Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2012

Bunuh Diri Massal Tahun 1978

Didirikan pada akhir tahun 1970-an, di bawah kepemimpinan Jim Jones, aliran pemujaan ini hidup menyendiri terpisah dari dunia di sebuah hutan di Amerika Selatan. Menyusul adanya sejumlah keluhan, pada tahun 1978, anggota kongres Amerika, Leo Ryan, mengunjungi wilayah Jonestown dalam misi pencari fakta. Ketika Ryan akan meninggalkan Jonestown, delapan belas anggota aliran pemujaan yang ingin meninggalkan aliran pemujaan itu mencoba ikut menyertainya, yang sekaligus menjadi awal kerusuhan terjadi. Anggota aliran pemujaan melepaskan tembakan kepada mereka yang mencoba meninggalkan aliran pemujaan itu.

Anggota kongres Ryan, tiga orang wartawan, dan seorang anggota aliran pemujaan yang mencoba lari, terbunuh. Sebelas orang terluka. Beberapa jam setelah kejadian, pemimpin aliran pemujaan memerintahkan anggota-anggotanya untuk melakukan bunuh diri massal dengan meminum potasium sianida. Anak-anak meninggal lebih dulu, bayi dibunuh dengan racun yang dimasukkan ke mulut dengan sedotan. Setelah itu, lebih dari sembilan ratus orang, termasuk anak-anak, meracuni diri mereka sendiri.








Minggu, 17 Juni 2012

Patung Budha Tidur di Indonesia

Patung Buddha tidur menunjukkan tingkat kesempuranaan sang Buddha yang mencapai nirwana. Karena keistimewaan ini, tidak semua negara di dunia memilikinya. Tapi tahukah Anda ada 3 patung Buddha tidur di Indonesia?

Patung Buddha tidur merupakan patung yang menggambarkan Buddha telah berada pada tingkatan tertinggi, yaitu mencapai nirwana. Pada patung, terlihat Buddha menopang kepalanya dengan tangan tangan yang menandakan peristirahatan. Tangan kanan disamping tubuh juga menggambarkan Buddha telah mencapai nirwana.

Karena menunjukkan tingkat kesempurnaan Buddha, tidak semua vihara bisa memiliki patung ini. Tapi tahukah Anda, Indonesia 3 patung Buddha tidur? berikut ada 3 lokasi patung Buddha tidur yang ada di Indonesia:

1. Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto

Patung Buddha tidur pertama ada di Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, Jawa Timur. Patung yang dibuat pada tahun 2001 ini diakui sebagai salah satu patung Buddha tidur paling besar di Asia. Tepatnya berada di urutan ketiga setelah Thailand dan Nepal. Bagaimana tidak? Patung ini memiliki panjang 22 meter dengan lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter. Wow!

Patung Buddha Tidur dicat emas mengkilat menggambarkan wafatnya Siddharta Gautama. Patung juga dibuat menghadap ke arah selatan yang dianggap kiblatnya umat Buddha. Dijamin, setiap umat maupun wisatawan yang datang, akan tersihir dengan kemegahannya.

Selain melihat kemegahan patung Buddha tidur, pengunjung yang datang juga bisa melihat miniatur Candi Borobudur di areal Maha Vihara Majapahit ini. Patung kera sakti, dan beberapa patung tokoh-tokoh dalam cerita Budha juga menarik untuk dilihat. Di dinding belakang bangunan utama terdapat relief-relief besar yang menceritakan Budha sedang mengamalkan ajarannya.

2. Vihara Dhammadipa Arama, Malang
Selain Maha Vihara Mojopahit di Mojokerto, Jawa Timur masih punya satu kota lagi lokasi patung Buddha tidur, yaitu Malang. Jika berkunjung ke Malang, sempatkanlah datang ke Vihara Dhammadipa. Di sana, Anda bisa melihat Patung Buddha tidur yang tak kalah megahnya dengan yang ada di Mojokerto.

Vihara Dhammadipa atau biasa disebut Padepokan Dhammadipa Arama biasa dijadikan sebagai tempat meditasi umat. Selain itu, vihara ini juga memiliki replika Pagoda Shwedagon yang ada di Myanmar. Jika masuk ke dalam, Anda bisa melihat ada banyak patung sang Buddha.

Jika berjalan terus ke arah belakang padepokan, ada satu pemandangan menakjubkan yang bisa turis lihat, patung Buddha tidur. Sama seperti yang ada di Maha Vihara Mojopahit, patung Buddha tidur di Malang juga dicat emas. Benar-benar tampak istimewa dan megah. Karena tidak semua vihara memiliki patung Buddha tidur, jadi pastikan Anda datang ke Vihara Dhammadipa saat berkunjung ke Malang, ya!

3. Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong, Semarang
Umat Buddha di Jawa Tengah biasanya identik dengan Candi Borobudur. Ternyata, masih ada tempat lain yang harus Anda kunjungi, terutama di hari Waisak seperti ini, yaitu Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong. Di sana, Anda bisa melihat salah satu mahakarya terbaik untuk sang Buddha. Penasaran?

Pagoda yang berada di Jl Perintis Kemerdekaan, Semarang, Jawa Tengah ini terbilang unik, karena memiliki pagoda yang jarang ada di Indonesia. Menengok ke sebelah kanan pagoda, Anda akan melihat daya tarik kuat dari tempat ini, yaitu patung Buddha sedang tidur.

Patung Buddha sedang tidur tidak dapat Anda lihat di setiap vihara, karena patung ini melambang Buddha telah berada di tingkatan paling tinggi, yaitu mencapai nirwana. Berbeda dengan patung Buddha yang dicat emas di Mojokerto dan Malang, patung Buddha tidur di Semarang berwarna cokelat untuk pakaiannya, dan tubuh tetap dengan warna emas

Kamis, 14 Juni 2012

7 Tempat Paling Angker di Dunia

Bicara soal Tempat Paling Angker di Dunia ibarat menguak berjuta misteri yang tak terpecahkan sampai kapan pun. Tempat-tempat bersejarah di pelbagai pelosok dunia yang menjadi saksi bisu kematian massal berdarah. Pernahkah Anda membayangkan berada di salah satunya?

Dibutuhkan nyali tinggi untuk menyaksikan dan merasakan secara live aneka keganjilan di tempat-tempat angker ini. Mungkin, hanya pemburu hantu kelas dunia yang sanggup berlama-lama di dalamnya. Andakah orangnya? Atau, jangan-jangan baru melihat rekaman videonya saja, Anda sudah lari terbirit-birit dan dihantui mimpi buruk semalaman? :-)
Berikut adalah 7 tempat paling angker di dunia versi On The Spot, sebuah acara hiburan di Trans7, salah satu televisi swasta nasional Indonesia:


1. Penjara Eastern State (Philadelphia, Amerika Serikat)


Penjara bernuansa Gothic ini dibangun pada tahun 1829. Berdaya tampung 1700 tahanan yang dijejalkan dalam sel-sel. Pernah menjadi tempat mendekamnya penjahat terkenal Amerika, Al Capone. Di sinilah sang penjahat kabarnya merasakan siksaan hantu James Clark, salah satu orang yang tewas di tangannya dalam sebuah pembunuhan massal.
Penampakan paling sering berasal dari menara penjara. Suara lolongan anjing di malam bulan purnama. Jerit kesakitan manusia. Hentakan kaki di anak tangga. Inilah tempat favorit para pemburu hantu!


2. Sanatorium Waverly Hills (Kentucky, Amerika Serikat)


Dibuka pada 1910, bangunan yang awalnya cuma dua lantai ini kemudian dipugar menjadi lebih besar dan selesai pada 1926. Rumah sakit ini didirikan untuk menampung para pasien TBC, sebuah penyakit yang mewabah di awal abad ke-20. Sebanyak 63 ribu orang diperkirakan meninggal akibat malpraktik dan eksperimen ilegal. Kematian tak wajar puluhan ribuan pasien inilah yang menyebabkan tempat ini menjadi angker.
Menurut kesaksian para pemburu hantu, di sini banyak didapati fenomena ganjil seperti suara-suara samar, ruangan bertemperatur tak wajar, teriakan menggema di lorong, serta penampakan bayangan-bayangan.


3. Katakombe (Paris, Prancis)



Diatas adalah bangunan dari katakombe kom el shoqafa




Diatas adalah peta dari bangunan katakombe kom el shoqafa




Diatas adalah gambar koburan kuno yg terdapat di katakombe kom el shoqafa




Diatas adalah gambar bangunan katakombe kom el shoqafa dilihat dari dalam

Lorong gelap berisi tulang-belulang dan tengkorak manusia. Pembangunannya dimulai pada masa pemerintahan Romawi, lalu disempurnakan oleh bangsa Gaul dan orang Prancis. Karena membutuhkan area lebih luas untuk pemukiman, mereka menggusur jutaan kuburan secara diam-diam, memindahkannya ke sepanjang lorong berdinding di bawah kota yang kemudian terkenal dengan nama Katakombe.
Sejuta pengunjung setiap tahun dikabarkan berwisata menyusuri lorong-lorong gelap kuburan masal ini. Sungguh bukan wisata yang menyenangkan bagi kebanyakan orang, dengan sensasi kengerian dibuntuti hantu-hantu yang berkeliaran di sepanjang lorong!


4. Gereja Pekuburan Sedlec (Czech Republic)


Inilah gereja paling angker di dunia! Sebuah kapel Katolik Roma berhiaskan kerangka manusia berjumlah puluhan ribu yang disusun menjadi dekorasi artistik. Kerangka-kerangka itu diperkirakan merupakan korban Black Death dan Black Plague yang membunuh sedikitnya 75 juta orang di seluruh dunia pada tahun 1400-an.


5. Kolosium (Roma, Italia)



Diatas adalah gambar dari colosseum dari dalam





Diatas adalah gambar colosseum dari luar

Di sini para gladiator berkelahi sampai mati demi menghibur kaisar pada masa kejayaan Romawi. Di tempat inilah ribuan tahanan perang meregang nyawa di mulut singa. Ribuan binatang dibantai hingga punah demi memenuhi nafsu sadis orang-orang Romawi.



Di sini, pengunjung dapat merasakan sensasi dingin yang aneh, sentuhan dan bisikan para hantu. Penjaga Kolosium kerap mendengar denting pedang yang beradu dan suara auman singa. Di malam hari, sering terlihat penampakan tentara Romawi yang sedang berjaga.


6. Kamp Konsentrasi Auschwitz (Polandia)

Kamp Konsentrasi Auschwitz dengan tanda di pintu masuknya "Arbeit Macht Frei" dari bahasa Jerman yang berarti "Work Makes You Free"

Kamp konsentrasi Auschwitz mulai beroperasi pada Mei 1940 dan berakhir pada masa pembebasan oleh tentara Uni Soviet pada Januari 1945. Selama kurun waktu itu, diperkirakan sedikitnya 2,1 juta orang dibunuh dalam kamar-kamar gas. Sebagian besar adalah orang-orang Yahudi.

Antara bulan Januari 1942 dan Maret 1943, kamp Auschwitz menjadi saksi bisu kekejaman seorang Hitler. Lebih dari 175 ribu orang Yahudi digas hingga mati di kamp tersebut. Di dalam “mesin pembunuh” berkapasitas 4420 orang itu, hanya butuh waktu 20 menit untuk mempertemukan ribuan manusia dengan ajalnya!

Pembantaian massal ini menjadi legenda dunia dan menyisakan efek yang dahsyat hingga sekarang. Pengunjung kamp Auswitch kerap kedapatan menangis tanpa jelas penyebabnya, dan banyak yang memilih pergi sebelum tur usai.



7. Kamp Eksperimen Harbin (Manchuria, Cina)



 
Tiga ribu tawanan perang, mayoritas orang Cina, menemui ajalnya secara tak wajar di tempat ini. 250 ribu orang Cina tewas dalam siksaan tak berperikemanusiaan oleh eksperimen-eksperimen pembuatan senjata biologis.

Sebagian besar tawanan adalah hasil penaklukan Jepang terhadap Manchuria di awal Perang Dunia II. Sungguh dahsyat kengerian yang harus mereka hadapi: diinfeksi penyakit-penyakit seperti anthrax, kolera, bahkan bubonic. Sebuah kengerian tak terbayangkan yang menjadikannya tempat paling angker di dunia!

Rabu, 13 Juni 2012

Mister Pura Giri Selaka Alas Purwo Banyuwangi


Pura Giri Selaka, Alas Purwo, Banyuwangi

Ingin Jadi Sumbu Kebangkitan Majapahit

Ketika Kerajaan Majapahit runtuh abad ke-14, para manggala kerajaan berucap, ”Boleh saja kerajaan mereka dihancurkan, tetapi tunggu lima ratus tahun lagi anak cucu mereka akan bangkit dan menagih kembali bekas wilayah Majapahit.

” Itulah yang diyakini sebagian besar umat Hindu Banyuwangi, sehingga kini ada kebanggaan bagi mereka untuk kembali ke agama Hindu. Semangat itulah yang menyertai pelaksanaan piodalan di Pura Giri Selaka, Alas Purwo, pada hari Pagerwesi, Rabu (11/9) lalu. Bagaimana kondisi umat Hindu di sekitar Ala Purwo saat ini? Masalah apa yang dihadapi umat Hindu di sana untuk kembali kepada jati diri sebagai Hindu?

Mendengar nama Alas Purwo, imajinasi orang pasti akan tertuju pada sebuah kawasan hutan lebat. Hal itu memang benar, Alas Purwo adalah sebuah kawasan hutan Taman Nasional di bawah lingkup Departemen Kehutanan dan Perkebunan. Lantas apa hubungannya antara Pura Giri Selaka dan Alas Purwo itu?

Itulah fenomena yang tampaknya mengiringi keberadaan hampir semua pura bersejarah, tidak saja di Bali namun juga di Jawa. Untuk menuju Pura Alas Purwo yang disungsung umat Hindu Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, para pemedek mesti memasuki kawasan hutan Taman Nasional Alas Purwo. Dari pintu depan kawasan hutan Taman Nasional, diperlukan waktu satu jam menuju Pura Giri Selaka dengan kondisi jalan yang belum beraspal.

Di kanan-kiri kita hanya berjejer hutan jati, dan jumlah masyarakat yang lewat pun bisa dihitung dengan jari. Bagi pemedek yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, masyarakat sekitar menyiapkan sebuah angkutan tradisional yang lazim disebut grandong. Angkutan ini mirip sebuah mobil truk, akan tetapi mesinnya menggunakan mesin genset. Harga sewanya menuju Pura Giri Selaka sekitar Rp 2.500 per sekali angkut.

Untuk menemukan Pura Giri Selaka, memang harus siap banyak bertanya kepada masyarakat di sepanjang perjalanan. Jika tidak, jangan harap perjalanan bisa lancar, apalagi baru sekali-dua kali ke tempat tujuan. Pasalnya, banyak cabang jalan yang tanpa pelang nama Alas Purwo, sehingga perjalanan dari Bali menuju Alas Purwo bisa kita tempuh 9-10 jam dengan kondisi seperti itu.

Pura Giri Selaka berada di tengah hutan dan sekitar tiga kilometernya adalah kawasan wisata pantai Plengkung, bibir Alas Purwo itu sendiri. Di kawasan ini, memang tidak ada satu pun rumah penduduk. Kalau mau bermalam, pihak pengelola Taman Wisata menyediakan sejumlah penginapan sederhana, jaraknya sekitar satu kilometer dari Pura Giri Selaka. Meski tersedia sejumlah penginapan, tampaknya para pemedek yang ingin tangkil ke Pura Giri Selaka lebih memilih makemit di areal pura. Apalagi, areal pura saat ini telah mencapai luas dua hektar hasil pemberian Menteri Kehutanan sebagai penanggung jawab Taman Nasional bersangkutan.

Menurut sesepuh umat Hindu Tegaldlimo, Pemangku Ali Wahono, sebetulnya Pura Giri Selaka ditemukan secara tidak sengaja oleh umat di sekitarnya pada tahun 1967. Saat itu, masyarakat Kecamatan Tegaldlimo melakukan perabasan terhadap sejumlah kawasan hutan Alas Purwo untuk bercocok tanam. Daerah di sekitar pura pun tampak cukup makmur dengan hasil palawijanya. Suatu ketika, di tempat berdirinya Pura Alas Purwo yang oleh masyarakat disebut Situs Alas Purwo, ada sebuah gundukan tanah.

Masyarakat ingin meratakan dan menjadikan lahan cocok tanam. Tanpa diduga, ada bungkahan-bungkahan bata besar yang masih tertumpuk. Persis seperti gapura kecil. Lantas masyarakat sekitarnya membawa bungkahan bata-bata itu ke rumahnya. Ada yang menjadikan bahan membuat tungku dapur, ada juga untuk membuat alas rumah. Rupanya, keluguan masyarakat itu telah menyebabkan munculnya musibah bagi warga yang mengambil bata-bata tersebut.

Selang beberapa saat setelah mengambil bata itu, semuanya jatuh sakit. Pada saat itulah, ada sabda agar bongkahan batu bata tersebut dikembalikan ke tempatnya semula. Bongkahan-bongkahan itu adalah tempat petapakan maharesi suci Hindu zaman dulu. Meski belum ada catatan resmi dalam prasasti, masyarakat mempercayai yang malinggih di situs Pura Alas Purwo adalah Empu Bharadah. Tetapi, ada juga yang menyebut Rsi Markandiya sebelum mereka menuju Bali. Selanjutnya, masyarakat setempat sangat yakin dengan kekuatan dan kesucian situs Alas Purwo tersebut. Sampai ada keinginan seorang warga untuk memagari situs itu agar aman dari jangkauan orang jahil. Akan tetapi, belum sampai tuntas mewujudkan keinginannya, warga tersebut keburu meninggal. Dari kejadian itu didapatkan sabda, kalau situs Alas Purwo itu wajib dipuja semua umat manusia di muka bumi ini tanpa dibatasi sekat-sekat golongan.

Kemudian ada upaya dari pihak Dinas Purbakala untuk menjadikan situs Alas Purwo sebagai benda peninggalan sejarah. Di sisi lain, umat Hindu yang mayoritas bertempat tinggal di sekitar Mariyan — nama kawasan yang telah dibabat hutannya itu — tetap meyakini kalau situs itu adalah milik nenek moyang Hindu zaman dulu. Untuk menghindari adanya kejadian yang tak diinginkan, umat Hindu akhirnya membuatkan sebuah pura, sekitar 65 meter dari situs Alas Purwo saat ini. Sementara situs itu sendiri dibiarkan seperti semula, namun tetap menjadi tempat pemujaan bagi semua umat manusia, tak terbatas hanya umat Hindu.

Bicara soal kesucian dan keajaiban situs Alas Purwo ini, memang berderet peristiwa menjadi pengalaman masyarakat penyungsung-nya. Itulah sebabnya, sejumlah pejabat maupun mantan pejabat terkenal pernah melakukan pemujaan di situs Alas Purwo ini. Tujuannya pun bermacam-macam. ”Hampir semua yang di-tunas, kesuecan Ida Batara yang malinggih di sini. Hanya, semua kembali kepada swakarma-nya,” ujar Mangku Adi, salah seorang pemangku setempat. Seiring dengan perjalanan waktu, pada tahun 1972 ada kebijakan Departemen Kehutanan dan Perkebunan untuk menagih kembali lahan hasil rabasan penduduk di kawasan Mariyan tersebut. Secara bertahap lahan dikembalikan menjadi hutan jati seperti sekarang ini, dan semua penduduk yang melakukan perabasan hutan itu kembali ke kampung masing-masing. Proses pengembaliannya ini selesai pada tahun 1975. Setelah itulah, situs Alas Purwo tinggal pada kesendiriannya, jauh dari rumah penduduk.

Meski demikian, Departemen Kehutanan memberikan kebebasan kepada mayarakat yang ingin melakukan persembahyangan atau pun meditasi di situs tersebut. Apalagi, umat Hindu yang kini telah kembali ”pulang” ke kawitan-nya setelah peristiwa G-30-S/PKI tahun 1965 lalu. Mereka beranggapan sekaranglah kebangkitan Hindu itu akan terbukti, setelah 500 tahun runtuhnya Majapahit pada abad ke-14. Dan, itu salah satunya dimulai dari kerinduan umat Hindu Banyuwangi untuk menelesuri jejak nenek moyangnya. Diharapkan, dari situs Alas Purwo inilah bisa jadi sumbu penghubung Hindu tanah Jawa kelak. * Agus Astapa

Selasa, 29 Mei 2012

Filosofi Bambu

Suatu hari dalam kondisi yang putus asa seseorang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, bahkan berhenti dari hubungannya dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasnya. Maka dia pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. “Tuhan, berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti” katanya.

Tuhan memberi jawaban yang mengejutkannya. “Lihat ke sekelilingmu”, kataNya. “Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini?” “Ya”, jawabnya.

Lalu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, dan pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah, namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tapi Aku tidak berhenti merawatnya.”

“Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya.”

“Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke empat. ”

“Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, yang kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani.”

“Tahukah engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu”.

Tuhan berkata, “Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.”
“Saatmu akan tiba”, Tuhan mengatakan itu kepadanya. “Engkau akan tumbuh sangat tinggi.”
“Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?” tanyanya. “Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?” Tuhan balik bertanya. “Setinggi yang mereka mampu?” dia bertanya.

“Ya.” jawabNya “Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai.”

Lalu dia pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah menyerah terhadapnya dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.

Ps: Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan, hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman, kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini. Kadang kala kita sering gagal dalam melakukan segala sesuatu, ingatlah No one is perfect, jadi janganlah menyerah dan putus asa karena kegagalan yang kita alami ibarat sedang menumbuhkan akar-akar yang kuat agar suatu hari dapat tumbuh setinggi-tingginya.

Rabu, 23 Mei 2012

Jangka Jayabaya

Diterjermahkan oleh Bpk. Isyana Dewa


==R.Ng. Ronggowarsito==
Situs Sri Aji Joyoboyo, Raja Kediri tahun 1135-1157, di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Iki sing dadi tandane zaman kolobendu :
Ini yang menjadi pertanda masa hukuman


a. Lindu ping pitu sedino : gempa 7 x sehari
b. Lemah bengkah : Tanah terbelah (=longsor)
c. Manungsa pating galuruh, akeh kang nandang lara :Manusia pada ribut, banyak yang menderita sakit
d. Pagebluk rupo-rupo : Penyakit berat bermacam-macam
e. Mung setitik sing mari akeh-akehe pada mati : sedikit yang sembuh, kebanyakan mati

Zaman kalabendu iku wiwit yen : Masa hukuman/terguran itu mulai, bila


a. Wis ana kreto mlaku tampo jaran : Ada kereta bergerak tanpa kuda (=mobil/KA)
b. Tanah jawa kalungan wesi : P. Jawa dikelilingi besi (=rel kereta)
c. Prau mlaku ing nduwur awang-awang : Perahu berjalan di angkasa ( =pesawat udara)
d. Kali ilang kedunge : ( Sungai2 menjadi dangkal)
e. Pasar ilang kumandange : Pasar jadi sepi (=pindah ke mall, n perdagangan virtual)
f. Wong nemoni wolak-walik ing zaman : Manusia menemui perubahan jaman
g. Jaran doyan sambel : Kuda mau sambal (=makan yg bukan makanannya)
h. Wong wadon menganggo lanang : Wanita berpakaian pria

Zaman kalabendu iku koyo-koyo zaman kasukan, zaman kanikmatan donya, nanging zaman iku sabenere zaman ajur lan bubrahing donya. :
Jaman hukuman itu seperti jaman kenikmatan, tapi sebenarnya jaman hancur dan rusaknya dunia


a. Mulane akeh bapak lali anak : Oleh karena itu, banyak bapak lupa pada anaknya
b. Akeh anak wani ngalawan ibu lan nantang bapak : Banyak anak berani melawan Orang tua
c. Sedulur pada cidro cinidro : Antar saudara saling mengkhianati/mencelakakai
d. Wong wadon ilang kawirangane, wong lanang ilang kaprawirane : Wanita hilang malunya, pria hilang kegagahannya
e. Akeh wong lanang ora duwe bojo : Banyak pria tak punya isteri
f. Akeh wong wadon ora setia karo bojone : Banyak wanita selingkuh
g. Akeh ibu pada ngedol anake : Banyak para ibu menjual anaknya
h. Akeh wong wadon ngedol awake : Banyak wanita menjual dirinya
i. Akeh wong ijol bojo : Banyak yang beertukar suami/isteri
j. Akeh udan salah mongso : Banyak hujan salah musim (Turun saat kemarau
& sebaliknya)
k. Akeh prawan tuwo : Banyak perawan tua
l. Akeh rondo ngalairake anak : Banyak Janda yang beranak
m. Akeh jabang bayi nggoleki bapake : Banyak anak kecil mencari siapa bapaknya yang sesungguhnya
n. Wong wadon ngalamar wong lanang : Wanita melamar pria
o. Wong lanang ngasorake, drajate dewe : Lelaki merendahkan derajad/martabatnya sendiri
p. Akeh bocah kowar : Banyak anak terlantar
q. Rondo murah regane : Janda murah harganya
r. Rondo ajine mung sak sen loro : Janda hanya berharga sejuta dapat dua/murah
s. Prawan rong sen loro : Perawan dua juta dapat dua
t. Dudo pincang payu sangang wong : Duda pincang laku terhadap Sembilan wanita

Zamane zaman edan


a. Wong wadon nunggang jaran : Perempuan naik kuda
b. Wong lanang lungguh plengki : Lelaki naik sepeda jengki(=motor bebek)
c. Wong bener tenger-tenger : Orang benar malah terdiam
d. Wong salah bungah-bungah : Orang salah bergembira ria
e. Wong apik ditapik-tampik : Orang baik ditolak-tolak
e. Wong bejat munggah pangkat : Orang bejat naik pangkat
f. Akeh ndandhang diunekake kuntul : Banyak burung manyar tapi dikatakan sebagai burung blekok
g. Wong salah dianggap bener : Orang salah dianggap benar
h. Wong lugu kebelenggu : Orang yang apa adanya malah terbelenggu
i. Wong mulyo dikunjara : Orang terhormat dipenjarakan
j. Sing culika mulya, sing jujur kojur : Yang jahat nikmat, orang jujur hancur
k. Para laku dagang akeh sing keplanggrang : Para bisnisman banyak yang tertipu
l. Wong main akeh sing ndadi : Penjudi menjadi-jadi
m. Linak lijo linggo lica, lali anak lali bojo, lali tangga lali konco : Lupa anak, lupa isteri, lupa tetangga, lupa kawan
n. Duwit lan kringet mung dadi wolak-walik kertu : Duit & keringat Cuma permainan
o. Kertu gede dibukake, ngguyu pating cekakak : Kartu besar dibuka, tertawa terbahak-bahak
p. Ning mulih main kantonge kempes, Kalau pulang judi, sakunya kosong
q. Krungu bojo lan anak nangis ora di rewes : Mendengar Anak dan isteri menangis tak digubris


Abote koyo ngopo sa bisa-bisane aja nganti wong kelut,keliring zaman kalabendu iku.
(Walau seberat apapun, jangan sampai terbawa jaman kalabendu itu)


Amargo zaman iku bakal sirno lan gantine joiku zaman ratu adil, zaman kamulyan. Mula sing tatag, sing tabah, sing kukuh, jo kepranan ombyak ing zaman Entenana zamanne kamulyan zamaning ratu adil
(Karena jaman itu akan musna dan digantikan jaman ratu adil, jaman kemuliaan. Karena itu, kuat dan tabahlah, yang ulet, jangan terbawa riaknya jaman. Tunggulah jaman kemuliaan, jamannya ratu adil)

Senin, 21 Mei 2012

Dibalik Misteri ilmu santet

Pada dasarnya ilmu santet adalah ilmu yang mempelajari bagaimana memasukkan benda atau sesuatu ke tubuh orang lain dengan tujuan menyakiti.

Benda ini bisa saja misalnya sebuah paku atau seekor binatang berbisa yang dikirim secara gaib untuk dimasukkan ke tubuh seseorang dengan tujuan menyakiti orang tersebut.Seperti ilmu-ilmu lain yang ada di dunia, santet bisa merupakan ilmu putih atau ilmu hitam tergantung dari penggunaan ilmu ini apakah untuk kebaikan atau untuk kejahatan. 
 
Tetapi dalam aplikasinya ilmu putih ini dipadukan dengan ilmu-ilmu lain sehingga bisa dikatakan diselewengkan (dihitamkan) oleh pelakunya, misalnya yang aslinya digunakan untuk menidurkan bayi yang rewel agar bisa terlelap, oleh maling ilmu ini diselewengkan untuk menidurkan calon korbannya. Ilmu untuk meluluhkan hati orang yang keras atau kalap tetapi diselewengkan fungsinya untuk membuat orang lain terlena bujuk rayunya. 
 
Kasus yang terakhir ini marak yang umum kita kenal dengan istilah gendam. Walaupun proses santet yang gaib ini sulit dimengerti secara ilmu pengetahuan, tapi secara logis santet dapat dimengerti sebagai proses dematerialisasi. 
 
Pada saat santet akan dikirim, benda-benda seperti paku, jarum, beling, ataupun inatang berbisa ini diubah dari materi menjadi energi. Kemudian dalam bentuk energi, benda ini dikirim menuju sasaran. Setelah tepat mengenai sasaran, energi ini diubah kembali menjadi materi. Sehingga apa-apa yang tadi dikirim, misalnya beling dan binatang berbisa akan masuk ke tubuh seseorang yang merupakan sasaran santet. 
 
Selanjutnya secara otomatis benda-benda yang tadi dimasukkan melalui santet ini akan menimbulkan kesakitan pada tubuh orang yang disantet. Selanjutnya penulis akan membahas ilmu santet lebih ke arah santet sebagai ilmu hitam. Berdasarkan pengetahuan penulis, ada dua jenis santet menilik dari jenis ekuatan yang dijadikan sumber kekuatannya. Pertama adalah santet yang dalam prosesnya memanfaatkan kekuatan makhluk gaib seperti jin, setan, dan makhluk gaib lainnya. 
 
Dalam pelaksanaannya, pelaku santet akan bekerja sama dengan makhluk gaib sebagai media pengiriman santet. Untuk mengajak si makhluk gaib untuk dijadikan "kurir" ini tentu saja pelaku antet harus memberikan imbalan sesuai yang diminta oleh sang kurir. Imbalan bisa berupa sesaji khusus yang diperuntukkan makhluk gaib sebagai makanan untuknya. Imbalan juga dapat berbentuk lain sesuai permufakatan makhluk gaib dengan pelaku santet. 
 
Setelah imbalan yang dijanjikan disepakati, maka "sang kurir" pun akan melakukan tugasnya membawa santet menuju sasaran. Ada kasus misalnya sesaji atau imbalan yang disepakati lalai atau tidak dilaksanakan oleh pelaku santet, maka dalam kasus ini bisa saja si makhluk gaib akan meminta tumbal dari pelaku santet. 
 
Sehingga bisa disimpulkan hal ini lah yang merupakan resiko bagi para pelaku santet. Kedua, adalah santet yang bersumber dari kekuatan batin. Santet dengan metode ini membutuhkan kekuatan batin yang biasanya diperoleh dari laku spiritual. Pada saat penggunaannya santet dengan kekuatan batin biasanya dibantu dengan kekuatan visualisasi (pembayangan) yang kuat dari pelaku. 
 
 Misalnya santet dengan menggunakan media bambu apus yang ketika hendak digunakan terlebih dahulu dibacakan mantera-mantera tertentu, setelah itu pelaku santet memusatkan konsentrasi, visualisasi dan berniat menyumbat kubul dan dubur si jabang bayi (sasaran). Konon, dengan cara demikian, seseorang yang dituju tidak bisa buang air besar maupun air kecil. Sehingga pada hakikatnya kekuatan santet ini bersumber dari memusatan kehendak batin saja. 
 
Sedangkan peran dari ritual, seperti membaca mantera atau laku tirakat lain merupakan sarana penunjang yang mampu membantu visualisasi batin sehingga bertambah kuat.

Minggu, 13 Mei 2012

Gunung Salak Simpan Sejuta Misteri Gunung Salak

Gunung Salak yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Sukabumi itu kini banyak menjadi pembicaraan setelah jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di wilayah tersebut pada hari Rabu (9/5/2012) lalu. Gunung Salak ini ternyata menyimpan sejuta misteri di dalamnya.

Awalnya banyak yang mengira bahwa nama Salak berasal dari pepohonan salak, namun ternyata salak berasal dari bahasa sansekerta yaitu ‘Salaka’ yang berarti perak. Gunung ini memiliki beberapa puncak, yaitu puncak tertinggi disebut Salak I dengan ketinggian 2211 m dpl, kemudian puncak Salak II setinggi 2180 m dpl dan puncak Sumbul setinggi 1926 m dpl.

Oleh masyarakat sekitar, Gunung Salak dianggap suci karena dipercaya sebagai tempat terakhir dari Prabu Siliwangi, pendiri kerajaan Padjajaran. Ada pula yang menyebutkan bahwa Gunung Salak merupakan lokasi tempat pernikahan antara manusia dan jin. Sehingga tidak mengherankan jika menyusuri jalan menuju puncak, terdapat beberapa situs pemujaan hingga makam keramat yang dipercaya merupakan makam Embah Gunung Salak.

Misteri lain yang menyelimuti Gunung Salak adalah pernah terdengar cerita ada goa yang di dalamnya berisi belasan patung emas dalam berbagai ukuran. Tapi, hingga kini belum pernah ada bukti empiris yang ditemukan peneliti.

Menurut warga sekitar, beragam kisah mistis kerap terjadi di Gunung Salak. Mitos-mitos seputar Gunung Salak secara turun temurun diceritakan pada keturunan warga sekitarnya.
“Terutama di kawasan kawah Ratu yang agak rawan. Racun yang muncul dari kawah sangat berbahaya jika terhirup dan dikenal sebagai kawasan yang ‘haram untuk dilintasi,” ujar Pardi dan Ojey, warga sekitar, seperti yang dirilis beritasatu.

“Karena sangat berbahaya maka tidak ada pesawat yang berani melintas secara tegak lurus melewati kawasan tersebut karena bisa berujung petaka,” imbuhnya.
Selain itu di beberapa bagian lereng seringkali terjadi longsoran yang dapat membahayakan para pendaki. Jurang-jurang di wilayah Gunung Salak terbilang terjal dan dalam dengan kedalaman berkisar 100 hingga 400 meter.

Irshad Manji (Pantas) Ditolak

Beberapa waktu lalu, terdengar santer di beberapa media tentang penolakan terhadap aktivis yang mengaku reformis Islam bernama Irshad Manji. Irshad datang ke Indonesia untuk melakukan diskusi terhadap bukunya “Allah, Liberty, dan Cinta”. Penolakan pertama terjadi di kantor Salihara, Jakarta. Rencana diskusi di Yogyakarta pun batal karena mendapat penolakan dari aktivis di sana. Sementara itu, sepertinya diskusi yang dilakukan Irshad di Solo, di sebuah hotel, tidak “tercium” gelagatnya sehingga sukses digelar.

Sebenarnya, siapakah Irshad Manji sehingga seperti musuh bersama? Dikutip dari blog pribadinya, Irshad adalah seorang wanita yang mengaku muslimah dari Kanada dengan aktivitas ingin membuat reformasi dalam Islam. Dia seperti ingin menggugat pakem Islam yang sudah ada, menjadi gaya Islam yang lebih liberal. Dia menilai, budaya yang muncul dari Islam mesti direformasi.

Dia berani untuk melakukan liberalisasi Islam karena diperbolehkannya manusia untuk berijtihad. Atas dasar inilah kemudian Irshad mendirikan Project Ijthad. Dalam proyek ini, Irshad berusaha  mengampanyekan untuk memperbarui  Islam dengan “gaya baru yang lebih kreatif”. Contoh agendanya adalah memperbolehkan perkawinan antar-agama dan menyuarakan pluralistik yang terlalu bebas.

Irshad juga mengampanyekan tentang diperbolehkannya aktivitas gay dan lesbian. Lewat program acara di Queer Television (QT), Kanada,  Irshad banyak melakukan eksplorasi kehidupan gay dan lesbian. Sontak langkah Irshad ini mendapat pujian dari pelaku homoseksual dan lesbian yang banyak terdapat di sana. QT pun pun mendapat penghargaan atas usahanya ini.

Bagi masyarakat Indonesia, agenda Irshad ini jelas mendapat penolakan. Hanya aktivis tertentu, seperti Jaringan Islam Liberal (JIL) dan komunitas lebian serta gay, yang bisa dengan mudah menerimanya. Masyarakat Indonesia yang mayoritas masih memegang Islam sesuai dengan ajaran Nabinya tidak bisa menerima kebebasan berpikir ala Irshad yang terlalu liberal.

Dalam bukunya “Allah, Liberty, dan Cinta”, Irshad menganggap tidak perlu adanya ketakutan tentang Tuhan, sebab “Tuhan itu Cinta”. Implikasinya, aturan dalam Islam yang tidak menyenangkan hati juga kena imbasnya untuk tidak perlu digubris. Yang dilaksanakan adalah aturan yang sesuai dengan kesenangan dan cinta. Dan, homoseksual dan lesbian itu sah-sah saja baginya.

Masalahnya, doktrin Irshad memang tidak ada sumbernya. Dia berpikir atas rasionalitasnya sendiri. Inilah menjadi polemik besar di negara ini saat ada pihak berusaha menodai agama. Apalagi, Irshad begitu pro terhadap homoseksual dan lesbian yang tidak diterima di negara ini. Kecemburuan terhadap Islam membuat sebagian pemeluknya memutuskan untuk membubarkan diskusi Irshad. Jadi, jangan heran kalau Irshad dan pemikirannya (harus) ditolak.

Rabu, 02 Mei 2012

San Diego Hills, Konsep baru sebuah pemakaman di Indonesia

Pemakaman tak lagi bernuansa suram. San Diego Hills di Karawang, Jawa Barat, menyatukan pemakaman bernuansa alam dengan fasilitas rekreasi yang beragam. Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih dimakamkan di sana Kamis pagi ini.



Pemakaman memang identik dengan nuansa suram. Tapi, Anda tak akan menemukan hal ini di San Diego Hills yang terletak di Karawang, Jawa Barat. San Diego Hills adalah taman pemakaman sekaligus tempat rekreasi. Tempat ini sekaligus menjadi peristirahatan terakhir Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih yang meninggal pada Rabu (12/5) kemarin.



Di atas lahan seluas 500 hektar, San Diego Hills Memorial Parks and Funeral Homes tampak seperti pemakaman di luar negeri. Lanskapnya hijau dan bangunan-bangunan di dalamnya sangat cantik, jauh dari atmosfer pemakaman yang suram. Ini karena selain pemakaman, San Diego Hills juga punya beragam fasilitas seperti restoran, kolam renang, tempat berkemah, hingga trek lari dan bersepeda! Tak heran, San Diego Hills juga jadi tempat favorit untuk wisata sekeluarga.




Mengutip situs resmi San Diego Hills, Kamis (3/5/2012), San Diego Hills punya beberapa area sesuai agama dan tradisi majemuk di Indonesia. Area pemakaman itu sendiri terbagi jadi tiga, yakni Universal Garden, Garden of Prosperity and Joy, dan Five Pillars Garden.







Universal Garden diperuntukkan bagi yang menganut agama Kristiani. Garden of Prosperity and Joy diperuntukkan bagi masyarakat Tionghoa, yang dilengkapi tempat ibadah atau sembahyang. Bagi umat Muslim yang punya porsi paling besar di Indonesia, tersedia Five Pillars Garden yaitu tempat pemakaman yang mengadopsi konsep 5 rukun Islam. Pengelola San Diego Hills terlebih dahulu berdiskusi dengan pemuka agama Islam terkait penentuan arah kiblat dan tata cara penguburan di sini.





Adanya beragam fasilitas rekreasi mulai dari trek lari hingga restoran menjadikan San Diego Hills tempat pemakaman yang berbeda dari tempat lain. Lanskap yang hijau dan penuh bunga menyatu apik dengan panorama Danau Angeles yang menyejukkan mata. Hingga saat ini, San Diego Hills jadi tempat paling cantik untuk peristirahatan terakhir.





Fasilitas:
San Diego Hills Memorial Park, satu-satunya di dunia yang memiliki Family Center dengan fasilitas menarik, seperti:
  1. Danau seluas 8 Ha lengkap dengan fasilitas perahu dayung.
  2. Heavenly Dome dan Forest Chapel ang masing-masing dapat berfungsi sebagai ruang serbaguna dengan kapasitas hingga 250 orang.
  3. Ruang meeting dan presentasi dengan kapasitas 50 orang.
  4. La Collina Restaurant yang menyuguhkan makanan dan minuman kelas bintang lima
  5. Taman rerumputan yang indah untuk melangsungkan acara atau partunjukan luar ruang.
  6. Fasilitas untuk berolahraga seperti kolam renang, jogging tract, olahraga bersepeda, tenis meja, catur dan billiard.
  7. Gift shop dan La Rosa Florist, untuk berbagai keperluan bunga dan kenang-kenangan.
  8. Foodmart, menyediakan aneka hot snack, bakery, minuman dingin, majalah, tabloid, dll




 

Kelebihan Sandiego Hills:
  1. Tempat pemakaman permanen, tidak akan digusur atau ditumpuk
  2. Hanya sekali biaya perawatan untuk selamanya
  3. Kepemilikan yang bisa dialihkan
  4. Tersedia lahan untuk semua jenis agama dan etnis di Indonesia.
  5. Keamanan 24 jam, 7 hari seminggu
  6. Pembayaran bisa dicicil 12x (tanpa bunga), 24x, 36x, dan 50x.
  7. Gratis asuransi maksimum usia 60 tahun
  8. Akses mudah +/- 1 jam dari wilayah Jabodetabek dan Bandung
  9. Developer yang sudah berpengalaman dan ahli di bidang nya : PT Lippo Karawaci Tbk.
Harga:
*Harga Kavling di SDH berbeda-beda. Tergantung type kavling, lokasi, dan jumlah pembelian. Harga bisa berunah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Berikut adalah estimasi harganya :
Single burial (pre need):
1 Kavling harga mulai dari +/- Rp. 19.000.000
10 Kavling harga mulai dari +/- Rp. 13.500.000 per kavling
20 Kavling harga mulai dari +/- Rp. 10.000.000 per kavling
Semi private (untuk 2 orang):
Harga Mulai dari Rp. 115.000.000 sampai dengan Rp. 175.000.000

Peak / Private estate
:
Harga Mulai dari Rp. 250.000.000
maks 2 liang atau harga lahan Rp. 10.000.000 / m2
Columbarium (rumah abu):
Tempat Penyimpanan Abu
Harga mulai +/- Rp. 25.000.000 sampai dengan +/- Rp. 33.000.000

Selasa, 10 April 2012

Lima Kisah Hantu dari Titanic

15 April menandai 100 tahun tenggelamnya RMS Titanic. Meski cerita tragis soal kapal pesiar mewah ini sudah sering jadi berita utama, ada cerita-cerita lain yang muncul dari Titanic, kisah-kisah hantu. Berikut adalah kisah-kisah seram dari Titanic.

* Setelah tragedi Titanic, tim SAR menemukan 328 korban Titanic dan untuk sementara mengevakuasi jasad mereka ke Rumah Rias Jenazah Snow & Co di Halifax, Nova Scotia. Menurut majalah Encompass, rumah rias jenazah tersebut kini menjadi restoran Five Fisherman, dan katrol yang digunakan untuk mengangkut jenazah para korban Titanic ke bagian atas gedung masih ada di atap ruang penyimpanan wine. Kini, berbagai peristiwa aneh seperti gelas terbang dari lemari atau alat makan yang jatuh ke lantai meski tidak ada orang di sekitarnya, sering terjadi di restoran tersebut. Manajer Gary MacDonald bilang, "Kamu harus menghormati mereka atau mereka akan mengganggu."

* Pada 2008, Jurnal Atlanta Constitusion menerbitkan sebuah cerita tentang Akuarium Georgia setelah pameran "Titanic Aquatic" di sana. Beberapa relawan pameran tersebut melaporkan kejadian aneh saat bekerja di acara yang menampilkan ratusan artifak Titanic. Staf akuarium kemudian membawa paranormal penyelidik yang kemudian menyimpulkan bahwa pameran Titanic tersebut memang merupakan tempat hunian makhluk halus.

* Menurut San Francisco Chronicle, pada 1990an, seorang pria San Francisco bernama Jaime Rodriguez mengatakan ia dihantui arwah. Kemudian ia baru mengetahui bahwa seorang penumpang Titanic pernah tinggal di apartemennya. Tetapi si penumpang tersebut, Dr Henry Washington Dodge bukanlah seorang pahlawan. Dr Dodge mengaku ia mempersilakan perempuan dan anak-anak untuk ikut naik ke sekoci yang menyelamatkan istri dan anak laki-lakinya, tapi kemudian ia sendiri ikut naik ke sekoci tersebut dan mendapat sorotan publik akibat perilakunya itu. Setelah menerima tuntutan hukum dan kerugian keuangan, Dodge menjadi depresi dan bunuh diri di apartemennya di San Francisco pada 1919. Hantunya kemudian muncul di apartemennya itu setiap musim panas setiap tahun, dan selalu di tempat yang sama.

* Sosialita legendaris Margaret "Molly" Brown selamat dari tenggelamnya Titanic, tapi bekas rumahnya di Denver adalah tempat terjadinya hal-hal aneh. Menurut blog Mysterious Colorado, peristiwa-peristiwa yang bersifat paranormal terjadi secara rutin di Museum Rumah Molly Brown di Denver, termasuk gangguan pada perabot dan penampakan hantu Molly Brown serta suaminya James Joseph Brown. Penampakan ibu Molly di jendela atas rumah juga pernah terjadi, begitu juga dengan munculnya bau-bau tembakau Tuan Brown dan parfum favorit istrinya yang beraroma mawar.

* Menurut Daily Mail, rumah kelahiran kapten Titanic di Inggris juga memiliki sejarah misteri. Rumah masa kecil Kapten Edward John Smith diwarnai banjir-banjir misterius dan angin dingin yang muncul tiba-tiba, selain juga penampakan hantu.

Sabtu, 24 Maret 2012

Foto Hantu Perempuan Hebohkan Media Sosial

Sekilas, tidak ada yang aneh dalam foto yang menampilkan sebuah ruang tamu dengan tirai jendela tersibak dan menampilkan pemandangan taman yang hijau. Ruangan itu pun terlihat sangat nyaman, dilengkapi dengan lampu dan hiasan dinding yang tertata rapi.

foto hantu

Dua sofa empuk yang dibatasi sebuah meja kayu, lengkap dengan bantal sofa. Tiga buah bantal sofa bermotif klasik dengan warna hijau muda di sofa yang membelakangi jendela, dan sebuah bantal polos coklat yang serupa dengan warna sofa. Foto ruangan yang menggambarkan keteduhan.

Tapi, coba Anda perhatikan lebih teliti lagi foto itu. Ada sosok wajah perempuan mengerikan, yang memandang dengan mata terbelalak dan alis mata yang terangkat. Tidak ada senyuman di wajah itu. Sangat dingin dan kelam.

Gambar wajah itu bisa Anda temukan di belakang bantal sofa berwarna coklat. Sosok berwujud wajah dalam gambar yang menghebohkan media sosial Twitter dan Facebook di Inggris. Wajah itu ditengarai sebagai penampakan setan.

Banyak dugaan yang berkembang dan dibahas di media sosial Inggris, mengenai foto yang tidak diketahui sumbernya itu. Seperti tentang kemungkinan ada orang yang bersembuyi saat foto diambil, penggunaan photoshop untuk menghadirkan wujud wajah yang menyeramkan itu, dan gambar yang disebabkan oleh efek cahaya.

Entah dugaan mana yang benar. Pastinya, wujud wajah dalam foto itu berhasil membuat merinding setiap orang yang melihat. Karena, meski tidak menunjukkan lumuran darah, wajah itu mengapresiasikan pandangan tajam mengerikan.