Kamis, 29 Maret 2012

BBM Naik, Guru Honorer Menjerit

Seorang guru honorer menangis histeris saat berorasi di depan Istana Negara, Kamis (29/3). Ia menuntut pemerintah agar memperhatikan masa depan guru honorer. "Pemerintah gagal, pemerintah abai," kata guru itu secara terbata-bata di hadapan para peserta aksi demonstrasi.

Akibat orasi itu, suasana aksi sempat memanas. Meski demikian, tidak terjadi aksi dorong-mendorong antara guru dan aparat. "Kita tidak mau mencari masalah di sini. Kami memang ingin mencari jalan yang baik sebuah solusi, meski kami ditelantarkan berpuluh-puluh tahun," kata orator lainnya mencoba menenangkan peserta aksi.

Dalam aksi itu, para guru horoner ini menuntut status guru honorer, dan kesempatan bagi guru honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). "Kami menelantarkan kewajiban untuk menyuarakan masalah ini, agar didengar. Ini momentum yang tepat," kata orator.

"Bapak Presiden, berapa banyak guru honorer yang digantung akibat kenaikan BBM. Status kami tidak jelas, bagaimana kami melanjutkan hidup kalau semua serba mahal," tambah dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar