Tampilkan postingan dengan label paranormal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label paranormal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2014

Senjata Pembasmi Vampir dari Abad Ke-19

Peti berisi perlengkapan membunuh vampir dari masa 1800an dilelang dengan harga mulai dari $ 5.000 (Rp. 60,5 juta) di New Jersey. Perlengkapan ini terdiri dari pasak, pisau, kapak dan salib
Dalam kotak kayu ini juga dilengkapi botol-botol kaca berisi air suci, bawang putih dan garam yang dipercaya dapat mengusir vampir. Perlengkapan seperti ini marak ditawarkan kepada orang-orang yang akan bepergian ke Eropa di abad ke-19. 
Kotak perlengkapan membasmi vampir ini dihiasi salib di permukaannya. Saat itu negara Transylvania dipercaya sebagai tempat tinggal dari para mayat hidup yang meminum darah manusia ini.  
Perlengkapan ini juga dilengkapi dengan kitab Injil dan pistol berpeluru perak yang dipercaya ampuh menangani dan membasmi para vampir.
Sebuah kapak besar terdapat di dalam kotak perlengkapan membunuh vampir yang dibuat pada tahun 1800an.
Kotak perlengkapan pemburu vampir yang buatan Boston pada 1840 ini menjadi barang koleksi sebuah museum. Barang ini menjadi incaran kolektor atau penggemar cerita horor. 

sumber: Dailymail.co.uk, Theghostdiaries.com

Minggu, 23 September 2012

Jangan Panggil Aku Dukun Part 1 (kisahku)

Tak terasa waktu sudah semakin lama berlalu, di mana aku akhirnya menerjuni dunia supranatural yang benar - benar jauh dari apa yang selama ini aku khayalkan dan yang selalu ada dalam benakku. 

Awalnya aku hanya coba - coba ketika aku duduk di bangku kuliah untuk meneruskan program magisterku di salah satu kampus swasta di kota Surabaya. Dari sinilah akhirnya dunia baru terbentang di depanku, di hindari ataupun tidak inilah dunia baruku.

Selang berapa bulan karena aksi coba - coba ku ini akhirnya keterusan, yha supranatural atau bentuk kasarnya dukun .....hahhahaha ....ohh tidak aku tidak mau jadi dukun itu yang selalu terlintas dalam fikiranku sampai saat ini. 

Di terima ataupun tidak tidak sedikit orang yang meminta pertolonganku, akhirnya aki tasbihkan diriku menjadi parapsikolog bukan seorang dukun.

Kini aku baru sadar bahwa mungkin dengan jalan ini aku mengabdikan diriku untuk sesama, tak sedikit orang yang mencibirku atau menertawakanku. huffff .....kerikil kecil itu ternyata lebih sakit bila ku injak dari pada sebongkah batu.

Saya masih ingat ketika salah seorang yang menyebutku "dukun palsu", saya hanya tersenyum mendengarnya. Karena memang sedari awal saya tidak mau di sebut dukun. 

Sampai tiba masanya ternyata ini juga membantu diriku agar tak tersesat di gelapnya dunia, ini sebagai penuntunku untuk menemukan dunia yang hakiki. 

Banyak kepalsuan manusia yang akhirnya kutemui, inilah dasar inspirasiku untuk memulainya dan bukan coba-coba lagi. Meskipun saya menekuni dunia supranatural tapi cita-cita tetap tersemat di dada hingga akhirnya ku putuskan kembali untuk menyelesaikan program magisterku. semoga bisa selesai. amien !!!

Senin, 21 Mei 2012

Dibalik Misteri ilmu santet

Pada dasarnya ilmu santet adalah ilmu yang mempelajari bagaimana memasukkan benda atau sesuatu ke tubuh orang lain dengan tujuan menyakiti.

Benda ini bisa saja misalnya sebuah paku atau seekor binatang berbisa yang dikirim secara gaib untuk dimasukkan ke tubuh seseorang dengan tujuan menyakiti orang tersebut.Seperti ilmu-ilmu lain yang ada di dunia, santet bisa merupakan ilmu putih atau ilmu hitam tergantung dari penggunaan ilmu ini apakah untuk kebaikan atau untuk kejahatan. 
 
Tetapi dalam aplikasinya ilmu putih ini dipadukan dengan ilmu-ilmu lain sehingga bisa dikatakan diselewengkan (dihitamkan) oleh pelakunya, misalnya yang aslinya digunakan untuk menidurkan bayi yang rewel agar bisa terlelap, oleh maling ilmu ini diselewengkan untuk menidurkan calon korbannya. Ilmu untuk meluluhkan hati orang yang keras atau kalap tetapi diselewengkan fungsinya untuk membuat orang lain terlena bujuk rayunya. 
 
Kasus yang terakhir ini marak yang umum kita kenal dengan istilah gendam. Walaupun proses santet yang gaib ini sulit dimengerti secara ilmu pengetahuan, tapi secara logis santet dapat dimengerti sebagai proses dematerialisasi. 
 
Pada saat santet akan dikirim, benda-benda seperti paku, jarum, beling, ataupun inatang berbisa ini diubah dari materi menjadi energi. Kemudian dalam bentuk energi, benda ini dikirim menuju sasaran. Setelah tepat mengenai sasaran, energi ini diubah kembali menjadi materi. Sehingga apa-apa yang tadi dikirim, misalnya beling dan binatang berbisa akan masuk ke tubuh seseorang yang merupakan sasaran santet. 
 
Selanjutnya secara otomatis benda-benda yang tadi dimasukkan melalui santet ini akan menimbulkan kesakitan pada tubuh orang yang disantet. Selanjutnya penulis akan membahas ilmu santet lebih ke arah santet sebagai ilmu hitam. Berdasarkan pengetahuan penulis, ada dua jenis santet menilik dari jenis ekuatan yang dijadikan sumber kekuatannya. Pertama adalah santet yang dalam prosesnya memanfaatkan kekuatan makhluk gaib seperti jin, setan, dan makhluk gaib lainnya. 
 
Dalam pelaksanaannya, pelaku santet akan bekerja sama dengan makhluk gaib sebagai media pengiriman santet. Untuk mengajak si makhluk gaib untuk dijadikan "kurir" ini tentu saja pelaku antet harus memberikan imbalan sesuai yang diminta oleh sang kurir. Imbalan bisa berupa sesaji khusus yang diperuntukkan makhluk gaib sebagai makanan untuknya. Imbalan juga dapat berbentuk lain sesuai permufakatan makhluk gaib dengan pelaku santet. 
 
Setelah imbalan yang dijanjikan disepakati, maka "sang kurir" pun akan melakukan tugasnya membawa santet menuju sasaran. Ada kasus misalnya sesaji atau imbalan yang disepakati lalai atau tidak dilaksanakan oleh pelaku santet, maka dalam kasus ini bisa saja si makhluk gaib akan meminta tumbal dari pelaku santet. 
 
Sehingga bisa disimpulkan hal ini lah yang merupakan resiko bagi para pelaku santet. Kedua, adalah santet yang bersumber dari kekuatan batin. Santet dengan metode ini membutuhkan kekuatan batin yang biasanya diperoleh dari laku spiritual. Pada saat penggunaannya santet dengan kekuatan batin biasanya dibantu dengan kekuatan visualisasi (pembayangan) yang kuat dari pelaku. 
 
 Misalnya santet dengan menggunakan media bambu apus yang ketika hendak digunakan terlebih dahulu dibacakan mantera-mantera tertentu, setelah itu pelaku santet memusatkan konsentrasi, visualisasi dan berniat menyumbat kubul dan dubur si jabang bayi (sasaran). Konon, dengan cara demikian, seseorang yang dituju tidak bisa buang air besar maupun air kecil. Sehingga pada hakikatnya kekuatan santet ini bersumber dari memusatan kehendak batin saja. 
 
Sedangkan peran dari ritual, seperti membaca mantera atau laku tirakat lain merupakan sarana penunjang yang mampu membantu visualisasi batin sehingga bertambah kuat.