Tampilkan postingan dengan label mancanegara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mancanegara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Juli 2014

Palestina, Jangan Menangis Gaza

TEMPO.CO, Gaza - Konflik antara Israel dan Palestina semakin memanas di Jalur Gaza. Pada Rabu, 9 Juli 2014, pemerintah Pakistan menyatakan serangan udara yang dilakukan Israel sebagai aksi balasan terhadap serangan roket Hamas telah menewaskan puluhan orang.

Mengutip laporan Reuters, ledakan yang bergema sepanjang siang dan malam itu telah menewaskan 23 orang, 17 di antaranya warga sipil, termasuk 5 anak-anak. Sedangkan dari pihak Israel sedikitnya dua orang terluka. (Baca: Abbas Minta Israel Hentikan Serangan Udara)

Hamas mengaku telah meluncurkan roket ke sejumlah kota, termasuk Tel Aviv, Yerusalem, Haifa, dan Hadera. Serangan roket ini kemudian dibalas dengan serangan udara oleh Israel. Negara dengan mayoritas warga Yahudi ini mengancam akan terus menyerang Gaza jika serangan roket Hamas tak berhenti. (Baca: Abbas Temui Keluarga Remaja Palestina yang Dibakar)

Serangan yang tercatat sebagai serangan paling parah di Gaza sejak November 2012 lalu ini dimulai dari tewasnya seorang remaja Palestina di sebuah hutan di Yerusalem. Kematian remaja berusia 16 tahun ini diduga disebabkan oleh aksi balas dendam setelah tiga remaja Israel, yakni Natfali Frenkel, Gilad Shaar, dan Eyal Yifrach, ditemukan tewas di Halhul di utara Hebron, Palestina.
 
Berikut adalah foto-foto saudara kita yang ada di Gaza yang ane temukan di sosial media sosial.


























 

Sabtu, 22 Maret 2014

Barcelona dan Pemberontakan yang Tak Pernah (Dibuat) Selesai





“Barcelona adalah senjata dahsyat dari sebuah bangsa tanpa negara,” Manuel Vazquez Montalban.

El Clasico bukan sekadar pertarungan 90 menit di lapangan antara Real Madrid melawan Barcelona. Ini adalah pertarungan dua bangsa dalam sebuah negara bernama Spanyol.

Memang, bayangan kudeta, perlawanan, atau pemberontakan akan selalu membayangi El Clasico. Karena itu pula gaungnya akan selalu lebih tinggi, dinanti, dan diikuti ketimbang laga besar lain, atau derbi sekalipun. Sebab yang klasik sudah tentu punya nilai lebih tinggi.

Kedua klub memang selalu (dan akan senantiasa) berseberangan karena paham-paham klasik. Real klub ibu kota, Barca pinggiran dan lepas pantai. Real asli Spanyol, Barca kebanyakan imigran. Fans Real menganut paham kanan yang nasionalis, fans Barca memilih kiri dengan etno nasionalis. Dan, tentu saja, Los Blancos jadi wakil kerajaan, sementara Blaugrana sang pemberontak.

Bangsa Imigran yang Ingin Merdeka

Biasanya, kisah pemberontakan biasanya lahir dari tanah kesengsaraan. Tapi tidak dengan cerita dari Katalunya. Daerah yang berada di pesisir pantai ini sebenarnya lebih maju dan kaya.

Bahkan ketika belum bersatu dalam Kerajaan Spanyol, Katalunya adalah pusat perdagangan, kebudayaan, dan jalur utama masuk ke Spanyol, dengan banyak saudagar dan kapitalis yang berkuasa di Spanyol berasal dari Barcelona. Tak heran jika mereka merasa lebih dulu tahu tentang dunia luar, ketimbang Madrid yang pusat pemerintahannya di tengah-tengah Spanyol.

Di pantai Katalunya, imigran-imigran yang tersisih dari negaranya masing-masing diterima dengan baik. Mereka dianggap saudara senasib. Dan pembauran inilah yang menjadikan Katalunya merasa berbeda. Mereka berpikir sebagai bangsa yang harus bebas. Apalagi para awak kapal yang bersandar di pelabuhan kerap membawa cerita indah tentang kemerdekaan negara-negara luar.

Menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan juga membuat Katalunya berpikir bahwa mereka lebih besar dari Spanyol. Apalagi Katalunya selalu berada di bawah pendudukan politik tuan tanah Kastilia yang tinggal di Madrid, meski lebih maju secara ekonomi. Katalunya hanya sapi perah bagi kumpulan orang udik tak berdaya yang duduk-duduk manis di Madrid.

Keresahan itu lalu dimanfaatkan oleh pengusaha Swiss dan eks kapten FC Basel, Joan Gamper, dengan beberapa ekspatriat Inggris yang doyan sepakbola. Mereka mendoktrin Katalunya bahwa perjuangan mereka bisa disuarakan melalui sepakbola.

Gamper, yang kemudian meminta dirinya dipanggil “Hans Gamper” agar lebih Spanyol, mendirikan Football Club Barcelona pada 1899. Sang presiden pertama, yang belum move on dari FC Basel itu, lalu memilih warna merah biru klub lamanya untuk dipasang di Barcelona. Berikut pula terkait logo. Gamper menyelipkan logo FC Basel dan logo bendera negara Swiss di dalam logo Barcelona.

Klub itu kemudian dibalut slogan, “Mes que un club”, atau lebih dari sebuah klub. Tagline itu untuk selalu mengingatkan bahwa Barca bukanlah klub sepak bola biasa dan bahwa Katalunya bukan sekadar daerah biasa. Ada yang diperjuangkan dengan didirikannya klub ini.



Seorang penulis kontemporer besar di Spanyol, Manuel Vazquez Montalban, dalam novelnya berjudul "Offside", menggambarkan Barca dan Katalunya dengan kalimat, "senjata dahsyat dari sebuah bangsa tanpa negara".

Dengan identitas itulah Barca dan Katalunya terus menunjukkan identitas mereka yang istimewa dan perlahan mengeluarkan hawa memberontak.

Tapi pemberontakan ini boleh dikatakan setengah-setengah. Sedari dulu Katalunya memang bergaya ingin merdeka dan mengklaim lebih besar ketimbang Spanyol. Namun tak pernah ada usaha serius untuk memberontak, atau katakanlah melakukan perang demi mewujudkan kemerdekaannya sendiri.

Patut diingat bahwa sebagai kota perdagangan dan industri, selain memiliki buruh, Katalunya juga jadi gudangnya orang kaya yang borjuis. Meski ideologi sosialisme dan anarkisme tumbuh subur disana, Katalunya-pun adalah rumah bersahabat bagi kapitalis yang mengenggam Spanyol.

Pilihan Raja

Meski hanya setengah-setengah, aura permusuhan dari publik Katalunya tetap sampai pada Kastillia yang menguasai Spanyol. Ditambah lagi saat itu mulai muncul gelagat pemberontakan dari anti monarki. Di bawah kekuasaan Raja Alfonso XIII, para Kastillia juga mencari cara untuk mengatasi para kelompok anti monarki, terutama Katalunya dengan Barcelonanya.

Mereka mencoba membentuk klub tandingan di Barcelona pada 1900. Klub ini dinamakan Espanyol dengan nama yang diambil dari kata Espana dan Spanyol, demi alasan nasionalisme. Belakangan klub ini malah terlihat jadi blunder. Espanyol yang mewakili Spanyol malah lebih kecil ketimbang Barca yang hanya mewakili Katalunya. 

Tak hanya di Barcelona, kerajaan Kastillia juga membentuk klub-klub nasionalis pada beberapa kota. Penggunaan kata Real (Royal, kerajaan), adalah ciri dari klub-klub bentukan mereka.

Di Madrid yang merupakan kota pusat pemerintahan, kerajaan juga berupaya membuat klub besar untuk menandingi Barcelona. Namun di sana sudah terlanjur berdiri Madrid Football Club yang didirikan Juan Padros pada 1902. Klub ini adalah hasil usaha Padros dalam menyatukan kembali New Foot-Ball de Madrid dan Club Espanol de Madrid yang terpecah dari induknya, Football Club Sky (berdiri 1897).

Tak perlu berepot-repot lagi mendirikan klub lagi, kerajaan kemudian memilih Madrid FC untuk jadi wakilnya. Tim ini pun diberi subsidi dari kerajaan.

Selain letaknya di Madrid, Raja Alfonso, memilih klub ini juga karena prestasinya. Salah satunya dengan menjuarai Piala Spanyol 1905. Lebih-lebih mayoritas pemainnya bermain untuk tim nasional kerajaan yang menggunakan nama Royal Spanish Football Federation.

Raja Alfonso pun lalu memberikan tambahan kata Real (Royal) pada Madrid FC, sehingga namanya berubah menjadi Real Madrid club de Futball pada 1920.

Sempat Di Atas Angin

Liga pertama di Spanyol pada 1929 kian melecut semangat Katalunya. Saat itu, dari 10 klub peserta, Barcelona dikepung lima klub milik kerajaan. Mereka adalah Real Club Deportivo Espanol, Real Racing Club de Santander, Real Madrid Foot-ball Club Madrid, Real Sociedad de Foot-ball, dan Real Union Club.

Karena semangat yang tinggi, Barcelona kemudian lolos ujian pertamanya ini. Mereka jadi juara dengan keunggulan dua angka dari Madrid pada akhir musim. Publik Katalunya senang dan bangga, sementara Kastillia gigit jari.

Setelah merebut dua gelar juara di kompetisi berikutnya, Madrid sempat terpuruk karena berdirinya negara republik demokratis, Segunda Republica Espanola. Kekuasaan King Alfonso pun jatuh, menyusul anti monarki yang memenangkan pemilihan secara mayoritas.

Sang raja lalu kabur ke luar negeri saat Republik Kedua Spanyol diproklamirkan pada 14 April 1931.

 Pada masa pendudukan Segunda Republica Espanola yang berlangsung hampir delapan tahun ini, Barcelona berada di atas angin. Mereka punya banyak teman senasib untuk benar-benar mewujudkan pemberontakan dan kemerdekaan. Tapi mereka tetap tidak berani menyuarakan kemerdekaan Katalunya sendiri.

Dengan restu raja, Generalissimo Francisco Franco akhirnya mampu mengembalikan kekuasaan kerajaan pada 1939. Kali ini giliran para pemberontak dibumi-hanguskan. Tak terkecuali Barcelona yang selalu mendengungkan superiotas kebangsaan Katalunya.

Perang saudara di Spanyol pun pecah.

Sebagai pendukung Real Madrid, Franco juga mengikuti perkembangan sepakbola secara obsesif. Ia juga tahu bahwa Barcelona adalah alat Katalunya. Menurutnya, kesebelasan Barca adalah deretan keempat yang harus disapu bersih dari Spanyol setelah kelompok komunis, anarkis, dan separatis.

Sebenarnya, Franco bisa saja membunuh semua orang yang berkaitan dengan Barca untuk menyapu bersih segala hal yang berkaitan dengan Katalunya. Namun ia mengurungkan niatnya.

Alih-alih membumi-hanguskan, Franco lebih berkonsentrasi untuk membunuh semangat perlawanan Barca dan sejarahnya. Seperti saat pengeboman Katalunya pada 16-18 Maret 1938. Yang dihancurkan Franco adalah kantor Barcelona tempat menyimpan piala-piala kesebelasan, bukan Nou Camp.

Ia tentu saja bisa meratakan Nou Camp, sebagaimana ia bisa melarang publik Katalunya menggunakan bahasa ibunya sendiri. Tapi opsi ini tidak dilakukannya. Franco malah sengaja membuat Nou Camp sebagai tempat publik Katalunya meneriakkan perlawanan. Prinsipnya sederhana. Daripada Katalunya bergerilya di luar, Franco membuat suara-suara pemberontakan itu hanya bergema di dalam stadion.

Tujuannya jelas, rakyat Katalunya dipaksa hanya menyalurkan kemarahan mereka saat pertandingan berlangsung. Pada tempat yang ditentukan Franco, pada waktu yang disediakan Franco. Perlawanan melalui chant dan bendera khas senyera di dalam stadion, yang merupakan alat pelampiasan amarah penduduk Katalunya, sebenarnya justru alat peredam perlawanan yang paling efektif.

Dengan dibuat puas bersuara di dalam stadion, penduduk Katalunya justru dibungkam perlawanannya.

Franco juga tak membubarkan Barcelona. Ia masih bermurah hati dengan hanya meminta klub tersebut mengganti nama dengan menggunakan bahasa Kastillia, Club de Futbal Barcelona.

Ia juga mengerdilkan sejarah Barca. Pada 1943, dalam semifinal Piala Generalissimo (sekarang Copa Del Rey), ia menebar ancaman hukuman mati kepada Blaugrana. Hasilnya, Real yang menjadi lawan Barca menang fantastis 11-1. Kemenangan yang selalu dijadikan didengungkan Real tentang sejarah.

Pada akhirnya Franco sukses memadamkan pemberontakan di Spanyol. Segunda Republica Espanola, yang mengungsi ke Meksiko, membubarkan diri pada 1976.

Namun Franco tak pernah bisa memadamkan semangat perlawanan pendukung Barcelona pada pemerintah dan alatnya, Real Madrid. Sakit hati kepada Real dan Kastillia tetap abadi hingga kini. Tapi, tetap sebatas pertandingan sepakbola dan di dalam Nou Camp.

Karena sikap yang tak pernah benar-benar mau memberontak itulah, Katalunya paling banter hanya mendapatkan otonomi atau daerah istimewa di Spanyol. Mereka tak pernah benar-benar bebas dan tak pernah benar-benar menuntut. Kemerdekaan dan kebesaran Katalunya hanya ada di dalam stadion.

Persis seperti yang diinginkan Franco.
 

Senin, 17 Maret 2014

Foto-Foto Mencekam Kabut Asap Yang Selimuti Riau!

Tahukah kamu kalau persoalan kabut asap di Riau itu sudah berjalan selama 17 tahun lamanya atau semenjak tahun 1997 silam dan terus berulang kali terjadi. Namun sepertinya kasus kabut asap pada tahun 2014 ini mencapai titik terparah sampai Riau dianggap sebagai kawasan tak layak huni. Bayangkan saja, jarak pandang bandara yang kurang dari 200 meter membuat bandara Sutan Syarif Kasim II ditutup semenjak Rabu (12/3) - Sabtu (15/3) hari ini.

Dengan index asap beracun yang maksimal 300, Riau bahkan menyentuh 1.200 yang membuat daerah itu benar-benar membahayakan. Seperti apa situasi mencekam yang ada di Riau? Berikut ini pemandangannya dan semoga pemerintah yang terkait bisa bertindak tegas pada pelaku pembakaran hutan yang membuat Riau menjadi kacau.
 

1. 6 Bulan Berselang


Ini adalah kondisi di tempat yang sama dalam dua waktu yang relatif tidak terlalu jauh di Pekanbaru. Foto pertama menampilkan kondisi kota Pekanbaru pada 3 September 2013 yang sangat cerah dengan langit biru dan awan putih. Namun sekitar enam bulan berlalu tepatnya pada 13 Maret 2014, pemandangan itu lenyap. Tak ada lagi langit biru yang cerah karena semua sudah tertutupi oleh kabut asap yang sangat pekat.

2. Pagi Seperti Malam


Normalnya adalah jika pagi hari dan sudah lepas pukul tujuh itu adalah kondisi di mana langit berwarna biru sangat terang dengan sinar matahari hangat yang menerpa bumi. Tapi apa yang terjadi di Riau sana sangatlah berbeda. Saat pukul tujuh ketika semua orang melakukan aktivitas kerja atau sekolah justru kondisi masih gelap dan bahkan butuh lampu kendaraan dinyalakan karena jarak pandang terbatas.
 

3. Kota Penuh Asap


Bisa dibilang ketebalan kabut asap di kota Pekanbaru bisa dibilang sangat parah bahkan pada Kamis (13/3) kemarin sekitar pukul 13.00 membuat asap tebal seakan menutupi ruas-ruas jalan utama Pekanbaru. Menurut data yang ada, sudah sebulan lamanya rakyat Riau harus menghirup udara kotor akibat polusi asap, dampak kebakaran hutan dan lahan. Penderitaan yang seakan enggan pergi ini membuat publik Riau kesal, putus asa dan juga sedih.

 

4. Bandara Tertutup


Seperti yang sudah dibilang, karena jarak pandang yang terbatas di bandara Sultan Syarif Kasim II, membuat penerbangan ditutup. Dengan jarak pandang kurang dari 200 meter memang mustahil bagi pesawat lepas landas atau mendarat di Riau. Lihat saja, kondisinya begitu pekat oleh kabut asap. Karena kabut asap ini pula, maskapai penerbangan harus menelan kerugian mencapai 80 juta rupiah setiap kali mereka gagal terbang. 
 

5. Udara Tak Layak


Bila mengacu pada standar kesehatan internasional, harusnya seluruh warga Riau memang diungsikan. Dengan index asap beracun terparah adalah 300, Riau bahkan sudah menyentuh angka 1.200 yang berarti pemda setempat dan pemerintah pusat harus melakukan tindakan tegas dan secepatnya. Imbas dari kebaran  hutan itu adalah udara mengandung CO2 dan partikel metan yang membuat tingkat oksigen menurun drastis dari batas normal 20,93%.

Jika demikian maka berarti apa yang dihirup oleh warga Riau adalah bukan oksigen lagi namun juga zat beracun. Untuk menanggulanginya pun tak bisa memakai masker tipis biasa namun harus memakai masker ber-standar HEPA

6. Ini Dia Pemicunya?


Menurut pantauan satelit melaporkan ada lebih dari seratus total titik api di sekitar Riau  yang terus membakar lahan dan hutan yang akhirnya menimbulkan kabut asap tebal. Dampaknya pun tak hanya ke Riau namun sampai menyebar ke Selat Malaka. Dilaporkan ada hampir lima puluh ribu warga menderita penyakit ISPA, pneumonia, asma, iritasi mata dan kulit. Jelas bahwa para perambah dan pembakar lahan serta hutan inilah yang menjadi pemicu dari bencana merugikan ini. Jika begini, siapa yang salah? Manusia atau alam? 
 

7. Rindu Langit Biru


Bisa dibilang bahwa kini warga Riau sangat merindukan langit biru yang jernih dengan awan putih dan sinar mentari yang indah. Sepertinya hal yang bisa kamu rasakan setiap hari itu menjadi sesuatu yang sangat mahal bagi warga Riau. Alih-alih melihat langit biru, apa yang mereka lihat sehari-hari di luar rumah saat ini hanyalah kabut asap tebal yang bahkan untuk bernafas saja cukup sulit.

8. Tak Bisa Melihat Jauh


Pada Kamis (13/3) kemarin sepertinya kabut asap di Riau mencapai salah satu titik paling mengerikan. Bahkan jarak pandang di Pekanbaru hanya mencapai 300 meter sampai pukul 12.00 siang. Coba kamu bandingkan, jika di lokasimu saat ini sebelum pukul 12.00 siang kamu pasti sudah bisa melihat apapun. Dengan kondisi kualitas udara di level berbahaya, hujan deras mungkin satu-satunya yang diharapkan warga Riau untuk terjadi segera saat ini.

9. Entah Malam Atau Siang


Tebalnya kabut asap di Riau memang membuat siapapun sulit membedakan sedang siang atau malam dalam foto yang ada. Karena ketebalan asap yang sangat mengganggu pernafasan itu seakan membuat sinar matahari pun malu untuk memberikan sinarnya. Para dokter spesialis paru menyebutkan jika idealnya warga Riau memang harus dievakuasi. Saat ini, dalam ruangan ber-AC saja warga Riau berbahaya apalagi berjalan di tengah kotanya yang terselimuti asap?
 

10. Matahari Tak Tembus


Selain mata yang perih dan sesak nafas dirasakan oleh warga Riau karena kabut asap ini memang sangat merugikan. Fisik tersakiti jelas mental juga merasakan beban yang berat. Dengan jarak pandang pendek dan sinar matahari yang bahkan sulit menembus pekatnya kabut asap, jelas bahwa banyak warga Riau memilih tinggal di dalam rumah.

Menurut laporan merdeka.com, kini Polri terus melakukan penyelidikan soal pembakaran hutan dan lahan di Riau yang sudah mencapai tahap penetapan tersangka hampir 40 orang. Sungguh tangan-tangan tak bertanggung jawab yang membuat puluhan ribu jiwa sulit bertahan hidup. Semoga hukuman sebanding diberikan untuk mereka.

Minggu, 16 Maret 2014

Cantiknya Miss Korea Tahun '70-an, Sebelum Operasi Plastik Populer

Tahun lalu beredar foto yang menampilkan wajah kembar finalis Miss Korea. Teknik Photoshop dan operasi plastik yang populer di Korea membuat para finalis tersebut jadi berwajah mirip satu sama lain. Apakah memang wanita Korea sudah sejak dulu menggandrungi operasi plastik?

Foto-foto peserta Miss Korea tahun '70-an berikut ini membuktikan bahwa dulu para finalis kontes kecantikan masih tampil dengan kecantikan alami mereka. Seperti dikutip Rocket News, di tahun tersebut, teknik Photoshop dan operasi kecantikan belum sepopuler sekarang. Inilah kecantikan alami Miss Korea tahun '70-an.

Miss Korea 1975
Inilah Ji-Hye Seo, Miss Korea 1975. Wanita cantik ini memiliki wajah asli tanpa sayatan pisau operasi. Dengan tinggi 168 cm dan berat 56 kg, ia berhasil keluar sebagai pemenang.

Miss Korea 1972
Dengan tinggi 170 cm dan berat 58 kg, wanita bernama Yeon-Joo Park ini berhasil memenangkan kontes kecantikan Miss Korea pada 1972. Penampilan Park memperlihatkan kecantikan alami wanita Korea.

Parade
Pemenang Miss Korea akan berkeliling kota dengan naik kendaraan terbuka sehingga seluruh masyarakat bisa menyapa dan melihat wajahnya.

Perbedaan
Pada tahun '70-an sampai '80-an, wanita dengan wajah dan tubuh berisi masih mendominasi menjadi peserta dan pemenang Miss Korea. Namun mulai '90-an, wanita dengan wajah dan tubuh langsing, yang dianggap cantik.

Jumat, 06 Desember 2013

Batita di China Selamat Setelah Dilempar dari Lantai 25 oleh Anak Stres

 
Yuanyuan selamat dari peristiwa mengerikan
 
Peristiwa memilukan terjadi di China. Balita berusia dua tahun bernama Yuanyuan dipukul, ditendang dan dilempar dari lantai 25 oleh gadis cilik berusia 10 tahun. Ajaibnya, Yuanyuan selamat meski mengalami patah tulang dan paru-paru yang pecah.

Seperti dilansir news.com.au, Sabtu (7/12/2013), rekaman CCTV apartemen menunjukkan Yuanyuan tertinggal di dalam lift oleh ibunya. Lalu muncul gadis kecil itu menarik Yuanyuan dan membantingnya dua kali lalu menendang dan memukulinya.

Tak hanya itu, gadis berambut panjang mengenakan ransel dan jaket biru serta syal merah jambu itu mengangkat Yuanyuan. Gadis itu lalu melempar Yuanyuan dari balkon, padahal mereka berada di lantai 25. Gadis itu lalu mengatakan kepada orangtua Yuanyuan bahwa batita itu dibawa pergi seorang laki-laki.

Saat diperiksa polisi setempat, orangtua gadis tersebut mengaku anaknya mengalami masalah komunikasi dengan dirinya. Perilaku gadis kecil itu diduga karena gangguan psikologis akibat perilaku ibunya yang kerap mengomelinya.

"Penyelidikan polisi menunjukkan bahwa dia mungkin telah menendang bayi itu tapi tidak sengaja melempar dia. Gadis itu juga shock dan mengalami gangguan mental akibat perilakunya," ujar orangtua gadis itu.

Orangtua si gadis kecil memberikan kompensasi untuk penyembuhan Yuanyuan sebesar 10.500 dolar Amerika Serikat. Kantor berita setempat menunjukkan lokasi jatuh Yuanyuan di atas rerumputan yang diduga menyelamatkan nyawanya dari kematian.

sumber : http://news.detik.com/read/2013/12/07/050207/2435120/1148/batita-di-china-selamat-setelah-dilempar-dari-lantai-25-oleh-anak-stres?991101mainnews

Polusi Udara Terburuk Tahun Ini Terjadi di Shanghai

 
Polusi udara di Shanghai dari ketinggian
 
Kota besar di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengalami masalah serius terkait kualitas udaranya. Polusi udara terburuk melanda kota itu hingga mengganggu seluruh aktivitas kota.

Seperti yang dilansir news.com.au, Jumat (6/12/2013), pemerintah setempat mengeluarkan himbauan agar anak-anak beraktivitas di dalam ruangan dan masyarakat mengurangi kegiatan di tempat terbuka. Polusi udara yang menyerupai kabut ini juga mengganggu sejumlah penerbangan, kegiatan olah raga di tempat terbuka juga dihentikan.

Pemerintah di Shanghai menarik 30 persen kendaraan operasionalnya dari jalan-jalan. Larangan menyalakan kembang api pun dikeluarkan. Lalu lintas dan aktivitas di jalan-jalan kota itu tampak sangat lengang. Penduduk membeli masker dan alat pemurni udara dalam jumlah yang cukup banyak.

"Aku merasa seperti tinggal di awan asap. Polusi ini juga membuat sakit kepala, batuk-batuk, dan sulit bernapas saat berjalan ke kantor," kata salah satu warga Shanghai bernama Zheng Qiaoyun.

Tingkat polusi udara di Shanghai mencapai level berbahaya yakni 602,5 mikrogram partikel per meter kubik pada Jumat (6/12) sore. Sementara World Health Organization (WHO) menyatakan pedoman polusi yang masih aman maksimal pada level 25 mikrogram partikel per meter kubik.

Penyebabnya diduga berasal dari daerah sekitar Shanghai yang banyak terdapat pabrik, pembakaran batu bara, knalpot kendaraan bermotor, dan perubahan pola cuaca. Hal ini menjadi tantangan serius pemerintah setempat terhadap lingkungan.

sumber : http://news.detik.com/read/2013/12/07/041217/2435113/1148/polusi-udara-terburuk-tahun-ini-terjadi-di-shanghai?991101mainnews

Sabtu, 20 Juli 2013

Melajang sampai usia 30 tahun sama dengan melawan hukum


Sebuah hukum baru tengah diterapkan di China, yaitu ketetapan agar anak mengunjungi orang tua mereka secara teratur. Orang dewasa yang tidak mengunjungi orang tuanya secara teratur akan dihukum.
Hukum ini tergolong unik, meski pada penerapannya akan cukup baik. Namun ternyata di China juga ada hukum lain yang tak kalah unik, yaitu jika seseorang berusia 30 tahun dan masih lajang, maka mereka akan dihukum.
"Aku tidak menentang hukum yang meminta orang dewasa untuk mengunjungi orang tua mereka yang sudah tua. Tapi aku menentang hukum bagi mereka yang berusia 30 tahun dan belum menikah akan dipenjara," ungkap seorang kakek ketika dimintai pendapatnya mengenai dua hukum unik di atas.
"Orang dewasa yang belum menikah di usia 30 tahun akan dihukum tak punya istri (seumur hidup)," ujar seseorang dengan maksud bergurau, seperti dilansir oleh China Navis (13/07). Kata 'tak punya istri' dan 'seumur hidup' terdengar sama dalam bahasa China.
Komentar tersebut segera mendapatkan tanggapan dan memicu diskusi panas oleh penduduk dunia maya. Di dunia ini, mana yang paling layak dihukum? Anak yang tidak berbakti pada orang tua, anak yang tak teratur mengunjungi orang tua, atau orang dewasa yang tak menikah di usia 30 tahun?
Sekitar 66 persen warga China berpendapat bahwa anak yang tak berbakti pada orang tua lebih layak dihukum daripada anak yang tak mengunjungi orang tuanya secara teratur. Sementara sisanya berpendapat sebaliknya.
sumber: merdeka.com