Karena menunjukkan tingkat kesempurnaan Buddha, tidak semua vihara bisa memiliki patung ini. Tapi tahukah Anda, Indonesia 3 patung Buddha tidur? berikut ada 3 lokasi patung Buddha tidur yang ada di Indonesia:

1. Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto

Patung Buddha tidur pertama ada di Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, Jawa Timur. Patung yang dibuat pada tahun 2001 ini diakui sebagai salah satu patung Buddha tidur paling besar di Asia. Tepatnya berada di urutan ketiga setelah Thailand dan Nepal. Bagaimana tidak? Patung ini memiliki panjang 22 meter dengan lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter. Wow!

Patung Buddha Tidur dicat emas mengkilat menggambarkan wafatnya Siddharta Gautama. Patung juga dibuat menghadap ke arah selatan yang dianggap kiblatnya umat Buddha. Dijamin, setiap umat maupun wisatawan yang datang, akan tersihir dengan kemegahannya.

Selain melihat kemegahan patung Buddha tidur, pengunjung yang datang juga bisa melihat miniatur Candi Borobudur di areal Maha Vihara Majapahit ini. Patung kera sakti, dan beberapa patung tokoh-tokoh dalam cerita Budha juga menarik untuk dilihat. Di dinding belakang bangunan utama terdapat relief-relief besar yang menceritakan Budha sedang mengamalkan ajarannya.

2. Vihara Dhammadipa Arama, Malang
Selain Maha Vihara Mojopahit di Mojokerto, Jawa Timur masih punya satu kota lagi lokasi patung Buddha tidur, yaitu Malang. Jika berkunjung ke Malang, sempatkanlah datang ke Vihara Dhammadipa. Di sana, Anda bisa melihat Patung Buddha tidur yang tak kalah megahnya dengan yang ada di Mojokerto.

Vihara Dhammadipa atau biasa disebut Padepokan Dhammadipa Arama biasa dijadikan sebagai tempat meditasi umat. Selain itu, vihara ini juga memiliki replika Pagoda Shwedagon yang ada di Myanmar. Jika masuk ke dalam, Anda bisa melihat ada banyak patung sang Buddha.

Jika berjalan terus ke arah belakang padepokan, ada satu pemandangan menakjubkan yang bisa turis lihat, patung Buddha tidur. Sama seperti yang ada di Maha Vihara Mojopahit, patung Buddha tidur di Malang juga dicat emas. Benar-benar tampak istimewa dan megah. Karena tidak semua vihara memiliki patung Buddha tidur, jadi pastikan Anda datang ke Vihara Dhammadipa saat berkunjung ke Malang, ya!

3. Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong, Semarang
Umat Buddha di Jawa Tengah biasanya identik dengan Candi Borobudur. Ternyata, masih ada tempat lain yang harus Anda kunjungi, terutama di hari Waisak seperti ini, yaitu Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong. Di sana, Anda bisa melihat salah satu mahakarya terbaik untuk sang Buddha. Penasaran?

Pagoda yang berada di Jl Perintis Kemerdekaan, Semarang, Jawa Tengah ini terbilang unik, karena memiliki pagoda yang jarang ada di Indonesia. Menengok ke sebelah kanan pagoda, Anda akan melihat daya tarik kuat dari tempat ini, yaitu patung Buddha sedang tidur.

Patung Buddha sedang tidur tidak dapat Anda lihat di setiap vihara, karena patung ini melambang Buddha telah berada di tingkatan paling tinggi, yaitu mencapai nirwana. Berbeda dengan patung Buddha yang dicat emas di Mojokerto dan Malang, patung Buddha tidur di Semarang berwarna cokelat untuk pakaiannya, dan tubuh tetap dengan warna emas

Kamis, 08 Maret 2012

Cinta Tanpa Syarat


Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek, Nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara Kakek dan Nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."

Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, Nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. 
Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi.... kosong. kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."

Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apa pun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."
Pembaca yang budiman.

Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.

Sebuah Artikel Luar Biasa dari Sang Master Andri Wongso

Senin, 27 Februari 2012

Saat kau berumur .......( untukmu ibu )


Saat kau berumur satu tahun, dia menyuapimu dna memandikanmu, sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana acara berjalan, sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkanmu makanan dg kasih sayang. sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan itu ke lantai.

Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna. sebagai balasannya kau coret dinding rumah dan meja makan.

Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian yang mahal dan indah. sebagai balasannya kau bermain di kubangan lumpur.

Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu ke sekolah. Sebagai balasannya, kau berteriak; gak mau!!

Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. Sebagai balasannya kau melemparkannya ke jendela tetangga.

Saat kau berumur 8 tahun, dia mmbelikanmu es krim. Sebagai balasannya kautumpahkan dan mengotori bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk les pianomu. Sebagai balasannya, kau membolos dan jarang berlatih.

Saatkau berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, sebagai balasannya kau melompat keluar tanpa mengucapkan salam
.

Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman2mu ke bioskop. sebagai balasannya kau minta ia duduk di barisan lain.

Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu unutk melihat acara tv khusus dewasa. Sebagai balasannya kau tunggu ia sampai ia keluar rumah.

Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu unutk memotong rambut, karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, kaukatakan ia tak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya kempingmu selama sebulan. Sebagai balasannya kau tak pernah menelfonnya.

Saat kau berumur 15 tahun, pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya,kau masuk ke kamarmu dan menguncinya.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya sebagai balasanny, kau pakai mobilnya setiap ada ksempatan, tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telfon penting. Sebagai balasannya kaupakai telpon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis haru saat kau lulus SMU,, sebagai balasannya kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar kuliahmu, dan mengantarmu di hari pertama. sebagai balasannya kau minta di turunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tak malu dengan teman temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "darimana saja seharian ini?" sebagaia balasannya, kau jawab " Ah ibu cerewet amat sih, ingin tahu semua urusan orang
"

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karir masa depanmu. Sebagai balasannya, kau katakan "aku tidak ingin seperti ibu"

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu, dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya kau bertanya kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada teman temanmu betapa kunonya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu tunanganmu, dan bertanya tentang rencana masa depan. Sebagai balasannya "aduuh ibu kok bertanya itu siih"

Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu emmbiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya kau pindah ke kota yang jaraknya 500 km lebih.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberimu nasihat tentang bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya kau katakan padanya "bu, sekarang zamannya sudah berbeda"

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelfon untuk membritahukan pesta ulang tahun seorang kerabat. Sebagai balasanya kau berkata "bu, aku sibuk sekali, tidak ada waktu"

Saat kau berumur 50 tahun. Dia sakit dan memerlukan bantuan perawatanmu. Sebagai balasannya kau baca buku dan artikel tentang pengaruh buruk orang tua tinggal dengan anaknya



Lalu suatu hari ia meninggal dengan tenang. Dan tiba tiba kau teringat semua yang belum sempat kau lakukan bersamanya, untuknya dan itu mengantammu bagai palu godam!!

JIKA BELIAU MASIH ADA, MAKA JANGAN BUANG BUANG WAKTU LAGI, TUNJUKKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG KAU TUNJUKKAN SELAMA INI!!!

Senin, 13 Februari 2012

Ratu Beatrix Berjilbab di Oman


SENYUM-RATU-BEATRIX.jpg
 
Ratu Belanda, Beatrix, tak peduli pada omongan pemimpin partai populis PVV, Geert Wilders, yang mengkritik karena memakai jilbab saat mengunjungi masjid di Abu Dhabi, Minggu (8/1/2012) lalu.

Saat berkunjung ke masjid terbesar di Muscat, ibukota Oman, Kamis (12/1/2012) waktu setempat, Beatrix tetap mengenakan jilbab.

Di Muscat, Beatrix mengenakan gaya kerudung yang sama dengan di Abu Dhabi. Hanya, kerudungnya kali ini berwarna oranye, warna kebanggaan Bangsa Belanda. Sebelumnya, ia mengenakan jilbab warna biru.

Kepada pers, Beatrix menyebut kritik Wilders, yang menyebut penggunaan kerudung sebagai lambang penindasan terhadap wanita, merupakan "omong kosong".

Kerudung yang dipakainya saat berada di UEA dan Oman, kata Beatrix, adalah untuk menunjukkan penghormatan relijius, karena ia mengunjungi masjid.

Beatrix sangat jarang memberikan pernyataan langsung kepada media. Jika kali ini wanita itu bersuara langsung, mungkin karena ia sudah geram dengan Wilders, yang dikenal dengan komentar usilnya yang rasis dan diskriminatif.

Sebelumnya, Wilders menyindir Beatrix diam-diam menjadi pengikut Partai Hijau, karena pesan Natal yang disampaikannya tahun lalu menyinggung soal pelestarian alam.

Menurut koran Algemeen Dagblad, Ratu sudah jemu dengan kritik bertubi-tubi yang selalu dilontarkan pemimpin partai populis PVV itu terhadap Agama Islam.

Sebelumnya, berbagai media Belanda, baik cetak maupun online, ramai-ramai menyorot Beatrix yang mengenakan jilbab. Ratu Belanda ini mengenakan tutup kepala ala Muslimah saat mengunjungi Masjid Syekh Zaid bin Sultan Al Nahayan di Abu Dhabi.

Bukan hanya Beatrix saja yang mengenakan jilbab saat mengunjungi masjid terbesar di Abu Dhabi tersebut. Putri Maxima juga menutup kepalanya dengan jilbab. Ini merupakan kedua kalinya istri Putra Mahkota Willen Alexander ini tampil dengan busana Muslimah.

Tak Gubris Wilders
Geert Wilders, pemimpin Partai untuk Kebebasan PVV, yang dikenal anti-Islam, serta merta mengecam perilaku sang Ratu. Wilders langsung menuding Beatrix melegitimasi penindasan perempuan.

Bagi PVV, jilbab adalah "simbol" Islamisasi, penindasan, dan diskriminasi terhadap perempuan. Dengan mengenakan jilbab, Wilders menuding Beatrix melegitimasi penindasan perempuan.
Setelah mengetahui berita pengenaan jilbab oleh Ratu, Alexander Pechtold, pemimpin Partai Liberal D66, langsung mengeluarkan peringatan. 

"Seluruh Belanda dag-dig-dug menunggu reaksi sejawat Geert Wilders. Sudah bangunkah ia?" Demikian bunyi tweet anggota parlemen Belanda yang sering berdebat sengit melawan Wilders.

Menanggapi kritikan Wilders, Menlu Belanda Uri Rosenthal mengatakan, apa yang dilakuan Ratu tidak masalah. Tindakan Ratu itu, menurut sang menteri, tidak salah, karena beliau menyesuaikan diri dengan tempat yang dikunjungi.

Beatrix juga menyesuaikan busananya kalau mengunjungi sinagoga atau gereja.
Anggota Parlemen dari partai sosialis SP, Harry van Bommel, menilai reaksi Wilders itu hanya untuk kesekian kalinya memukul Islam, atau yang disebutnya Islam bashing.

"Kalau saya berkunjung ke Diding Ratapan (tempat suci umat Yahudi,) di Yerusalem, saya juga akan mengenakan kipah," katanya. Kipah adalah tutup kepala yang dikenakan laki-laki Yahudi.
Martijn van Dam, wakil rakyat dari partai buruh PvdA, juga menilai tindakan Ratu mengenakan jilbab saat mengunjungi masjid di Abu Dhabi itu wajar. 

"Apa yang dilakukan Ratu sama dengan yang diperbuat ratusan ribu wisatawan Belanda yang mengunjungi gereja di Italia. Di sana lengan harus ditutup sebagai tanda sopan santun dan respek," kata Martijn.

Semua kontroversi, termasuk kritikan Wilders, tak memusingkan Beatrix. Ketika mengunjungi masjid terbesar di Muscat, Kamis, ia tetap mengenakan jilbab.

Minggu, 12 Februari 2012

Pingsan Setelah Kena Tilang Rp. 400 Juta

Seorang wanita asal Silicy, Italia dibuat terkejut setelah dirinya harus membayar tanggihan denda tilang akibat kesalahan parkir mobil, sebesar 32 ribu euro atau sekitar Rp400 juta.

Bahkan ketika menerima dan melihat tagihan tersebut, wanita yang tidak disebutkan namanya itu jatuh pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.


 
Seperti dilaporkan harian Repubblica yang dikutip Caradvice, Senin 31 Oktober 2011, nilai denda ini bisa dibilang cukup fantastis untuk sebuah pelanggaran akibat kesalahan parkir mobil.

Kejadian itu berawal, saat kepolisian setempat mengirim sebuah surat tilang beserta nilai denda kepada wanita tersebut dan suami, pada bulan ini. Dalam surat tilang disebutkan adanya pelanggaran yang dilakukan, yakni memarkir mobil sembarangan dan tidak sesuai dengan ketentuan.

Tak ayal nilai denda yang begitu besar, yaitu 32 ribu euro atau sekitar Rp400 juta, membuat wanita itu syok. Namun, setelah ditelusuri ternyata ada kesalahan dari pengetikan di surat tilang itu. Waktu kejadian yang semestinya tahun 2008 tertulis tahun 208.

Hasilnya, surat tilang tersebut menyatakan, pelanggaran lalu lintas terjadi pada 1.803 tahun lalu. Hal itu juga yang membuat perhitungan denda serta bunga, yang harus dibayar menjadi berlipat-lipat.

Usai dilakukan koreksi, ternyata wanita itu hanya membayar 102 euro atau sekitar Rp1,27 juta. Denda itu kemudian langsung dibayar oleh sang suami.

Sabtu, 11 Februari 2012

Bung Karno, Marilyn Monroe, Imelda Marcos, dan The Beatles

Pernah mendengar kisah Bung Karno yang belum banyak diketahui orang? Atau, hubungannya dengan Marilyn Monroe, Imelda Marcos, dan The Beatles?



Saya menemukan artikel menarik yang jujur saya sendiri baru mengetahuinya saat ini. Berikut saya petikan kisah lengkapnya oleh Walentina Waluyant , seorang WNI yang tinggal di Belanda. Dia menulisnya di blog komunitas citizen jurnalism milik kolomkita.detik.com. Berikut saya bagikan tanpa perubahan. Silahkan dinikmati.

***
Kejadian “benci segi tiga” itu terjadi di era 1960-an. Ketika Bung Karno mengunjungi Filipina tahun 1964, suami Imelda,Ferdinand Marcos belum menjadi presiden. Ketika setahun sesudahnya, tahun 1965 suami Imelda diangkat menjadi presiden, Bung Karno memasuki ambang keruntuhannya.

Sukarno memang belum pernah bertatap muka dengan Imelda Marcos, mantan ibu negara Filipina. Walau kedua tokoh flamboyan tadi, Sukarno dan Imelda tak pernah bertemu, tapi keduanya mempunyai obyek yang sama untuk dimusuhi. Siapa musuh bersama mereka berdua? Siapa lagi kalau bukan The Beatles


Grup band asal Liverpool itu memang pernah bikin Bung Karno “alergi” dan bikin murka Ibu Negara Filipina, Imelda Marcos. Keduanya memang dikenal anti The Beatles, walau dengan alasan berbeda. Yang menarik, walau alasan anti The Beatles itu didasari latar belakang berbeda, tapi kisah tercecer di balik itu sama konyolnya. Inilah kisahnya!

Sudah banyak kita dengar kisah bagaimana Bung Karno melarang musik barat. Saya tidak ingin bercerita tentang Koes Plus yang dicekal karena musiknya yang “ke-beatles-beatles-an”. Itu sudah banyak kita dengar.

Dan bagaimana kisah perseteruan Imelda dengan The Beatles? Kenapa sampai John Lennon kapok dibuatnya? Kata John Lennon, “Saya tidak akan pernah mau lagi terbang ke Filipina. Bahkan cuma terbang lewat di atasnya juga ogah ah”, katanya.

Gara-garanya pengalaman pahit The Beatles ketika harus hengkang secara tidak menyenangkan dari Manila tahun 1966. Bagaimana kisahnya hingga Imelda yang tadinya kesengsem pada The Beatles, tiba-tiba jadi sangat murka pada anak-anak band itu?

***

Sebelum menengok insiden Imelda dengan The Beatles, sejenak kita tengok dulu situasi di tanah air tahun 1960-an. Anda tahu kan, bagaimana Sukarno memberantas musik ngak ngik ngok, termasuk musik Beatles dan Beatlemania di Indonesia.

Bukan cuma musiknya, tapi gaya rambutnya pun dilarang. Tukang cukur dilarang melayani pelanggan yang ingin memotong rambut ala The Beatles.

Razia rambut gondrong dilakukan di mana-mana. Bung Karno menyinggung dalam pidatonya tahun 1964, dia memerintahkan polisi untuk membawa anak-anak muda berambut model Beatles ke tukang cukur. Itu pidato resmi. Tapi di luar pidato, Bung Karno dengan tegas memerintahkan agar yang berambut gondrong dibikin plontos.

Kenyataannya, polisi memang tidak perlu membawa ”pasukan gondrong” ke tukang cukur. Karena polisinya sendirilah yang jadi tukang cukurnya. Inilah mungkin razia paling konyol dalam sejarah Indonesia. Karena orang yang kena razia, terpaksa manut saja model kepalanya dibikin kayak kelapa….langsung di tengah jalan! Jadi tontonan orang-orang.

Lha, polisi kok disuruh jadi hair-stylist dadakan. Hasilnya, tentu saja kepala anak-anak muda itu jadi pitak tidak karuan. Dan orang yang menonton tertawa-tawa. Apes anak-anak muda itu. Kètèrlaluan bah! Musiknya tak boleh, rambutnya haram……dan itu pun masih belum cukup!

Ternyata razia musik, razia rambut masih pula diikuti razia lain. Yaitu razia celana jengki, celana bray-cut, celana ketat ala The Beatles. Dilarang pakai celana ketat! Untuk menentukan seberapa ketatnya celana, polisi tidak perlu pusing-pusing. Cukup pakai botol bir. Jika di ujung celana di pergelangan kaki itu botol bir tidak bisa lagi dimasukkan, ini artinya celana itu terlalu ketat. Sebagai hukuman, celana itu harus digunting sampai paha. Gampang kan?

Senjata polisi cukup botol bir dan gunting. Jadi si korban razia tadi, sudah kepala pitak, celananya dibikin model kolor pula! Walaaah…..mau ikut mode, malah jadi salah model. Tidak heran penonton di jalanan jadi terpingkal-pingkal bersorak-sorai melihat dagelan gratisan itu.

***

Sebetulnya yang jadi soal bukan ngak ngik ngok-nya. Bukan soal gondrong dan celana jengki.Bukan soal “Amerika kita setrika, Inggris kita linggis” (jargon Bung Karno). Juga bukan soal dikipasi kelompok kiri. Sukarno bukan type plintat-plintut yang mudah dikipasi.

Masalahnya budaya ngak ngik ngok dan gaya anak-anak band itu, di mata Bung Karno, disuntikkan oleh imperialisme kapitalis. Buat Bung Karno, para imperialis itu hanya ingin merangsek Indonesia dengan segala cara. Termasuk melalui budaya. Itu yang jadi kutil dan bikin alergi Sukarno. Kebetulan saja yang terdengar dilarang adalah Beatles. Karena waktu itu band ini sedang digandrungi. Tapi sebetulnya yang juga ikut dilarang adalah musik barat produk kapitalisme lainnya, plus dansa-dansinya, termasuk musik Elvis Presley. Untung saja model jambul Elvis tidak ikut-ikutan dilarang.

Larangan musik tadi ikut bikin putra Bung Karno, Guntur Sukarnoputra yang waktu itu masih remaja jadi mangkel juga. Padahal Guntur itu hobinya musik. Sejak kelas 5 SD sudah main gitar dan punya kelompok band. Ketika SMP Guntur membentuk band Ria Remaja. Sebagai anak muda Guntur juga ingin mencoba memainkan musik yang sedang trend. Termasuk musik The Beatles yang dikatakan bapaknya ngak ngik ngok.


Guntur bercerita dalam wawancaranya, “Kalau ketahuan oleh Bung Karno saya ikut main musik, ya dipelototin atau ditegur. Hey, kamu main ngak ngik ngok, ya? Awas, jangan main lagi!”. Lalu dilanjutkannya, “Tapi kalau nggak ketahuan ya saya main lagi….ha…ha…ha…”

Di luar larangan musik barat, Bung Karno kadang “kena sentil” juga oleh joke orang-orang terdekatnya. “Kalau cewek western pasti Bung ndak bisa nolak kan?”. Menolak Marylin Monroe? Mana tahan. Rasanya tak akan ada yang percaya Bung Karno bisa bilang “NO” buat cewek, tidak perduli dia dari barat, utara maupun selatan. Memang susah cari presiden tanpa cela. Seperti kata Sukarno, “manusia mana yang tidak punya kekurangan?”.


Bung Karno sejak semula menolak The Beatles karena alasan ideologi. Lain dengan Imelda. Tadinya ibu negara ini memang sengaja mengundang The Beatles ke istana Malacanang karena memang demen plus demam The Beatles. Maklum, The Beatles lagi jaya-jayanya. Jadi idola di seantero dunia.


Ketika itu The Beatles diundang oleh penyelenggara showbiz untuk konser di Manila. Lalu berangkatlah mereka ke Manila. Saat mereka sedang beristirahat di hotel, tiba-tiba ada permintaan mendadak dari ibu negara, agar mereka segera datang ke istana. Rupanya Imelda ingin pertunjukan khusus untuknya di istana. Undangan Imelda ini tak terduga, dan itu di luar jadwal show. Karena itu dengan enteng The Beatles menolak undangan itu.Akibat penolakan tadi, Imelda Marcos sang ibu negara menjadi menjadi sangat murka! Ini penghinaan terhadap ibu negara! Pasangan suami istri Marcos yang bertangan besi itu ditakuti di seluruh Filipina. Lha anak-anak gondrong slebor dari Inggris itu kok berani-beraninya bilang “NO” pada istri diktator. Kira-kira yang ada di pikiran Imelda, “buseeet….mereka belum kenal siapa saya!!!”.


Tapi sebetulnya penolakan The Beatles itu juga karena sejak pertama kali tiba di bandara, perasaan mereka sudah tidak nyaman. Ringo Starr bilang, di setiap sudut terlihat orang-orang bawa senjata. Selain itu, menurut George begitu tiba mereka tidak menerima respek yang pantas. Petugas membentak-bentak memberi instruksi. Padahal mereka sudah keliling dunia, dan di mana-mana mereka selalu dihormati. Jadi memang sejak awal kesan tentang Filipina sudah begitu menakutkan.

Kesan menakutkan itu semakin bertambah, ketika baru saja beristirahat di hotel. Sambil berbaring setelah perjalanan melelahkan, mereka sangat kaget ketika pintu kamar terdengar digedor keras sekali. Terdengar keributan di luar pintu. Begitu pintu dibuka, sejumlah petugas bersenjata membentak, “Cepat! Kalian harus segera ke istana sekarang juga! Kalian sudah ditunggu ibu negara!”. Padahal sebelumnya tidak ada perjanjian tentang itu. Permintaan mendadak yang memaksa-maksa dan dirasa tidak sopan itu, membuat mereka tak berpikir panjang, dan berkata “No, no, no!!!”.

Sesudah penolakan itu, The Beatles merasakan sangat jelas ada skenario yang diatur untuk mengintimidasi kehadiran mereka di Filipina.

Segalanya pun menjadi mimpi buruk. Setiap menit yang mereka lalui di Manila rasanya seperti seabad. Konser mereka dihadiri penonton yang jumlahnya seperti jumlah penonton festival nyanyi tingkat kecamatan. Padahal rencananya itu adalah pertunjukan akbar dengan massa bejibun.

Pelayanan di hotel tiba-tba menjadi sangat tidak ramah. Makanan dari hotel kelihatan sangat buruk sehingga mereka jadi tak berselera menyantapnya.

Perlakuan lebih buruk lagi mereka terima ketika tiba saatnya meninggalkan Filipina. Untuk mencapai bandara, terpaksa mereka harus menumpang motor orang yang kebetulan lewat. Soalnya tidak seorang pun mau memberi mereka tumpangan mobil. Belum lagi caci maki yang mereka terima di sepanjang jalan. Orang-orang tak segan-segan meludah kasar di depan mereka. Bahkan mereka harus membawa segala peralatan sendirian karena tak seorang pun kuli pengangkut yang bersedia membantu.

Eskalator di bandara tiba-tiba berhenti pas ketika mereka hendak menapak kaki ke tangga berjalan itu. Padahal mereka membawa kopor dan peralatan berat. Terpaksa dengan ngos-ngosan mereka harus melalui tangga biasa. Beberapa orang kelihatan seperti ingin memukul dan menyerang mereka sambil memaki kasar, “Keparat! Kalian minggat sana sekarang juga!!!”.

Paul McCartney bilang, di ruang tunggu bandara mereka memilih duduk di belakang serombongan biarawati yang kebetulan ada di sana. Perhitungannya, orang-orang di negara Katolik tidak akan berani menyerang orang yang berada di dekat biarawati. Paul menggambarkan, mungkin itu jadi pemandangan unik jika ada yang memotret adegan tadi. Maksudnya kombinasi kontras antara “the bad boys” dan biarawati yang alim santun

Setelah bersusah payah, akhirnya mereka berhasil tiba di pesawat. Kontan mereka mencium kursi pesawat, karena kelegaan yang luar biasa. Rasanya seperti baru lolos dari maut.


Paul menuduh Marcos dan Imelda telah dengan sengaja menggunakan kediktatorannya mengatur orang-orangnya untuk meneror mereka selama di Manila. Saking geramnya, Paul berkata, “Seandainya saya punya bom, saya sudah menjatuhkan bom di sana!”. Sejak itu mereka bersumpah tidak akan pernah mau lagi menginjakkan kaki di Filipina.

Belakangan, Imelda Marcos memberi komentar dalam wawancaranya ketika ditanya apa pendapatnya tentang musik The Beatles. “The Beatles? Saya tidak pernah suka musik mereka. Musik mereka mengerikan!”, kata Imelda.

***
Siapa sangka seorang ibu negara terhormat, anggun dan cantik jelita bisa mengeluarkan pernyataan konyol semacam itu, hanya karena ngambek gara-gara maunya ditolak?

Ukuran suka atau tidak sukanya Imelda memang “suka-suka”. Sentral Imelda adalah “AKU”. Begitu “AKU”-nya tidak dituruti, maka Beatles yang tadinya dinantinya di istana dengan suka cita, kini dibencinya dengan suka-suka. Kalau maunya dituruti bilang “nice”, kalau tidak dituruti bilang “ horrible”. Wah, rupanya orang terhormat bisa juga bereaksi kekanak-kanakan kalau maunya ditolak.Dan bagaimana ukuran suka atau tidak suka dari Bung Karno? Buat Bung Karno, urusan suka atau tidak suka itu urusan nomor dua. Ini bukan soal “AKU”. Nomor satu itu ideologi. Yang penting jangan coba ganggu gugat ideologi anti imperialisme. Sentral Bung Karno adalah “ISME”. Begitu isme-nya dan isme Beatles tidak se-harmoni, maka gunting dan botol bir yang bicara. Jangan membandingkan Bung Karno dan Imelda dong! Jauh amat! Begitu kata anda.

Membandingkan Imelda Marcos dan Bung Karno? Yang satu penghamba imperialisme kapitalis kalau perlu mengorbankan karakter bangsa. Dan yang satu arsitek karakter bangsa, karena itu menolak menghamba pada imperialisme kapitalis. Jelas beda jauh kan?

Polwan Lepas Seragam Demi Kontes Kecantikan

Polwan berwajah cantik dan bertubuh seksi bernama Alice Nicholas rela melepas seragamnya dan menggantinya dengan pakaian menawan saat akan mengikuti kontes ratu sejagad Miss Cornwall, Inggris. 

Perempuan berambut brunette berusia 22 tahun ini ikut kontes kecantikan karena atas saran sang teman dan sangat terkejut ketika menerima surat pemberitahuan jika ia masuk nominasi dan akan diaudisi.

Alice, yang tinggal di St Blazey, Cornwall, mengatakan pekerjaannya sebagai polisi di kapolsek Devon and Cornwall hampir sama dengan kontes kecantikan.

"Saat di lokasi kerja, saya harus mengikat rambut, sedikit make up, dan mengenakan celana panjang aneh sementara di kontes Miss Cornwall adalah tentang menjadi cantik dan glamour," jelasnya.

"Namun kedua pekerjaan ini sama-sama berbasis komunitas. Bagian terpenting dari Miss Cornwall adalah lembaga pendanaan. Saya rasa bisa menjadi contoh yang baik bagi remaja dan kalangan muda," ujarnya.

"Saya tidak spesial dan hanya gadis biasa. Di sekolah, saya tak pernah menjadi anak yang paling keren karena saya tak minum dan juga tidak merokok," kata Alice, sembari menambahkan sangat sulit menerima tekanan dari lingkungan sekitar agar menjadi populer.

Jumat, 10 Februari 2012

Kisah Seorang Polisi Yang Menilang Sahabat Karibnya

Berikut ini menurut saya sebuah kisah dan renungan yang sangat bagus. Semoga cerita ini dapat memberikan pencerahan kepada kita semua tentang arti hidup dan menghargai orang lain. Apa lagi untuk lebih tertib berlalu lintas.



Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.
Prit!


Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jono agak lega.Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Jon.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?”

Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.


“Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”
Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”
Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”


Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.

Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.

“Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)”.

Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan… ….

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

Gadis Penjual Keperawanan ...[ satu kisah renungan ]

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima. Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.


Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.


Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu seseorang? “
“Tidak!” Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.
”Lantas untuk apa anda duduk di sini?”
”Apakah tidak boleh? ” Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam.
” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang
yang ingin menikmati layanan kami.”
” Maksud, bapak? “
” Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ”
” Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ” Kata wanita itu dengan suara lambat.

” Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ”Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.” Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti.”

” Saya ingin menjual diri saya, ” Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu. Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.

”Mari ikut saya, ” Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya. Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperatif karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu..


Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.
” Apakah anda serius? ”
” Saya serius ” Jawab wanita itu tegas.
” Berapa tarif yang anda minta? ”
” Setinggi-tingginya. .’ ‘
” Mengapa?” Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
” Saya masih perawan ”
” Perawan? ” Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini… Pikirnya

” Bagaimana saya tahu anda masih perawan?”
” Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan …”
” Kalau tidak terbukti? “
” Tidak usah bayar …”
” Baiklah …” Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.” Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ”
” Cobalah. ”
” Berapa tarif yang diminta? ”
” Setinggi-tingginya. ”
” Berapa? ”
” Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ”
” Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya.”

Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu. Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.” Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta.

Bagaimana? ”
” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”
” Ini termasuk yang tertinggi, ” Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
” Saya ingin yang lebih tinggi…”
” Baiklah. Tunggu disini …” Petugas satpam itu berlalu.Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri..
” Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp.. 6 juta rupiah. Bagaimana? ”
” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”
” Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, Kecuali janji. Dengan uang Rp.. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh … ”

” Saya ingin tawaran tertinggi … ” Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.

” Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya.. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. ” Kata petugas satpam itu dengan agak kesal. Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift. Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.
” Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? ” Kata petugas satpam itu dengan sopan.

Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu…” Berapa? ” Tanya pria itu kepada Wanita itu.
” Setinggi-tingginya ” Jawab wanita itu dengan tegas.
” Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? ” Kata
pria itu kepada sang petugas satpam.
” Rp… 6 juta, tuan ”
” Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam.”
Wanita itu terdiam.Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
” Bagaimana? ” tanya pria itu.
”Saya ingin lebih tinggi lagi …” Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.
” Bawa pergi wanita ini. ” Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.
” Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ”

” Tentu! ”
” Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu …”
” Saya minta yang lebih tinggi lagi …”
Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.” Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ”

Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.

” Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup? ” Terdengar suara pria itu berbicara.Wajah pria itu nampak masam seketika
” Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ”
Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita. Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya.. Ada kekesalan di wajah pria itu. Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: ” Pak, apakah anda butuh wanita … ??? ”

Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.
” Ada wanita yang duduk disana, ” Petugas satpam itu menujuk
kearah wanita tadi.Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.”Dia masih perawan..”
Pria itu mendekati petugas satpam itu.Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. ” Benarkah itu? ”
” Benar, pak. ”
” Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu … ”
” Dengan senang hati. Tapi, pak …Wanita itu minta harga setinggi tingginya.”
” Saya tidak peduli … ” Pria itu menjawab dengan tegas.Pria
itu menyalami hangat wanita itu.
” Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ….” Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.

” Mari kita bicara di kamar saja.” Kata pria itu sambil
menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.
Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.Di dalam kamar …”
Beritahu berapa harga yang kamu minta? ”
” Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ”
” Maksud kamu? ”
” Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih ….”
” Hanya itu …”
” Ya …! ”


Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula
dengan cara-cara terhormat.

” Siapa nama kamu? ”
” Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar …
” Kata wanita itu
” Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ”
”Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ”
” Ada ! ” Kata pria itu seketika..
” Sebutkan! ”
” Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.Terimalah uang ini.Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah … ” Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.

” Saya tidak mengerti …”
” Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya.Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta.Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya.Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar…”
” Dan, apakah bapak ikhlas…? ”
” Apakah uang itu kurang? ”
” Lebih dari cukup, pak … ”
” Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ”
” Silahkan …”
” Mengapa kamu begitu beraninya …. ”
” Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ….Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` … Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan …”

” Keyakinan apa? ”
” Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita … ” Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:” Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini … ”
” Kesadaran… ” .. . .

Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.” Kamu sudah pulang, nak”

” Ya, bu … ”
” Kemana saja kamu, nak … ???”
” Menjual sesuatu, bu … ”
” Apa yang kamu jual?” Ibu itu menampakkan wajah keheranan..
Tapi wanita muda itu hanya tersenyum …Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan ….
” Kini saatnya ibu untuk berobat … ”Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: ” Tuhan telah membeli yang saya jual… ”.

Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya.. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi: ” Antar kami kerumah sakit …”